Kamis, 14 September 2017

JADI HEBAT TANPA BAKAT


Oleh Denis Dinamis

Mozart. Wolfgang Amadeus Mozart. Menyusun musik di usia 5 tahun. Tampil di depan umum, sebagai pianis dan musisi biola di usia 8 tahun. Menciptakan ratusan karya. Beberapa karya disebut sebagai harta karun budaya barat. Di dunia musik dikenal sebagai orang paling berbakat .

Benarkah?

Yuk kita lihat faktanya dengan lebih jeli.

Ayah Mozart bernama Leopold Mozart. Seorang komposer dan musisi terkenal di zamannya. Sebagai orang tua, ayah Mozart kecil memulai program pelatihan intensif anaknya dari usia 3 tahun. Kenapa dari sebegitu kecil? Ayah Mozart sangat tertarik pada satu hal: mengajarkan musik pada anak-anak.

Sebagai musisi, Leopold sih biasa-biasa saja. Sebagai pendidik anak, nah, dia luar biasa. Bukunya tentang cara bermain biola menjadi rujukan selama beberapa dekade. Pada tahun  kelahiran Mozart kecil, lahir pula buku itu. Dua kelahiran yang sangat berarti bagi Leopold.
Sejak usia muda, Mozart kecil dapat pendidikan musik yang sangat berbobot dari seorang pakar, yaitu ayahnya. Nggak heran, karya-karya awal Mozart tampak luar biasa! Pssst.. For your Information, karya awal Wolfgang bukan karyanya sendiri lho..  Ayah Mozart selalu “mengoreksi” hasil karyanya sebelum orang lain mendengarkan karya itu. Layak dicatat juga: Leopold berhenti menghasilkan karya di tahun yang sama saat Mozart mulai belajar dari ayahnya.

Lebih tampak lagi pada 4 konser piano (piano concerto) pertama Mozart di usia 11 tahun. Ternyata tidak orisinil. Tidak asli karangan Mozart. Mozart menggabungkan karya-karya komposer lain. Lebih lagi, 3 karya yang dihasilkannya pada usia 16 tahun adalah aransemen dari Johann Christian Bach, guru Mozart di London. Simfoni awal Mozart di usia 8 tahun juga sangat mirip dengan gaya John Christian Bach, gurunya pada saat itu.
Tidak ada satu pun dari karya tersebut yang dianggap fenomenal. Karya luar biasa tingkat dunia (atau bisa dibilang masterpiece) Mozart adalah Piano Concerto No.9. Dia menyusunya di usia 21 tahun. Sangat muda ya? Kamu perlu ingat bahwa Mozart belajar musik sejak usia 3 tahun. Artinya: Mozart melalui proses belajar dan latihan yang sangat keras dari ahlinya selama 18 tahun.

Jadi, kalau yang kamu maksud dengan orang berbakat adalah orang yang bisa menjadi ahli dengan cepat dan mudah, coba pikir lagi. Apa benar ada yang seperti itu? Malcolm Gladwell menyebutkan di buku Outliers bahwa waktu latihan minimal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ahli tingkat dunia adalah 10.000 jam. Rata-rata waktu itu juga yang dipenuhi oleh Bill Gates, The Beatles, dan ahli-ahli lain ketika menghasilkan karya tingkat dunia.
Jadi, bagaimana cara menjadi hebat tingkat dunia? Bakat? Terbukti tidak tepat. Latihan? Ya. Tapi bukan sembarang latihan. Para peneliti menyebutnya Deliberate Practice atau Latihan Penuh Kesadaran (LPK).

Lalu apa itu LPK dan bagaimana caranya? Semoga Allah ijinkan untuk bersua kembali di edisi selanjutnya!***

Sumber: Gelegar Belajar Buletin Nah Edisi 29


Selasa, 12 September 2017

Makan dan Minum dengan Baik


Oleh: M. Rosyad

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah,  jika benar-benar hanya kepada Allah kamu menyembah.” (QS. Al-Baqarah: 172)

Makan dan minum adalah kebutuhan manusia yang cukup penting. Dalam sehari, berapa kali Sobat Nih makan? Berapa gelas air yang Sobat Nih minum? Nah, dari sekian makan dan minum yang Sobat Nih lakukan, kira-kira sudah sesuai dengan cara Islam belum ya?
Ketahuilah! Dengan makan dan minum pun tidak hanya lapar dan dahaga yang hilang. Namun bisa pula berpahala. Sudah tahu belum tata cara makan minum dengan baik dan berpahala? Mau tahu? Silahkan simak ya!

1. Makanlah yang baik dan halal.
2. Baca Basmalah sebelum makan.
3. Memulai dengan yang terdekat.
4. Gunakan dengan tangan kanan.
5. Bernafas di luar bejana ketika hendak minum.
6. Tidak makan minum sambil berdiri dan berjalan
7. Tidak mencaci makanan.
8. Ucapkan Alhamdulillah setelah selesai makan dan minum.

Itulah tata cara untuk makan dan minum dengan baik yang diringkaskan dari buku “Ensiklopedia Adab” karya `Abdul `Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada. Nah, cukup sekian sedikit ilmu tentang tata cara makan minum dengan baik dan berpahala. Mudah-mudahan kita bisa mengamalkannya.

Sumber: Buletin Nih #19 


SAUDARA KITA ROHINGYA

Oleh: Anafi`ah Firdaus 

Demi langit beserta gugusan bintangnya
Demi bumi yang segala isi adalah milikNya
Demi hari, yang tiada luput atas pembalasanNya
Tidakkah engkau mengetahui kabar saudara?
Saudara nun jauh di sana
Yang kini sedang berjuang demi membela agama
Dipaksa pergi dari kampung halamannya
Hanya karena mereka memiliki satu “harta”
Beriman kepadaNya!

Sungguh biadab dan celaka
Mereka yang menyiksa saudara kita Rohingya
Yang membunuh anak-anak tiada dosa
Yang melecehkan dengan keji kaum wanita
Yang memenggal kepala bak hewan Idul Adha
Serta membakar rumah Rohingya agar tiada daya

Kami Muslim, sungguh tidak suka berperang saudara!
Apalagi melakukan genosida!

Wahai kalian yang menyiksa Rohingya
Tidakkah kalian takut dengan Allah Ta`ala?
Tidakkah kalian mengetahui kisah-kisah Musa?
Yang musuhnya Fir`aun adalah orang paling celaka
Karena mengaku dirinya Sang Pencipta
Serta menyiksa orang-orang yang beriman kepadaNya

Namun, jika kalian tidak segera bertaubat padaNya 
Dan tidak menghentikan ini semua
Tunggulah di hari yang Dia janjikan ke semua manusia
Bahwa, setiap perbuatan ada balasannya
Kami tidak akan rugi karena kami di surga
Kalian, di Neraka Jahanam yang apinya membara



Makan Buah Terlarang

Oleh: Fajar Yunan Fanani

Allah menceritakan di dalam Al-Qur`an surat Al-A`raf ayat sembilan belas tentang kisah Nabi Adam dan Hawa (istrinya). Allah membolehkan Nabi Adam dan Hawa bertempat tinggal di surga. Mereka berdua, diperbolehkan pula memakan semua buah-buahan yang ada di surga. Kecuali sebuah buah pada suatu pohon.  

Saat itulah Iblis merasa iri dan dengki dengan nikmat yang diterima Nabi Adam beserta istrinya. Tambah, Iblis juga mendapatkan hukuman dari Allah Ta`ala yaitu dikeluarkan dari surga karena tidak mau sujud kepada Nabi Adam atas perintah Allah. Maka, sebelum dikeluarkan dari surga, Iblis meminta untuk dihidupkan sampai hari Kiamat untuk mengganggu atau mengajak anak cucu Adam ke neraka. Allah Ta`ala mengabulkan permintaan Iblis.


Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada Nabi Adam dan Hawa bahwa mereka tidak akan kekal di surga kecuali dengan memakan buah terlarang tersebut. Dan (setan) berkata, “Rabbmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).” (QS. Al-A'raf: 20)

Selasa, 05 September 2017

Beberapa Penyakit Penuntut Ilmu

Foto agenda JAN di SMA 11 Yogyakarta
Oleh: Novtinof K

Ada beberapa penyakit yang banyak menimpa para penuntut ilmu. Barangsiapa yang terkena penyakit tersebut, maka ia akan tersungkur. Kita memohon kesehatan dan keselamatan kepada Allah Ta’ala.

Pertama, riya’ di dalam mencari ilmu, memberi bimbingan dan dakwah, serta ingin selalu tampil di depan (dihormati). Terapinya adalah tulus dan ikhlas.

 Kedua, hasad (iri). Betapa banyaknya penyakit ini menimpa pada para pelajar. Ia merupakan bagian dari dosa besar. Terapinya adalah dengan beriman kepada qodo’ dan qodar, memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala, serta ingat selalu akan karunia yang telah dianugerahkan oleh Allah Ta’ala.

Ketiga, sombong. Ini merupakan thoghut hati, ‘Fir’aun ruh’ dan ‘Namrud para penuntut ilmu’. Balasan bagi orang seperti ini adalah kehinaan, kekerdilan, dan kerendahandi dunia dan akhirat. Cara terapinya adalah dengan tawadhu’ (rendah hati) serta mengkaca diri.

Ditulis ulang dari buku Tips Belajar Para Ulama karya `Aidh Al-Qorni.



Makan dan Minumlah

Oleh: Silvia Maharani

Makan dan minumlah
Dari rizki yang halal
Bukan dari rizki
Yang haram

Makan dan minumlah
Dengan baik dan benar
Jangan yang buruk dan salah

Makan dan minumlah
Dengan adab yang baik
Bukan dengan adab yang buruk
Janganlah kau ikuti langkah setan
Karena, setan adalah musuh nyata bagimu  

Sumber: Buletin Nih #19 


Kamis, 31 Agustus 2017

Itadakimaasu


Masakan tergantung bahan-bahan yang digunakan. Selihai apapun koki. Secanggih apapun resep. Cita rasa sejati ditentukan oleh bahan-bahan berkualitas. Sebagaimana pikiran kita tertuang dalam kata. Bisa menjadi masakan cita rasa tinggi yang dapat memberi manfaat hebat pada sang penikmat. Atau sekedar junk food yang rasanya tak seberapa padahal luar biasa merusaknya...

Membaca... adalah makan untuk pikiran. Terkadang kita ngemil dengan majalah-majalah gak jelas juntrungannya. Mengawali hari dengan makanan pembuka “koran harian”. Atau menghabiskan waktu mencerna makanan penuh cita rasa berujud novel-novel pilihan. Sekali lagi. Masakan tergantung bahan makanan yang digunakan. Untuk masakan yang bergizi, bahan dasar berkualitas merupakan keharusan. Quran? Nah. Ini baru makanan. Mak nyuss kalau kata Pak Bondan. Mak Nyess di hati, itulah Quran. Sudahkah Anda baca Quran hari ini? .

Membaca Quran jangan sampai hanya jadi kayak makan permen karet. Manis di mulut, habis sepah dibuang. Kayaknya nikmaaat banget waktu ngebaca dengan tartil dan lagu yang mendayu-dayu... Tapi isinya? Kagak ngarti?! Lha mana sampe hati, artinya aja nggak ngerti?! Makanan bergizi perlu dicerna di lambung lalu diserap oleh usus. Nah, Quran baru bisa disebut bergizi bagi jiwa, jika kita cerna dengan akal kita dan kita serap dengan hati kita. Itu baru mak nyess... Itadakimasuu!!*** 





Rabu, 30 Agustus 2017

ULAMA TERKEMUKA


Oleh: M. Rosyad

Nama aslinya Yahya bin Syaraf. Beliau lahir di Nawa pada tahun 631 Hijriyah. Beliau menuliskan kitab-kitab yang sampai sekarang masih dibaca dan kitab-kitab itu sangat terkenal. Seperti Riyadhush Shalihin, Al-Adzkar, Hadits Arba’in dan masih banyak lagi.

Kisah di masa kecilnya sangat menakjubkan. Tapi, sebelum melanjutkan cerita, penulis mau tanya. Hayo…. Jujur saja, pernahkah kamu menangis gara-gara disuruh berhenti bermain oleh ayahmu? Kamu pernah mengalamikan? Memang anak seusia teman-teman paling hobi bermain. Karena hobinya, ee.. kadang-kadang belajarnya lupa! Tapi, tokoh yang satu ini berbeda. Sejak kecil, menghafal Al-Qur’an, menghafal hadits dan membaca buku lebih ia sukai daripada bermain yang tidak ada manfaatnya (sia-sia).

Beliau di waktu kecil disuruh sang ayah untuk menjaga toko. Di sela-sela kesibukannya itu, ia dengan tekun menghafal Al-Qur’an dan membaca buku-buku yang bermanfaat. Tidak heran, ia sudah hafal Al-Qur’an saat umurnya belum mencapai sepuluh tahun.

Nah, sudah tahukan siapakah ini? Beliau adalah ulama terkemuka di zamannya. Dialah Imam An-Nawawi. Beliau bersungguh-sungguh untuk menghafal Al-Qur’an dan hadits. Jadi kita harus lebih bersungguh-sungguh.

Referensi:

Ditulis ulang diubah seperlunya dari: Abu Umar Abdillah, 2012, Masa Kecil Para Ulama, Klaten: Wafa Kids.

WAKTUMU, KUALITAS HIDUPMU!

Oleh: Annafi`ah Firdaus

Jelas. Waktu itu lebih mahal daripada emas. Bagi siapa? Tentu bagi mereka yang punya cita-cita tinggi. Dengan segenap perhatian, mereka manfaatkan waktu dengan “pelit” agar waktunya tidak sia-sia. Dengan sangat teliti, mereka timbang-timbang hal-hal yang layak dilakukan dan ataupun layak ditinggalkan.

Bagi penuntut ilmu sejati, waktu; sesungguhnya modal baginya. Waktu inilah yang membuat penuntut ilmu bisa memberikan perhatian terbaiknya bersama ilmu. Ia bisa membaca buku, mengkaji, menulis, mendengarkan guru atau ulama berujar atau hal-hal lain yang membuat bertambahnya ilmu.

Adalah Ibnu Rajab Al-Hanbali, yang meski kita jarang mendengar namanya, tapi ada teladan mulia dalam memanfaatkan waktunya. Beliau pernah berkata, “Aku berusaha membatasi waktu seminimal mungkin waktu makanku. Sampai-sampai aku lebih menyukai makan roti kering yang dicelupkan ke dalam air agar mudah dicerna dan dikunyah, daripada harus memakan roti biasa. Hai itu aku lakukan agar waktu membacaku lebih banyak sehingga bisa menulis ilmu yang belum kuketahui.”

Dan ternyata, ada yang lebih “gila” lagi para ulama terdahulu dalam menuntut ilmu termasuk urusan membaca. Al-Lu`luai dituliskan dalam buku “Gila Baca ala Ulama” karya Ali bin Muhammad `Ali Imran pernah berkata, “Selama 40 tahun, aku tidak tidur siang ataupun tidur malam, serta tidak beristirahat sambil bersandar kecuali ada sebuah buku yang tergeletak di atas dadaku.”

Kawanku, tidakkah iri dengan kegigihan mereka dalam meraih ilmu? Mereka tetap istiqomah meski lelah fisik meronta-ronta. Mereka tinggalkan kesibukan dunia untuk sebuah kemuliaan dan harga diri; dengan memiliki ilmu.

Seharusnya kita segera sadar. Tentang waktu luang dan kesehatan yang telah berlalu dengan sia-sia.

“Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari)




Rabu, 23 Agustus 2017

KABAR-KABAR: TRAINING FOR TRAINER BERSAMA JAN



Trainer, motivator, guru, atau pembicara. Pernahkah mengalaminya? Atau berharap menjadi satu diantaranya?

Jalan trainer tidak selalu bertabur riuh tepuk tangan. Ada kalanya peserta diam malas mendengarkan. Mereka datang sekadar menggugurkan kewajiban. Ada kalanya peserta ramai riuh. Bukan karena antusias mendengarkan trainer. Tetapi karena asyik ngobrol dengan teman sebelahnya.

Bahkan ketika peserta sudah siap memperhatikan, rasanya tidak pernah tenang. Ketika maju ke depan, seluruh mata memandang. Tangan memegang mic, keringat bercucuran. Lidah kelu, jantung berdegup kencang. Rasanya ingin segera turun dari panggung pembicara. Tapi ketika merasakan hal-hal ini, akhirnya aku bertanya," untuk apa aku datang ke sini? Untuk apa aku memberanikan diri?" Alasan itulah yang membuatku bertahan tampil di depan sampai sekarang ini.

Menemukan alasan, berjuang, melatih kemampuan, mempelajarii buku ilmiah relevan, menjaga diri dengan ilmu agama yang mencerahkan, terus dan terus melakukan hal tersebut adalah kebutuhan. Kebutuhan untuk menjadi trainer andalan. Trainer yang ahli dan mencerahkan.

Mengajar tidak pernah lepas dari belajar. Trainer yang hebat terus belajar sampai ajal mendekat. Berbagi ilmu dan pengalaman adalah cara belajar yang menguatkan. Mari belajar bersama tentang dunia training. Be the best and keep on learning!

----------------------------------------

Mari belajar dan berbagi bersama kami. Tahun 2007-2017 beraktivitas di dunia training tentu masih banyak hal harus kami benahi. Oleh karena itu kami bekerjasama dengan Istrac (Islamic Training School) akan mengadakan acara ini:

🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
*Training For Trainer*

💐💐🎤🎤🎤💐💐
InsyaAllah akan diadakan pada:

🗓Sabtu, 26 Agustus 2017
08.30-14.45 WIB
👤Denis Dinamiz (Direktur Ide Kreasi Jan, Trainer, Penulis) dan Tim Jan
🏡 Fakultas Psikologi UGM

Dalam acara ini ada 3 hal penting yang akan kita pelajari:
1. Menjadi Muslim Trainer
2. Prinsip-prinsip Training
3. Praktik singkat

Kontribusi Peserta:
Mahasiswa : 35rb
Umum : 50rb

Fasilitas:
Handout & Makan Siang

CP:
WA 0857.293.293.04

Segera daftarkan diri anda dan bagikan informasi ini kepada teman anda. *Kuota terbatas 40 Orang*