Sabtu, 31 Juli 2010

Cita-cita yang AHA Punya!


Sudah punya cita-cita?
Sudah AHA punya kah cita-cita itu?
Cita-cita? AHA punya? Makanan darimana ya?

Inilah tema Curhat Remaja MQ 92,3FM Jogja edisi 20 Rajab 1431/ 3 Juli 2010 bersama Mr. Deniz Dinamiz dan host Zulfan Akbar.

Menurut KBBI terbitan Balai Pustaka tahun 1998, cita-cita adalah sesuatu yang sangat diinginkan. Nah, sudah punya cita-cita semua? Sudah punya sesuatu yang sangat diinginkan ya? Tapi ternyata belum cukup jika hanya sekedar cita-cita. Dia (cita-cita) juga harus AHA punya…

Apa sih yang dimaksud AHA punya?

Akal. Iya, cita-cita yang baik itu harus masuk akal. Punya bayangan yang jelas seperti apa dan tahu bagaimana cara mencapainya.

Hati. Kalo sudah sesuai dengan akal, berikutnya adalah sesuai dengan hati. Bener nggak sih kalo cita-cita itu memang dari hatimu? Atau cuma karena disuruh orangtua? Atau ikut-ikutan teman aja? Atau hanya mengejar prestise belaka? Ah, nggak jamannya… Misal nih, ortu pingin banget kamu jadi dokter, padahal kamu aja ngeri liat darah. “Pokoknya kamu harus jadi dokter, Nak” kata ayah-bunda dan kamu cuma ‘iya’ aja. Wah, bisa bahaya. Awalnya pingin berbakti pada orangtua, tapi hati justru tersiksa…

Allah. Cita-cita kita sudah sesuai akal, juga sudah pas di hati, trus yang paling penting ini ni, harus sesuai sama Ilahi Robbi. Jangan sampai niat kita sebelumnya, cara kita mencapainya, dan sikap kita sesudah mendapatkannya nggak sejalan dengan kehendak Allah Ta’ala. Justru cita-cita kita itu harus bisa jadi sarana untuk mencari ridho-Nya, jadi kontribusi terbaik di dunia untuk meraih surga... (an)

1 komentar:

  1. 1.salah satu cita-cita saya ingin terbang, bukan dengan pesawat atau alat terbang lainnya. menurut teman saya itu tidak msk akal, apa iya?
    2.jika akhirnya ortu nggak ridho dan murka? bukankah ridho ortu a/ ridho Allah. murka ortu,murka Allah
    3.jika seandainya urutannya bkn akal,hati, Allah. tapi Allah, hati, akal? saya coba, hasilny bagus Allah, Hati, akal...
    mohon dikritik

    BalasHapus