Kamis, 20 Januari 2011

Menyoal Karakter *

Pekan ini kita kedatangan jawara baru! Bicara soal pendidikan, lebih khusus ke pendidikan karakter. Inilah dia:

Menyoal Karakter
Muhammad Fatan Fantastik

Ada banyak pertanyaan tentang karakter yang perlu kita jawab.

Yang pertama: apa itu karakter? Jawaban ini, jika salah, akan berdampak teramat fatal pada proses selanjutnya. Misal, ada orang yang asal jawab. “Karakter itu”, katanya, “adalah gorengan”. Apa akibatnya? Maka, proses pembuatannya jadi bermasalah. Karena, kalau karakter itu gorengan, maka perlakuannya pun (untuk membentuk karakter) mirip dengan orang membuat gorengan. Bisa runyam akibatnya. Jadi, jangan sepelekan menjawabnya.

Yang kedua, proses “pembuatannya”. Ini juga nanti terkait erat dengan pengertian karakter di awal. Kalau sudah jelas apa itu karakter, proses terjadinya juga perlu kita pahami. Jawaban ini mungkin akan membawa kita pada serangkaian proses terjadinya karakter, tahapan-tahapannya.

Yang ketiga: apa saja yang berpengaruh terhadap terbentuknya karakter? Mana yang membentuk karakter, mana yang meruntuhkannya. Hal apa yang berdampak pada karakter yang baik, mana yang berdampak pada yang buruk.

Yang keempat: bagaimana konsep ini dalam Islam, terutama dalam kajian para ulama terdahulu? Seorang ustadz pernah menyampaikan bahwa bahasan tentang karakter ini sangat dekat dengan kata akhlaq. Ini tentu menarik untuk digali lebih dalam.

Yang kelima: contoh-contoh nyata dalam sejarah yang telah berhasil membangun karakter. Baik di lingkup pribadi maupun di lingkup bangsa atau ummat. Bagaimana kisah sukses mereka? Apa saja tantangan yang mereka hadapi? Patut untuk diselidiki.

Jadi, memang banyak yang harus dijawab.

*) naskah of the week pekan ke-2 Shafar 1432 H

1 komentar:

  1. konsep pembentukan karakter manusia dapat dilihat dari banyak aspek. Menurut ilmuan Barat lebih memandang manusia dari kaca mata empiristik. Sedangkan dalam perspektif Islam, manusia dipahami sebagai makhluk yang memiliki potensi fitrah dimana terdapat daya-daya yang dapat memunculkan sebuah sikap dan perilaku yang tidak lepas dari stimulus dari luar. Artinya, Islam memandang, karakter manusia tidak murni karena faktor potensi, tetapi juga faktor lingkungan yang mempengaruhinya.
    Dan lagi... Kekayaan pendidikan Islam dengan ajaran moral yang sangat menarik untuk dijadikan content dari pendidikan karakter. Namun demikian pada tataran operasional, pendidikan Islam belum mampu mengolah content ini menjadi materi yang menarik dengan metode dan teknik yang efektif. Ku per caya Orang-orang shalih di tim NAh....Bisa!

    BalasHapus