Rabu, 15 November 2017

PEREMPUAN ITU

Oleh: Muhammad Fakih

Kuingat perempuan itu
Dalam rahimnya aku tumbuh
Aku meloncat berputar
Dan menendang-nendang sepuasku

Aku tak tahu
Kalau perempuan itu menderita karenanya
Tapi aku yakin
Perempuan itu juga amat bahagia

Ibu...
Engkaulah perempuan itu
Perempuan yang kusayangi sepenuh hati
Tak ada kasih sayang setulus milikmu
Tak sanggup aku membalas kasihmuMANDIRI

MANDIRI

Oleh: Deniz Dinamiz 


Remaja yang komitmen dan tidak mudah galau disebut remaja utama. Seorang remaja utama tidak bingung dengan arah hidupnya. Dia menjadi pribadi mandiri yang bisa mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Dia yakin bahwa tindakan dan pilihan hidup yang diambil adalah bagian dari langkah mencapai target idealnya. Dia memegang teguh ideologi nya.

Papalia, seorang psikolog perkembangan, menyebutkan 3 isu utama yang mempengaruhi apakah seorang remaja memiliki komitmen kuat pada identitas dirinya (atau disebut remaja utama):
1. Ideologi
2. Cita-cita profesi
3. Hubungan dan cinta

Ideologi adalah isu yang pertama. Ideologi adalah ilmu dan konsep tentang apa yang dianggap ideal, sukses, prestatif. Apakah target ideal kita dalam hidup ini? Kaya raya? Jadi Direktur muda? Punya pasangan rupawan dan setia? Punya banyak pengikut di sosial media?

Ingatlah, Allah mengajari kita tentang apa yang seharusnya dicari dalam hidup ini: sukses di kampung akhirat.

Hal ini diperjelas dengan apa yang Rasulullah sabdakan: ”Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada hatinya, memudahkan urusannya dan dunia (yang hina ini) akan datang kepadanya (dengan sendirinya), dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan (rasa) fakir kepadanya, mempersulit urusannya dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali apa yang sudah ditetapkan baginya.” (HR At-Tirmidzi).

Akankah anak kita kelak menjadi remaja utama yang berpribadi mandiri? Bukan sekadar makan dengan tangan sendiri. Dia menjadi pemuda yang tegak berdiri pada pilihan hidup dan ideologi yang diyakini. Berani menghadapi tantangan karena kebenaran menjadi pijakan. Bahkan ketika harta, kedudukan, keluarga, bahkan nyawa menjadi taruhan. Siapkah mereka? Oh bukan. Siapkah kita, memberi contoh dan mendidik mereka ke sana?

ide·ol·o·gy /noun/
: the set of ideas and beliefs of a group
: visionary theorizing
: a systematic body of concepts especially about human life

#remajakece #remajautama #mandiri #berani #ideologis

KENDARAAN PERJUANGAN

Oleh: M. Fatan Fantastik

Syahdan, saat pak Dirman memutuskan meninggalkan kota Jogja untuk bergerilya, kondisi fisik beliau amat lemah. Sejak pagi, hanya sedikit makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut. Apalagi Pak Dirman masih dalam kondisi sakit, yang masih memerlukan perawatan khusus. Tapi, tugas perjuangan telah menanti...

Rombongan Pak Dirman terdiri dari dua orang ajudan, seorang dokter pribadi untuk merawat pak Dirman, serta satu kompi pasukan pengawal. Ditambah beberapa orang lainnya yang sebenarnya bukan staf Pak Dirman tetapi tetap memilih ikut.
Rombongan ini menempuh perjalanan dengan berbagai "kendaraan", khususnya bagi Pak Dirman yang sedang sakit. Kadang, beliau ditandu. Bahkan pernah juga menggunakan dokar. Tetapi karena tak ada kuda, jadilah dokar itu ditarik oleh para pengawal. .

Kita tahu, hampir 7 bulan lamanya pak Dirman melakukan perang gerilya melawan penjajah Belanda, dalam kondisi sakit yang membuat payah jiwa dan raga. Dari gunung ke gunung, dari lembah ke lembah, dari kampung ke kampung, para pejuang dan rakyat terus mengumandangkan himbauan: "Pak Dirman ada di tengah-tengah kita!"

Tak main-main. Rute gerilya ini mencapai panjang 1.009 kilometer, yang sebagian besar ditempuh dengan berjalan kaki!

Hingga akhirnya, perjuangan berat itu berbuah. Penjajah Belanda yang kewalahan dipaksa kembali ke meja perundingan. 10 Juli 1949, Pak Dirman kembali ke Yogyakarta. Merdeka!


Senin, 06 November 2017

PETANI

Oleh: Novtinof K

Petani...
Pekerjaanmu sungguh mulia
Jasamu tiada tara
Perjuanganmu tak akan sia-sia
Keringat yang mengguyur tubuhmu
Itulah buktinya

Petani...
Kini padimu mulai menguning
Senyum terlihat di wajahmu
Padimu berguna bagi manusia
Entah sekarang atau esok
Tuk penopang hidup
Yakinlah jasamu amatlah mulia

*Naskah lolos KUSEN per 3 November 2017 

Senin, 30 Oktober 2017

PETA-KAN HIDUPMU!

Oleh: Deniz Dinamiz

Apa rencanamu 1 tahun ke depan? Lulus sekolah atau naik kelas? Lalu, apa rencanamu 5 tahun, 10 tahun, sampai 20 tahun lagi? Buat kamu yang nggak punya rencana, siapin aja kata-kata sambutan:

SELAMAT DATANG KEGAGALAN, SELAMAT TINGGAL KESUKSESAN!!

Pernah denger kalo kegagalan dalam merencanakan berarti merencanakan kegagalan? Yap. Betul itu. Punya rencana matang aja masih ada kemungkinan nggak langsung berhasil, apalagi nggak punya rencana. Dijamin gagal !! (Mendingan juga dijamin halal…)

Nih, simak dong, pengalaman seorang pemuda yang berhasil menundukkan sebuah kota bernama Konstantinopel di usia 23 tahun!! Hehe.. Hebat ‘kan? Kenal dong ama dia? Kalau belum, yuk kenalan…

Namanya Muhammad Al-Fatih. Sejak kecil dia udah nyiapin segala yang diperlukan untuk jadi panglima jempolan. Yang pertama dan utama mulai dari kekuatan ruhani. Al-Fatih udah ngasah kekuatan ruhaninya dengan tidak pernah kelupaan untuk sholat malam atawa tahajud sejak dia udah baligh!! Naah… Kalo kamu gimana? Sholat lima waktu udah biasa di masjid? Alhamdulillah kalau udah. Semoga bisa merasakan indahnya sholat penuh kekhusyukan!

Terus, untuk ngelatih kekuatan fisiknya dalam berperang, Al-Fatih di waktu siang berlatih dengan memanah, bergulat, berkuda, dan segala macem latihan ketrampilan berperang lainnya. Tentu saja dengan selalu setia menunjukkan contoh yang terbaik untuk pasukannya!
Kalo malem, tidur dong? `Kan capek? Weits, kalau Al-Fatih malem dipakai untuk mengasah kekuatan akalnya dengan belajar Islam, strategi perang, dan ilmu-ilmu lainnya!! Gimana nggak jagoan? Nggak heran orang Islam pernah dibilang bagaikan “singa perkasa di siang hari, rahib di malam hari”. Udah siangnya semangat kerja tiada tara, malemnya penuh dengan dzikir dan tafakur atawa berfikir kepada Allah Ta’ala. Inilah Islam dengan wajahnya yang mempesona.

Kalau kamu gimana? Siangnya maen game, malemnya nonton bola? Yah… sayang sekali waktunya kurang disayang ya. Duuh kasian.. waktu nggak disayang sama yang punya…
Nah, kalau Al-Fatih udah punya rencana nundukin Konstantinopel sejak masih kecil dan udah mempersiapkan dirinya jauh-jauh hari, kalo kamu mau gimana? Apa dong rencana kamu? Seperti apa PETA HIDUPmu? Mau terus pasrah nunggu apa pun yang bakal terjadi dengan diri kamu? Atau kamu ingin menjadi penentu pertama dan utama dari nasib kamu? Ingat lho.. Allah nggak akan ngerubah apa-apa yang ada pada suatu kaum tanpa dia ngerubah apa-apa yang ada pada dirinya sendiri!! Jadi, tunggu apalagi? PETA-KAN HIDUP INI, ‘TUK RAIH RIDLO ILAHI! CIHUY!!!***


Sumber: Buletin Nah 30 

SANG PEMBELAJAR SEJATI

Oleh : Annafi`ah Firdaus

Siapa namamu wahai lelaki muda?” tanya Muslim ibn Khalid Az-Zanji; seorang imam, mufti, dan faqih Makkah. Suatu hari dia melihat seorang anak yang berpenampilan menarik hati. Bocah tersebut sedang menghafal syair `Arab yang indah.

 “Muhammad bin Idris,” Jawabnya dengan singkat.

Setelah diketahui lebih lanjut lagi, ternyata anak ini adalah seorang yatim yang berasal dari keturunan Muthalib ibn `Abdi Manaf. Adapun Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam adalah buyut dari Hasyim ibn `Abdi Manaf, kakak Muthalib. Ternyata masih keturunan Quraisy.

Apa yang kau lakukan di kota ini, Anakku?” Tanya Muslim

Belajar bahasa, nahwu, juga sharahnya serta menghafalkan syair-syair `Arab.”

Ketahuilah Nak, alangkah indahnya jika kefasihan lisanmu dan merdu suaramu digunakan untuk menjaga Sunnah Rasulullah. Menjaga hukum-hukum islam pada manusia. Mengajari mereka fiqh sehingga memahami agama ini.”

Nasehat Muslim ibn Khalid Az-Zanji telah menyengat Muhammad bin Idris untuk mempelajari Sunah Rasulullah dan fiqh. Usia 15 tahun anak ini kembali ke Mekkah usai melakukan pengembaraan ilmu. Saat itu, oleh Muslim ibn Khalid Az-Zanji diminta duduk ditempat biasa mengajar dan berfatwa.

Berfatwalah Nak, sungguh tiba saatnya bagimu untuk berfatwa.”

Nasehat sang guru itulah yang menjadi awalan. Menghafal Al-Quran di usia 7 tahun, menyelesaikan Al-Muwatha` karya Imam Malik di depan penulisnya Imam Malik pada usia 10 tahun. Taukah siapa dia? Ya, beliau adalah Imam Syafi`i. Nih !


Sumber: Nah 1 

KEMANAKAH PAHLAWAN ITU?

Oleh: Fadlan al-Ikhwani

Dari mana asalnya mutiara? Terbentuk sendirikah? Tidak! Berkat pengorbanan si kerang ia terbentuk. Ketegaran menghadapi rasa sakit, kesabaran merasakan penderitaan, masuknya benda asing ke dalam cangkang yang sakitnya luar biasa itulah yang membentuk batuan indah, mutiara. Dan, nilai sebutir mutiara lebih mahal dari berkilo-kilo batuan kali.

Coba bandingkan dengan kerang biasa yang tidak mau berkorban. Tidak mau menanggung rasa sakit. Tidak mau ada benda asing yang masuk ke dalam cangkangnya. Ia akan jadi kerang murahan. Dijual di pasar dengan harga rendah. Dua ribu rupiah sudah dapet 5 tusuk. Sate kerang! Sate kerang!

Hidup adalah perjuangan, Kawan. Setiap perjuangan pasti butuh pengorbanan. Jelas! Setiap kesulitan yang menimpa, jika kamu mau menghadapi dengan sabar, akan menghasilkan mutiara-mutiara indah di hadapan Allah. Apakah mutiara itu? Surga!

Ya! Surga! Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Siapa yang tidak ingin surga? Ada yang tidak ingin surga?

Perang uhud adalah contoh perjuangan yang memerlukan pengorbanan. Kaum muslimin betul-betul diuji pada perang ini. Berat sekali ujiannya. Bayangkan! Sekitar tujuh puluh orang sahabat gugur sebagai syuhada. Termasuk pamanda Rasulullah Saw tercinta, Hamzah. Ia gugur dengan usus terburai. Hidungnya terpotong, telinganya juga. Mush'ab bin Umair juga syahid dengan tubuh terpotong-potong.

Kekalahan di Uhud adalah pil pahit bagi kaum muslimin. Pasukan pemanah telah lengah. Mereka tidak mengindahkan seruan Nabinya untuk tidak turun gunung, apapun yang terjadi. Namun mereka nekad meninggalkan pos-nya, lantaran tergoda oleh ghanimah (harta rampasan perang). Akibatnya, pos pertahanannya diserang oleh pasukan Khalid bin Walid. 

Pasukan muslimin pun dibuat kocar-kacir. ENDing-nya: kekalahan di pihak kaum muslimin.
Itulah sekilas fenomena Uhud. Namun di sisi lain, Uhud adalah rahasia Allah. Mengapa bisa begitu? Karena pada perang ini terkuak. Siapa yang mukmin dan siapa yang munafik. Perang ini juga merupakan bentuk kasih sayang-Nya. Lho kok? Iya! Karena perang ini banyak ”mewisuda” para sahabat terbaik menjadi syuhada. Bukankah memang itu yang mereka damba-dambakan? Berjumpa Rabbnya  dengan tubuh penuh luka. Berdarah-darah. Tapi, kelak akan diganti lumuran darahnya itu dengan wangi kasturi. Dan, disambut oleh para bidadari bermata jeli. Duh suenengnya.

Rasa sakit dalam setiap perjuangan adalah tempaan, yang akan membuat hidup lebih bermakna. Maka, tantangan dan kesulitan yang menghadang, jangan sampai menjadikan dirimu lemah. Apalagi sampai mundur dan surut ke belakang. Kata seorang penyair Arab, Al-Mutanabbi, “Kalau bukan karena kesulitan, maka semua orang akan jadi pahlawan.” 


Sumber: Buletin Nah #4

Menyambut Cahaya Penerang Jiwa

Oleh: Amin Novianto 

Beragama namun kosong jiwa. Apakah mungkin? Jika itu terjadi maka sungguh betapa mengkhawatirkan. Padahal bagi setiap muslim, tidak semestinya demikian. Semakin paham agama, semakin tenang jiwa. Jika tidak, pasti ada yang salah pada diri pelakunya, bukan Islamnya yang salah.

Ada proses yang harus selalu dijalani. Setiap saat bersamaan dengan berlalunya waktu. Proses ini adalah proses panjang, bahkan hingga nyawa teregang. Inilah proses penyucian jiwa.

Di dalam Al-Qur'an ada beberapa kata yang berkaitan dengan jiwa; antara lain: Nafs, Ruh, Qolb, Aql, Jism, Insan, Nas, Basyar, Ins, dan Fitrah. Pembahasan mengenai beberapa hal terkait dengan jiwa itu tak bisa selesai dalam waktu pendek. Maka pada pertemuan Lesehan Jum'at Jan (19/10/2017) ini baru sebatas perkenalan saja yang disampaikan oleh Pak Denis.

Dalam sudut pandang akademis pada umumnya, mempelajari tentang kejiwaan secara khusus dikaji dalam ilmu Psikologi. Psikologi mempelajari tentang perilaku dan potensi perilaku manusia. Jauh sebelum teori-teori Psikologi itu muncul dan berkembang Islam telah lebih dahulu memberi petunjuk. Pada beberapa pertemuan ke depan, forum Lesehan Jum'at JAN akan mempelajari bersama dalam rangkaian tema "Psikologi Islam."


Selasa, 24 Oktober 2017

UNTUK SIAPA SEGALA KARYA?

Oleh: Eko Megawati

Untuk siapa kita berpayah-payah mengerjakan tugas yang menguras pikiran? Untuk siapa kita bekerja keras mengumpulkan harta hingga peluh membasahi raga? Untuk siapa kita berlelah-lelah mendayakan energi kita dalam mengerjakan banyak hal yang kita suka ataupun mungkin tidak kita suka? Lantas, bagi mereka yang senang bersantai dan memanjakan dirinya, untuk siapa segala yang dilakukannya?

Mungkin di antara kita ada yang sering melalaikan amanah dan kewajibannya. Ada pula yang lalai pada janji dan tanggung jawab yang sepantasnya kita jaga. Dengan berbagai alasan kita menyangkal, berdalih bahwa berbagai kesibukan telah menyita waktu kita. Adakah demikian?
Tentu saja kita akan disibukkan oleh berbagai urusan. Bahkan mereka yang berstatus sebagai pengangguran sekalipun akan disibukkan dengan segala sesuatu yang menjadi ujian kehidupan. Untuk itulah sebuah nasihat pernah diajarkan, jika kita tidak disibukkan oleh kebaikan, maka kita akan disibukkan dengan perkara keburukan. Sobat, hendak memilih kesibukan yang akan mengantarkan ke surga, atau justru menjadi penjerumus ke neraka? Semoga Allah menjaga kita dari segala perkara yang sia-sia. Semoga Allah selalu menunjuki kita kepada jalan lurus yang diridhoi-Nya.

Sobat, mungkin kita perlu mengingat Quran Surat Ali-Imran ayat lima yang disampaikan kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW, bahwa “Sesungguhnya, bagi Allah, tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.” Di dalam firman-Nya yang lain turut disebutkan bahwa sesungguhnya Allah benar-benar mengawasi, bersama kita di mana saja kita berada. Allah pulalah yang melihat sesiapa di antara hamba-Nya yang berdiri untuk shalat, dan melihat pula perubahan gerak badan seseorang di antara orang-orang yang sujud. “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati” (Ghafir: 19).

Sobat, apapun yang kita kerjakan, tentu Allah Maha Melihat. Apapun yang terbersit dalam niatan kita, tentu Allah mengetahui. Jadi, jangan pernah lelah memohon pertolongan dan kasih sayang Allah. Jika rasa bosan mulai menghampiri aktivitas kebaikan yang kita lakukan, ingatlah Allah sebagai tujuan. Tak ada sesuatu perbuatan yang kita anggap sangat remeh sekalipun yang tidak diganjar oleh Allah. Sebagaimana Luqman mengingatkan kepada anaknya tercinta, “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman: 16).

Jika kita seringkali lalai, mungkin ada niat yang harus diluruskan. Jika kita seringkali abai dengan seruan kebaikan, mungkin perlu menambah ilmu untuk menguatkan iman. Jika hati terasa kering dan gersang, emosi seringkali tak bisa dikendalikan, mungkin kita sedang diingatkan untuk kembali mengingat Dzat Yang Maha Pemberi Kesejukan. Mungkin kita sedang diingatkan untuk senantiasa mengingat Allah di segala kesibukan. Jadi, untuk apa segala karyamu?


Sumber: Buletin Nah #36 

Senin, 23 Oktober 2017

PEMUDA KITA


Oleh: Annafi`ah Firdaus 

Apabila pemuda enggan membaca
Tak peduli sesama
Hanya berebut wanita
Tergila-gila dengan lelaki durjana
Diperdaya oleh nikmat dunia
Akan jadi apa bangsa kita?
Bangsa yang sejatinya
Berharap besar kepada pemudanya

Tengoklah para pemuda utama kita
Mereka tiada galau dan nelangsa
Senantiasa teguh beragama
Perjuangan adalah nafas utama
Membaca adalah kesibukannya
Menjaga diri menjadikannya perwira
Hingga mereka dibanggakan penduduk surga
Sebagai bonusnya
Penduduk dunia mencintainya

Akankah engkau termasuk pemuda utama?

*Naskah lolos KUSEN per 20 Oktober 2017