Jumat, 07 Januari 2011

Naskah of The Week

Satu lagi yang baru dari NAH! Writing Team. Program ’30 menit untuk menulis’. Hasilnya akan dikumpulkan tiap pekannya. Dan dipilih naskah of the week pada saat pertemuan KUSEN (Kumpulan SEneng Nulis) tiap Rabu sore.

Inilah naskah of the week untuk pekan ke-4 bulan Muharram 1432 H.

Menjadi Penulis
Ainun Nahaar

Apa yang bikin seseorang tertarik untuk menulis? Apa yang membuatnya tetap menggoreskan pena dalam tiap suasana?

Mari kita lihat contohnya…

Michael Crichton menulis Emergency Room-nya pada tahun 1974. Siang hari dia menjalani Co. Ass di Fakultas Kedokteran. Malam harinya dia bangun dari tidur dan menulis. Bertahun-tahun karyanya ditolak. Bertahun-tahun juga karyanya ia perbaiki. Sampai akhirnya tahun 90-an karyanya laku. Jadi serial yang sangat populer. Merebut 8 Emmy Award dan diputar di stasiun TV 85 negara!

Imam Bukhari lebih hebat lagi. Tiap malam beliau menyalakan pelita saat menulis dan mematikannya saat sedang merenung. Hampir 30 kali. Begitu setiap hari. Kalau ingat sesuatu, meski sedang tidur, beliau bangun. Menyalakan pelita lalu menuliskannya. Hasilnya? Kitab Shahih Bukhari. Kitab ini berisi 7.275 hadits yang ditulis selama 16 tahun! Setelah menyusuri 7 negara, menemui 80.000 perawi dan mengumpulkan 600.000 hadits! Beliau diakui sebagai imamnya para ahli hadits oleh ulama di zamannya. Kitabnya juga diakui sebagai kitab hadits nomor satu sepanjang masa!

“Apapun niat awal seorang penulis”, kata Joni Ariadinata “semuanya sah.” Tapi beliau menuturkan bahwa biasanya, seiring pendalaman pemahaman dan pengalaman yang makin luas, ia hanya akan tiba pada titik jenuh. Jika niatnya tadi tidak dibarengi dengan idealisme. Apakah itu? Yakni perjuangan untuk membuat dirinya semakin berarti.

Ya! Perjuangan untuk membuat dirinya semakin berarti. Untuk membuat tulisannya lebih baik dari hari ke hari. Bukan sekedar kejar target apalagi kejar materi.

Kebahagiaan seorang guru ketika melihat muridnya berhasil, tidak akan bisa digantikan nilainya dengan sekedar menerima gaji. Juga kebahagiaan seorang penulis melihat karyanya bermanfaat bagi orang banyak, tidak akan bisa dibandingkan nilainya saat mendapatkan fee.

Seperti malam ini. Ketika W200-ku melengking tiba-tiba. Satu pesan baru diterima.

Isinya:
Mbak, makasih banyak ya :)

Kubalas segera:
Makasih? Buat apa, Nduk?

Jawabannya:
Aku mesti bisa nulis lagi waktu inget Mbak,
Makasih Mbak :-D


Aku tak bisa berkata-kata. Hanya kembali melonjak: kuatkan tekad, karyamu dinanti umat! (an)


Memasuki pekan kedua “30 Menit Untuk Menulis”
24 Muharram 1432/ 29 Desember 2010
Pukul 22:24

2 komentar: