Sabtu, 31 Juli 2010

Impian Dahsyat yang Bikin Giat!


“Apa sih, bedanya mimpi, impian dan obsesi?”

Mr. Fatan Fantastik membuka Curhat Remaja edisi 13 Sya’ban 1431/ 24 Juli 2010 dengan menyampaikan pertanyaan salah satu peserta TCT (The Courtesy Training, training rutin JAN inc. setiap hari Jum’at).

Secara garis besar mimpi, impian dan obsesi itu sama. Yang membedakan adalah dia punya tanggal atau tidak, dia yakin atau tidak dan dia menuliskannya atau tidak. Lho? Kok gitu? Apa iya itu bisa bikin giat?

1. Punya tanggal. Misalkan tahun, syukur-syukur bulannya, lebih bagus dengan tanggalnya. Batas waktu yang kita siapkan itu Insya Allah akan bikin kita makin semangat. Nggak cuma sekedar, “Besok aku pingin jadi ini”. Besok itu kapan? Nggak jelas kan? Beda kalo kita beri waktu yang jelas. Misal, “Besok tahun 2033 Insya Allah aku akan jadi The Director of International Medical Center.” Target dan rencana aksi kita akan makin tertata.

2. Yakin. Kalo kita aja nggak yakin pada impian kita, siapa lagi yang mau meyakininya? Yakin bahwa Insya Allah kita akan menjadi yang terbaik di bidangnya. Dan kita juga harus yakin bahwa impian kita, cita-cita kita di dunia itu bukan tujuan, melainkan sarana. Ya, sarana untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi di akhirat sana, yaitu surga.

3. Tertulis. Tulis di selembar kertas, kemudian tempelkan. Karena dengan menuliskan dan menempelnya, kita akan sering membacanya. Kalo sering dibaca, kita akan mengingatnya. “Aku mau makan, kuingat kamu. Aku mau tidur, kuingat kamu. Aku mau pergi, kuingat kamu, Impianku…” Kalo tiap saat ingat impian kita, pasti kita akan berjuang sekuat tenaga untuk meraihnya…

Mas, kita udah punya tanggal, udah yakin dan udah menuliskannya, tapi gimana dong kalo target kita belum tercapai juga? Apa itu dah takdir ya?”, tanya salah satu Sahabat MQ di line sms.
Sukses itu akan jauh lebih indah jika kita merasakan hal lain, termasuk kegagalan. Kita bisa mengatakan manis kalo sudah merasakan yang asem, atau bahkan yang pahit kan? Begitu juga dengan target-target kita. Pilihannya, kalo itu belum tercapai karena kemampaun kita, ya naikkan kapasitas kita agar sebanding dengannya. Atau justru yang kita naikkan adalah targetnya, karena bisa jadi, sebenarnya kemampuan kita melebihi target tersebut. Tentang takdir, Umar ra. pernah berkata,”Aku lari dari takdir Allah yang satu ke takdir Allah yang lain, juga atas takdir Allah.”

Masih di line sms, “Kalo kita harus yakin, gimana ya, untuk mengatasi ragu-ragu?
Mintalah pada Allah agar menjadikan kekuatanmu setinggi impianmu. Jangan meminta agar impianmu setinggi kekuatanmu… Do’a yang menarik kan?

Selamat menjadi giat karena impian yang dahsyat! Ciiaaat…!!! (an)

1 komentar:

  1. aslm...
    sya tak pernah menulis mimpi saya
    tapi alhamdulillah mimpi saya tercapai semua
    hanya berbekal yakin saja
    usaha dan doa otomatis tergerak
    bagaimana menurut bapak?

    BalasHapus