Rabu, 18 Juli 2018

Menjadi Remaja Utama karena Membaca #2



#LesehanJAN

MEMULAI DENGAN MEMBACA

Siapa orang terhebat sepanjang masa? Nabi Muhammad SAW, tentu saja! Keindahan sifatnya, kehalusan sikapnya, kesejukan hatinya, ketajaman pikirnya, kekuatan fisiknya, kelembutan tuturnya, dan segala yang ada padanya adalah yang terhebat! Atau... kamu tidak banyak tahu tentang dirinya? Bisa jadi kamu kurang membaca...!

Manusia terhebat pastilah melalui tempaan terhebat. Ingatkah kamu apa yang awal mula diperintahkan Allah kepada Rasulullah? Buka aja Quran surat ke 96!

Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang menciptakan (QS. Al-Alaq : 1)

Iya 'kan? Beliau pertama kali diperintahkan untuk membaca? Hal ini juga menjadi kekuatan luar biasa bagi para sahabat dan ulama-ulama hebat Islam untuk mengikutinya.

Siapa sajakah mereka? Kita bahas bareng besok sambil Lesehan ya. Tata agenda kamu agar bisa datang ke:

#LesehanJumatJAN, besok Jum'at, 20 Juli 2018. Tema: *MENJADI REMAJA UTAMA KARENA MEMBACA.

Sub Tema: *MEMOTIVASI BELAJAR DENGAN "SUP BUAH BELAJAR"!*

Mulai jam 16.00-17.30

Tempat: Rumah Nah
(Kompleks PAPP Rumah Sajada, Sorolaten, Sidokarto, Godean.

Lokasi:
https://goo.gl/maps/otBder6sQwQ2

#biaya GRATIS!
#fasilitas : ilmu, snack, dan kopi spesial

Informasi Pendaftaran: 0856 0017 6738 atau 089667736149



Merangkul Sahabat Sebelum Terlambat






Saudara-saudariku seimpian, berapa banyak saudara di sekitar kita yang sedang jatuh? Jatuh karena tidak paham apa yang membahayakan dunia dan akhiratnya.

Dan adakah yang lebih mengenaskan daripada jatuh dan tidak merasa sedang jatuh? Jangan-jangan kita sendiri juga sedang jatuh tapi tidak tahu… Ya Allah, hanya Engkaulah penolongku… Aku berlindung kepada-Mu dari syirik yang kuketahui dan aku mohon ampunan atas syirik yang tidak kuketahui.

Saudara-saudariku seharapan, apakah layak kita beralasan tidak menolong orang yang jatuh karena dia tidak meminta bantuan kita? Atau kita takut ketika kita menarik lengannya, itu akan menyakiti dirinya? Lebih sakit mana, lengannya tergores karena tarikan kita ataukah rasa sakit yang luar biasa ketika akhirnya jatuh di ujung jurang? Ujung di mana penyesalan abadi menanti…

Sudah saatnya kita peka dengan sekitar kita. Melihat adakah yang jatuh, entah itu tersandung atau menjatuhkan diri, tidak peduli! Tidak perlu kata-kata untuk menjelaskan bahwa orang sedang terancam nyawanya. Bahkan lebih ngeri: terancam agama dan kehormatannya.

Dan sebelum menolong, coba tanya pada diri kita sendiri: Apakah kita yakin bahwa maksud kita benar-benar menolong atau kita hanya ingin tampak menolong? Memang, tampak luarnya bisa saja sama. Perbedaannya ada pada niat.

Dan tentu saja, menolong pun ada caranya. Sebisa mungkin tidak meninggalkan gurat luka. Meski menolong adalah maksud kita, tapi "cara" menjadi suatu pertanda. Niat baik harus selalu diikuti dengan cara yang baik juga.

Dengan hikmah. Cara itulah yang seharusnya kita pilih. Dan untuk menangkap hikmah, akal adalah alat untuk memahami, di samping hati untuk senantiasa merasakan dan peduli.

Terima kasih telah membaca. Saatnya merangkul sahabat kita dan melangkah bersama-sama. Kenapa bersama-sama? Karena betapa indah dan mulia ketika bisa melangkah bersama menuju ridlo-Nya dengan senantiasa merasakan dan mengingatkan sesama saudara ketika salah dan lupa. Dan tentu saja, dengan hikmah dari-Nya.


Materi Lesehan JAN “Menjadi Remaja Utama karena Membaca” (13 Juli 2018)






1.       Lesehan JAN kembali hadir dengan tema bulan ini "Menjadi Remaja Utama karena Membaca". Kita akan membedah buku. Buku yang dibedah pada sore hari ini adalah "BersamaMu, Wangilah Hidupku!"

2.       Buku kumpulan puisi dari Buletin Nih ini, ditulis oleh teman-teman Kusen JAN. Dikumpulkan dari buletin Nih edisi 1-20 yang terbit semenjak tahun 2015 hingga sekarang.

3.       Tentang remaja, masih ingat tentang masa remaja? Remaja adalah masa pembentukan identitas. Apa itu identitas? Identitas adalah susunan utuh psikis seseorang yang membedakan diri dengan dunia di luar dirinya. Si A berbeda dengan si B, jadi identitas A juga berbeda dengan identitas B.

4.       Pembentukan identitas adalah proses menentukan pilihan hidup. Tiga isu penting identitas yang berkaitan dengan pilihan hidup ada 3. Pertama yaitu ideologi & keyakinan, kedua pekerjaan/ karir, dan ketiga adalah pasangan hidup/ hubungan & cinta.

5.       Isu pertama adalah tentang ideologi. Pilihan pekerjaan, pasangan, dan aktivitas hidup itu bukan ideologi. Tetapi alasan memilih hal-hal tersebut yang seharusnya ideologis, yaitu memilih sesuatu karena mencintai Allah.

6.       Bahkan termasuk hal-hal yang sepele sekalipun. Karena dalam agama Islam, hal yang paling kecil sekalipun diatur tata caranya. Seperti contoh dalam hal urusan buang air kecil. Jika hal itu dilakukan dengan niat untuk mencari ridha Allah dan mencintai Allah, akan mendapatkan balasan terbaik dariNya.

7.       Bagaimanakah menanamkan rasa cinta kepada Allah? Imam Ghozali berpendapat proses penanaman akidah adalah: 1. Menghafal (sehingga terbiasa mengenal) 2. Memahami makna sedikit demi sedikit 3. Membenarkan kandungan dan isinya 4. Meyakininya bahkan mengamalkannya.

8.       Dan cara yang bisa dilakukan untuk mencapai hal-hal tersebut adalah dengan MEMBACA!
9.       Ada, orang yang hafal Al-Quran, memahami maknanya, tetapi tidak membenarkan kandungan dan isinya, apalagi meyakini. Bahkan malah menggunakannya untuk memecah belah orang muslim dengan pemahamannya.

10.   Berapa banyak buku yang kamu baca dalam jangka waktu 3 bulan terakhir? Seberapa pentingkah membaca buku menurutmu?

11.   Apakah kamu juga seperti ini? Semoga kamu termasuk orang-orang yang minat bacanya tinggi yaa.

12.   Salah satu cara untuk meningkatkan minat baca adalah dengan cara membacakan buku (kepada orang tersebut). Hal ini menjadikan orang yang dibacakan buku akan merasa tertarik dan penasaran sehingga dia akan membaca juga.

13.   BACALAH!!! Karena Allah telah memerintahkan kita untuk membaca. Bacalah dengan nama Allah yang menciptakan.

14.   Dari perintah Allah untuk membaca dalam Surat Al-Alaq 1-5 memiliki banyak hikmah.

15.   Hikmah pertama adalah membaca yang baik: dengan bismillah dan karena Allah. Bukan karena alasan lain. Niatkan lillah!

16.   Hikmah kedua; dalam belajar, hendak mengenal sifat-sifat Allah: Kholiq (Pencipta), Akrom (Mulia), Mu'allim (Pengajar).

17.   Akrom.  اقرأ وربك الاكرم Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Mulia. Seringkali kita merasa sudah terus menerus membaca tapi susah memahami, atau malah merasa tambah pusing. Hal ini menunjukkan bahwa yang memberikan pemahaman itu adalah Allah, bukan otak kita, bukan guru kita. Tetapi Allah.

18.   Hikmah ketiga: ketika belajar, kita harus merasakan menjadi makhluk (yang diciptakan, lemah), muta'allim (pembelajar, merasa sedikit ilmu), Qori' (menjadi pembaca, gemar baca).

19.   Hikmah keempat: Ilmu diperoleh dengan Qoro-a (membaca), Qolam (tulisan, kitab), ta'lim (majelis belajar).

20.   Hikmah kelima: surat ini diturunkan di awal nubuwwah sebagai persiapan agar menjadi solusi umat dan mengemban amanah nabi.







Rabu, 11 Juli 2018

Menjadi Remaja Utama karena Membaca


Menurut John Head, remaja adalah masa pembentukan identitas. Pada saat itu, ia sedang berproses menentukan pilihan-pilihan hidup sehingga dapat menjadi manusia dewasa yang tumbuh optimal. Kurang atau tidak adanya komitmen terhadap pilihan-pilihan hidup yang penting, dapat menyebabkan masalah psikologis ketika menjadi dewasa.

Nah, ILMU adalah hal utama yang perlu dimiliki untuk jadi remaja utama. Agar kita tahu, mana pilihan-pilihan hidup yang layak dipilih ataupun tidak layak dipilih. Langkah mendapatkan ilmu bisa dengan membaca buku, menulis ilmu dari memperhatikan guru, datang ke majelis, atau sarana sarana lainnya.

Bicara tentang membaca, berdasarkan survei yang dilakukan UNESCO pada tahun 2012 terhadap minat baca di 61 negara, Indonesia hanya 0,001 persen atau menempati peringkat kedua terendah dari negara yang disurvei. Artinya, hanya 1 dari 1000 orang Indonesia, yang berminat atau rajin membaca.

Sementara penelitian Perpustakaan Nasional pada 2017 tentang frekuensi membaca orang Indonesia, hasilnya adalah rata-rata hanya tiga hingga empat kali per minggu. Mereka membaca buku per hari rata-rata cuma 30-59 menit.

Data ini menunjukkan bahwa minat masyarakat Indonesia, termasuk remaja, masih rendah dan harus ditingkatkan. Apalagi jika kita mencitakan remaja kita, sebagai remaja utama pemimpin masa depan.

Lalu, apa saja hal-hal yang perlu dilakukan untuk mewujudkan remaja utama? Ilmu dan bacaan seperti apa yang diperlukan untuk mewujudkan remaja utama Indonesia?

Maka, Lesehan JAN hadir kembali dengan Tema: Menjadi Remaja Utama karena Membaca

Sub tema per pekan:

1. Jum'at, 13 Juli 2018: Mencintai Allah dengan "BersamaMu, Wangilah Hidupku

2. Jum'at, 20 Juli 2018: Bersemangat Belajar dengan "Sup Buah Belajar"

3. Jum'at, 27 Juli 2018: Lesatkan Semangat dengan" Kisah-kisah Teladan Para Pemenang"

Waktu  : Mulai jam 16.00-17.30

Tempat : Rumah Nah
(Kompleks PAPP Rumah Sajada, Sorolaten, Sidokarto, Godean.

Lokasi:
https://goo.gl/maps/otBder6sQwQ2

#biaya GRATIS!
#fasilitas : ilmu, snack, dan kopi spesial

Informasi Pendaftaran: 0856 0017 6738 atau 089667736149

More Information:

Telegram         : t.me/buletinnah
Twitter             : @buletinnah, @JANtraining
Instagram        : @buletinnah, @jantraining
Webblog          : buletinnah.com
Top of Form
Bottom of Form

YOUNG MAN, PROTECT ALLAH!



@prouchannel @denizdinamiz 

Ada hadits yang dinarasikan oleh Tirmidzi; Abdullah bin Abbas bercerita bahwa pada suatu hari dia sedang berkendara di belakang Rasulullah dan Rasulullah mengatakan, "Wahai pemuda, akan aku beritahu kepadamu beberapa kata (nasihat); jagalah Allah dan Allah akan menjagamu. Jagalah Allah dan Dia akan berada di sampingmu."

Maksud dari "menjaga Allah" di sini adalah bahwa kita harus menjaga hubungan kita dengan Allah. Kita harus menjaga shalat/ibadah kita. Kita harus menjaga waktu kita untuk membaca Al-Qur'an. Kita harus menjaga iman kita terhadap Allah.

Jika kita mampu melakukannya, Allah pasti akan menjaga kita. Allah akan memberikan kita apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan. Dan kedua, jika kita mengingat Allah, Allah akan selalu berada di samping kita, in syaa Allah.

Selasa, 10 Juli 2018

SET YOUR PRIORITIES


@prouchannel @denizdinamiz 

Salah satu tantangan sebagai seorang remaja adalah.. mengatur waktu. Kamu harus menentukan prioritasmu. Hal-hal utama yang pertama.

Ada sebuah hadits tentang Rasulullah . Seorang Sahabat bertanya kepada Beliau, "Ya Rasulullah, apakah amalan utama yang dicintai oleh Allah?" Maka Rasulullah menjawab, "Tunaikanlah shalat tepat pada waktunya."

Lalu Sahabat tersebut bertanya lagi, "Ya Rasulullah, apakah amalan yang paling favorit yang Allah cintai?" Dan Beliau menjawab, "Birrul walidain, hormati dan berbuat baiklah kepada orangtuamu."

Dan ketiga, dia bertanya lagi, "Ya Rasulullah, apakah amalan yang paling baik dan yang paling dicintai oleh Allah?" Dan Beliau menjawab, "Jihad fi sabilillah, berjuang semaksimal mungkin di jalan Allah."

Semoga kamu bisa melakukan yang terbaik. Hal-hal utama yang pertama. Tentukan prioritasmu."





ASK ONLY TO ALLAH


@prouchannel @denizdinamiz 

Ada pesan lain untuk kalian, para pemuda, dari Muhammad Rasulullah . Dalam hadits yang sama untuk Abdullah ibnu Abbas رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ketika dia sedang berkendara di belakang Rasulullah. Rasulullah mengatakan.. "Wahai pemuda, saya punya beberapa nasihat untukmu. Jagalah Allah dan Allah akan menjagamu. Jagalah Allah dan Allah akan berada di sampingmu. Jika kamu (ingin) meminta, mintalah kepada Allah. Jika kamu butuh bantuan, mintalah bantuan kepada Allah."

Hal yang kedua, "jika kamu butuh bantuan, mintalah kepada Allah," artinya apa? Artinya adalah.. kamu punya kebebasan untuk tidak meminta kepada orang-orang. Tidak meminta bantuan kepada makhluk. Kamu meminta bantuan kepada Allah, Tuhan kita.

Ini artinya, kita punya kebebasan untuk tidak memiliki ketakutan/kekhawatiran karena hal-hal yang lain (selain Allah).

Mintalah kepada Allah. Mintalah bantuan kepada Allah.


Sabtu, 30 Juni 2018

Sudah Tiba Saatnya


Oleh: A. Yusuf Wicaksono 

Tengoklah kanan kiri, tidakkah kalian menyaksikan betapa banyaknya orang yang sedang menerima cobaan. Betapa banyak orang yang sedang tertimpa bencana. Telusurilah, di setiap rumah pasti pernah ada yang merintih dan setiap pipi pasti pernah basah oleh air mata.

Sungguh, betapa banyak penderitaan yang terjadi. Betapa banyak orang yang sabar menghadapinya. Maka kalian bukanlah satu-satunya yang mendapat cobaan. Bahkan mungkin penderitaan kalian tidak seberapa dibandingkan dengan cobaan orang lain. Betapa banyak orang di dunia ini yang berbaring di atas ranjang-ranjang yang hanya bisa membolak-balikkan badannya, lalu merintih kesakitan dan menjerit menahan nyeri.

Betapa banyak orang yang di penjara selama bertahun-tahun tanpa penah dapat melihat sinar matahari dan hanya mengenal jeruji-jeruji besi. Betapa banyak orang tua yang harus kehilangan buah hatinya yang masih muda belia dan lucu-lucunya, atau yang sudah remaja dan penuh harapan. Betapa banyak orang yang menderita, belum lagi harus setiap saat menahan himpitan hidup.

Kini, sudah tiba saatnya kalian untuk memandang diri, kalian mulia bersama orang yang mendapat cobaan. Sudah tiba pula saatnya kalian menyadari bahwa dunia ini merupakan penjara bagi orang-orang mukmin dan tempat cobaan. Mungkin saat ini harta melimpah, badan sehat, dan keturunan banyak. Namun dalam hitungan hari saja semua bisa berubah. Jatuh miskin, kematian datang secara tiba-tiba, perpisahan yang tak dapat dihindari, dan sakit yang tiba-tiba menyerang.

Banyak yang dapat dijadikan contoh. Nabi Zakariya dibunuh kaumnya, Nabi Yahya dijagal, Nabi Musa dikejar-kejar dan dibunuh, dan Nabi Ibrahinm dibakar. Cobaan-cobaan itu juga menimpa para khalifah Rasulullah. Umar dilumuri darahnya sendiri, Utsman dibunuh diam-diam, dan Ali ditikam dari belakang.

Amal Tanpa Ilmu


Oleh: Siti Muti`ah 

“Orang yang beramal tanpa ilmu bagai orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Sudah dimaklumi bahwa orang yang berjalan tanpa penuntun akan mendapat kesulitan dan sulit untuk selamat. Taruhlah ia bisa selamat, namun itu jarang. Menurut orang yang berakal, ia tetap saja tidak dipuji bahkan dapat celaan.” Ibnu Qayyim Al-Jauziah.

Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan, “Orang yang berjalan tanpa ilmu seperti orang yang berjalan bukan pada jalan yang sebenarnya. Orang yang beramal tanpa ilmu hanya akan membuat kerusakan dibanding mendatangkan kebaikan. Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh, namun jangan smpai meninggalkan ibadah. Gemarlah pula beribadah, namun jangan sampai meninggalkan ilmu. Karena ada sebagian orang yang gemar ibadah, namun meninggalkan belajar.”

Jadi, mengapa kita harus memiliki ilmu sebelum beramal? Karena, ilmu adalah penghidup hati dari kebodohan dan lentera dari penglihatan dari kegelapan. Dengan ilmu, seseorang akan sampai pada kedudukan orang-orang pilihan dan derajat yang tinggi di dunia dan akhirat. Tafakkur dalam ilmu menyerupai ibadah puasa, mempelajarinya menyerupai ibadah shalat malam. Dengan ilmu, hubungan silaturahmi akan terjalin dan bisa diketahui yang halal dan yang haram. Ilmu adalah imamnya amal. Orang-orang yang beruntung akan mendapat petunjuknya, dan orang-orang durhaka akan diharamkan memperolehnya.

Gimana, masih mau beramal tanpa ilmu?