Kamis, 22 November 2012

Mari Berburu Ilmu dengan Baca


BULETIN NAH!
November 2012 
Nikmati, rasakan, sebarkan manfaatnya...!!!



Sudah bisa menjadi makanan (semoga) lezat dan bermanfaat untuk Sobat NAH! 
 Silakan mendapatkannya di Rumah NAH! atau 
hubungi 081 916 234 788 (Miko) atau 0857 2939 2924 (annafir)
TERBATAS ! 

Rabu, 24 Oktober 2012

Mari Kita Baca!



Bermula dari mengeja kata
Disertai penghayatan terhadapnya
Entah tersirat ataupun tersurat

Membaca kata demi kata
Menatap satu persatu ciptaan-Nya
Pastilah kita takjub pada-Nya

Entah itu tegak berdiri, duduk maupun berbaring
Kitalah yang harus selalu mengingat-Nya
Karena kita lemah dan tak berdaya, tanpa pertolongan-Nya

Maka sungguh tak ada yang sia-sia
Apapun yang Engkau cipta
kamilah yang sering tak menyadarinya
Ciptaan-Mu sedemikian banyaknya dan tak terhingga
Kuasa-Mu tak terbatas ruang dan waktu

Naskah      : Amin Novianto 
Gambar    : http://suksesmuda-indonesia.blogspot.com


Sabtu, 20 Oktober 2012

Sungguh-Sunguh Setelah Menulis



Kesungguhan dalam menulis tidak hanya dibutuhan ketika kita sedang menggoreskan ide dalam rangkaian huruf dan kata lho sobat. Kesungguhan juga diperlukan ketika kita telah selesai dengan satu tulisan. Maksudnya, kita tidak boleh segera puas dengan hasil tulisan yang sudah terangkum dalam bait-bait kalimat atau paragraf hasil pikiran kita. Yusuf Maulana dalam Sekolah Kepenulisan Jumat (19/10) lalu, berbagi sejumlah ilmu tentang apa yang harus kita lakukan setelah tulisan kita jadi. Setelah pekan lalu menyampaikan kiat-kiat untuk menyungguhi saat menulis, kini saatnya kita belajar tentang bagaimana untuk sungguh-sungguh setelah menulis. Penasaran dengan petuah beliau? Check this out.

Menulis, kata Yusuf Maulana dapat didorong oleh dua hal mendasar. Pertama, bisa karena faktor dari luar (ekstrinsik) seperti honorarium, hadiah, prestige, atau lingkungan sekitar kita. Kedua, menulis dapat dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri kita (intrinsik). Fator intrinsik ini lebih didasarkan pada motivasi atau keinginan yang kuat oleh si penulis sendiri. Keinginan ini biasanya muncul karena alasan yang lebih kuat daripada faktor material. Misalnya saja seperti keinginan untuk berbagi dengan orang lain, mendedikasikan tulisan untuk orang yang disayangi, atau keinginan untuk merubah suatu keadaan dengan tulisan mereka. Nah faktor intrinsik inilah yang sepatutnya lebih kuat dimiliki oleh penulis agar dapat melahirkan karya-karya yang bermanfaat bagi orang lain. Karena dengan hasrat yang kuat dari dalam diri penulis, maka dirinya akan dengan sungguh-sungguh menghidupi tulisannya. Tentu saja juga dibarengi dengan sikap kesungguhan setelah tulisan jadi.

Memangnya apa saja sih yang perlu kita perhatikan setelah selesai menulis? Nah berikut ini poin-poinnya.
  1. 1     Endapkan tulisan kita untuk beberapa waktu. Jangan menghakimi tulisan saat menulis. Biarkan jemari kita kontinyu menuliskan ide-ide di kepala kita dengan mengalir, tanpa kritik dan beban. Hakimi tulisan kita setelah satu tulisan benar-benar jadi. Sembari mengendapkan tulisan ini, kita bisa melakukan aktivitas lain terlebih dahulu. Harapannya, pikiran kita menjadi lebih tersegarkan saat kita dituntut untuk menggunakan daya kritis ketika mengedit nantinya.
  2. 2.    Objektif terhadap tulian yang kita buat. Anggap saja itu tulisan orang lain yang sedang kita edit. Dengan demikian, kita lebih bebas untuk mencoret bagian-bagian yang tidak penting. Kalau dirasa ada beberapa kalimat yang tidak efektif, atau bahkan satu dua paragraf tidak relevan, jangan merasa sayang untuk segera memotongnya. Kalau perlu, buat satu paragraf baru. Susah? Ya begitlah proses belajar sobat. Kita harus berani tegas dengan tulisan kita, berani mencaci keburukan yang kita lakukan. Sebelum orang lain dengan tak berperasaan membuang tulisan kita ketika baru membaca sebagian tulusan kita. Tentu kalau ini sampai terjadi, kita bisa-bisa lebih sakit hati kalau tidak kuat mental. Pilih mana coba?
  3. 3.    Bandingkan tulisan kita dengan karya orang lain. Jika kita tidak mau membaca tulisan-tulisan orang lain, bisa jadi kia akan menganggap tulisan kita sudah hebat. Padahal bukannya tak mungkin tulisan kita kalah bagusnya dengan hasil karya anak SMP atau adik kelas kita. Dengan sering mengamati tulisan orang lain (tidak hanya dilihat lho, tetapi juga dibaca dan diresapi), kita akan mendapatkan banyak ilmu tentang bagaiman menciptakan tulisan yang lebih menarik dan mudah dipahami. Baik-buruknya tulisan kita, seberapa jauh kapasitas menulis kita, dapat dengan mudah dinilai ketika kita mampu ‘membaca’ baik-buruk tulisan orang lain.

Bagaimana, semakin bertambah ilmu menulisnya? Susah untuk mempraktekkan kiat-kiat di ata? Tidak mengapa, setidaknya sedikit demi sedikit ada perubahan dalam proses belajar kita. bagaimanapun sobat, untuk menjadi penulis hebat dan bermanfaat itu memang tidak mudah. Tapi ketika kita memiliki niat yang lurus untuk berbagi lewat tulisan, insya Allah kelelahan kita akan dibayar oleh Allah Swt.

“Inti menulis itu bukan pada masalah teknisnya. Inspirasi itu dilatih.” Begitu kata Yusuf Maulana dalam sesi Sekolah Kepenulisan di Rumah Nah lalu. Jika kita cermati, orang-orang yang karyanya banyak diminati oleh khalayak adalah mereka yang menuliskannya dengan tujuan yang tulus. Andrea Hirata bahkan mengaku tak pernah menulis sebelum novel bestsellernya “Laskar Pelangi”. Namun masyarakat mengakui kehebatan tulisan-tulisannya. Tahu kenapa? Karena Andrea Hirata menulis dengan hati.

“Remeh-temeh kata orang, sepele kata orang, tapi berkesan menurut kita.” Komitmen yang kuat untuk menulislah yang akan menggerakkan jemari kita dalam menuangkan inspirasi di otak kita. Niat kita harus bersahaja, anggap unsure ekstrinsik dalam menulis itu sebagai pendukung kesungguhan kita.
Semoga kita selalu dikuatkan komitmennya, diluruskan niatnya dan dijaga untuk tetap istoqomah dalam menulis sobat. Selamat berkarya dan menebar manfaat bagi semua. Salam

Naskah: Eko Megawati

Kamis, 18 Oktober 2012

How to be a Great Public Speaker


Dedicate your speech to Allah.” Penggalan kalimat inilah yang harusnya menjadi ruh dalam proses public speaking. Tak hanya sekadar mempesona dalam menyampaikan materi pembicaraan;  perlu ada alasan mendasar yang harus dipahami oleh seorang pembicara atau public speaker sebelum “ribut” dengan hal-hal teknis. Teknis itu penting, tapi ada yang jauh lebih penting: tujuan yang tinggi dan niat yang lurus. Fatan Fantastik dalam Public Speaking Training (PST) di Auditorium Kampus I UAD Ahad (13/10) lalu, menekankan pada pentingnya niat dan tujuan dalam setiap proses belajar yang kita jalani. Termasuk dalam belajar tentang public speaking.
Baik buruknya public speaking seseorang ditentukan oleh pribadi masing-masing diri kita. Apa yang masuk dalam otak, akan berpengaruh dalam setiap kata yang keluar dari mulut kita. Apa yang kita pelajari dalam hidup ini, akan berpengaruh dalam tingkah laku kita sehari-hari. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana kita bersikap dan bertindak menghadapi sebuah masalah. Untuk itulah seorang public speaker perlu memiliki tujuan jangka panjang dalam melakukan public speaking. Berbicara di depan umum adalah proses untuk belajar berbagi kebaikan, bagi sesama dan diri kita.
Acara yang dihadiri oleh 100 lebih peserta ini terselenggara atas kerjasama JAN Training Team dan Kelompok Studi Psikologi UAD, Insight Community. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30-15.00 WIB ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, peserta dibekali dengan poin-poin yang harus dipersiapkan oleh public speaker sebelum, saat dan setelah public speaking. Sesi selanjutnya, peserta dituntut untuk praktek berbicara di depan umum dalam kelompok-kelompok kecil.
Peserta tampak antusias sejak awal sampai akhir pelatihan. Semoga forum ini menjadi pemicu semangat semua pihak yang terlibat untuk terus menerus belajar. Sebagaimana yang disampaikan pembicara di akhir sesi kedua,”This is not the end. This is a beginning.” Berakhirnya public speaking training ini adalah awal untuk memanfaatkan apa yang telah didapatkan dalam kehidupan nyata; serta terus menyalakan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Semoga.  

Naskah   : Eko Megawati
Foto       : Tim JAN

Senin, 08 Oktober 2012

It’s Just Not about Deliver


“Seorang trainer sejati adalah mereka yang sangat senang untuk belajar, tidak senang yang instan.” Begitulah sepenggal pernyataan yang disampaikan oleh Fatan Fantastik dalam Sekolah Training, Jumat (5/10) lalu di Rumah NAH, Karangwaru Lor Yogyakarta.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.15-15.15 ini dibagi menjadi dua sesi materi. Materi pertama disampaikan oleh Fauzan Permadi mengenai esensi dari proses “deliver” dalam sebuah training. Ibarat sebuah teko yang diisi dengan teh, maka saat dituangkan dalam gelas juga akan keluar teh. Begitu pula ketika kita mengisi teko dengan madu ataupun susu, maka ketika dituang dalam wadah akan mengeluarkan hal yang sama dengan apa yang kita isikan. Di sinilah pengetahuan dan referensi seorang trainer sangat diperlukan sehingga dapat memberikan yang terbaik kepada audiens.

Selanjutnya, sesi kedua dipandu oleh Fatan Fantastik. Dalam forum ini pembicara lebih banyak menekankan pada tujuan dari sebuah proses training. Seorang trainer seringkali terjebak pada hal-hal yang berbau teknis dan melupakan elemen-elemen yang lebih penting, seperti halnya alasan mengapa training diadakan dan capaian yang ingin dihasilkan.

Sebelum trainer disibukkan oleh bagaimana design dan kiat-kiat berbicara di dalam forum, ia semestinya terlebih dahulu memiliki passion atau kecintaan terhadap apa yang ia sampaikan. Sebuah sesi training selayaknya dijadikan sebagai “noble mission”, suatu tugas yang mulia. 

Sebagaimana seorang guru yang dengan semangat memiliki hasrat untuk mencerdaskan anak didiknya, seorang trainer pun perlu memandang bahwa tugasnya tidak hanya sebatas menyampaikan materi. Namun lebih daripada itu, pemahaman tentang trainer dan kegiatan yang dilakukannya harus diarahkan pada tujuan yang jauh lebih agung daripada sekadar hubungan pembicara dan pendengar. Training adalah sebuah usaha untuk  berbagi kebaikan kepada orang lain, dengan tak lupa mengingatkan kepada diri sendiri.

Tak kalah pentingnya, seorang trainer yang baik adalah mereka yang dengan adil mengakui kelemahan dan kelebihannya. Mereka akan mengatakan dengan jujur mana yang menjadi keahliannya dan bagian mana yang bukan bidangnya. Seorang trainer yang baik adalah mereka yang tidak mengklaim dirinya serba bisa. Mereka adalah orang-orang yang “tahu diri” dengan kemampuan dan kapasitasnya.

Jumat, 05 Oktober 2012

Berbicara tentang Bicara




Lembaga pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) JAN Inc. kembali berbagi di daerah Bantul. Acara yang diselenggarakan pada Ahad 30 Setember 2012, di Lantai III Gedung Induk Parasamya Bantul, Yogyakarta ini diadakan oleh CDS (Corp Dakwah Sekolah) Bantul. Public Speaking Training yang bertema ‘Speak Up Your Ideas!’ kali ini dibersamai oleh Fatan Fantastik yang merupakan direktur JAN Inc.


“ Alasan menentukan kualitas tindakan”, ujar Fatan Fantastik dalam bahasan pertama. Pembicara pun menekankan niat yang benar dan besar dalam proses training ini (PST, 30/9). Tidak sekedar short  term orientation (berorientasi jangka pendek), namun long term orientation (memiliki tujuan jangka panjang).


“Alat utama Public Speaking adalah kita. Jika kita error, maka yang kita sampaikan error. Jadi yang harus  kita perbaiki adalah karakter diri kita”, ujar pembicara.


“Indeks baca bangsa kita adalah 0,0009 yang berarti rata-rata dalam 1 tahun setiap orang Indonesia tidak menyelesaikan 1 buku. Kalaupun iya selesai, apa yang mereka baca adalah bacaan bermutu? Atau malah komik”, tambahnya.


“Apa-apa yang kita masukkan jika ecek-ecek, maka kualitas pembicaraan kita pun akan ecek-ecek”, imbuhnya. 


Dalam sesi pertama ini, yakni sebelum istirahat dzuhur, ditekankan bagaimana membangun mental dan adab belajar terlebih dahulu. Trainer mengajak peserta untuk membangun kesadaran akan pertanggungjawaban sebagai konsekuensi logis dalam profesi ini. Sehingga menjadi pembicara itu tak hanya asal bicara, tapi juga siap bertanggung jawab dengan segala yang disampaikan.


Dijelaskan pula oleh pembicara aspek-aspek public speaking, yakni mengenai verbal dan non verbal. Latihan pelafalan yang benar, intonasi, pengatuan tempo, menjadikan peserta makin paham aspek verbal yang harus dipelajari. Belajar berekspresi, senyum, kontak mata, gesture &posture yang kesemuanya itu juga dipelajari karena berpengaruh terhadap proses penyampaian pesan.


Di sesi kedua, peserta dibagi ke kelompok-kelompok kecil untuk praktek berbicara. Secara bergantian satu orang tampil, dan yang lain memberikan feedback.

Perfect practices make perfect. Latihan adalah hal yang harus kita lakukan jika memang ingin menjadi public speaker yang benar. Tentu latihan yang benar, bukan latihan yang salah”, ujar pembicara.


Peserta yang hadir, sebanyak 69 orang, tampak sangat antusias mengikuti training dari awal hingga akhir. Mereka menyampaikan bahwa walaupun waktu pelatihan panjang, yakni pukul 09.00 sampai 15.00, berlangsung tidak membosankan. Mereka mednganggap materi training memang sangat pantas untuk dipelajari dan kemudian dipraktekkan. Cara penyampaiannya pun  tidak bikin bosan.


Dituliskan dalam wawancara secara tertulis kepada ketua panitia, Zia Ul Haq (22) acara mengenai alasan mengadakan acara ini adalah Kami menyadari bahwa pelajar Bantul masih sangat sedikit yang mau dan mampu untuk berbicara di depan umum. Padahal sesungguhnya ide dan gagasan yang dimiliki pelajar Bantul tidak kalah pula dengan pelajar kota. Maka dari itu Kami adakan event ini.


Ditambahkan pula oleh Zia tentang harapan acara ini yakni dapat menjalin komunikasi aktif dengan peserta yang hadir pasca acara. Dan Kami akan melakukan follow up dengan membentuk speaking club. Dari club ini kami berharap akan terlahir orang-orang dengan kompetensi akal dan hati yang bagus, serta kemampuan public speaking yang luar biasa.


Naskah : Annafi`ah Firdaus
Foto       : Nur Huda


Kamis, 04 Oktober 2012

Practice Make Pefect


Menginginkan menjadi seorang trainer yang mengubah dan menggugah tak sekadar teori. Perlu praktek yang benar. Ya, practice make perfect. Latihan yang benar secara berulang akan membuat kita punya skill yang benar pula. Maka, mari kita praktekan segala teori (ilmu) training  yang ada !

Proses belajar bersama akan makin menguatkan keyakinan akan kebenaran. Dengan saling menasihati dalam kesabaran dan kebenaran, berharap menjadi salah satu langkahnya. Hadir kembali forum bagi mereka yang ingin bersungguh-sungguh menjadi trainer yang mengubah dan menggugah. Sekolah Training, Jumat 5 Oktober 2012 pukul 14.15 sampai 17.15 di Rumah NAH!*. Bersama Fatan Fantastik dan Tim Training JAN akan belajar tentang "DELIVER: MENYAMPAIKAN DENGAN MEMPESONA". So, buat semua yang ingin belajar, yuk mari!

Sebelum datang, harap konfirmasi ke 0857.2900.2493 ya. Tentunya, boleh ajak yang lain :) NAH!


*denah tersedia dibawah 

Redaktur: Annafi`ah Firdaus

Jumat, 28 September 2012

Menggugah dan Mengubah sebagai Pendidik


Pendidikan tak lelah-lelahnya harus di evaluasi agar menciptakan generasi robbani. Berharap menjadi kafillah (pemimpin) masa depan bagi agama, bangsa, dan negara. Tak bisa dipungkiri, kehadiran seorang pendidik yang berkarakter menjadi penentu kualitas sebuah pendidikan.

Menjadi Pendidik yang menggugah dan mengubah itu perlu proses. Tentunya merupakan proses yang dibarengi semakin bertambahnya iman dan ilmu. Hari ini, Jumat, 28 September 2012SEKOLAH KEPENDIDIKAN hadir kembali di Rumah NAH!* Pukul 14.15-17.15 dengan tema “PP3: Enthusiasm”.  Bersama Mohammad Fauzil Adhim (praktisi pendidikan)dan Tim Pendidikan JAN!. Mari berbagi Sobat disini. Untuk info selebihnya bisa menghubungi 0878.3879.8308. Nah!

*Denah lokasi dilihat diblog bagian bawah blog

Kamis, 27 September 2012

Membangun Cita Bersama Rumah Sajada

Ada asa yang bersinar dari mungilnya bola-bola mata mereka. Ada harap yang menyeruak dari celotehan ringan khas anak-anak. Ada cita yang membuncah ketika langkah-langkah kecil mereka dengan cekatan dan tanpa beban melangkah menuju majelis penuh berkah, pondokan tempat mereka mengeja asma-Nya.

Di awali dari Rabu (26/9) pekan ini, tim JAN ikut membersamai adik-adik di Rumah Sajada belajar mengaji. Acara yang berlangsung setelah Ashar hingga menjelang maghrib ini berlangsung semarak. Di pondokan putra dan putri Rumah Sajada yang beralamat di Wirokraman, Gamping, Yogyakarta ini setiap sorenya diisi dengan kegiatan Taman Pendidikan Al-Quran dan pembinaan siswa. Selain pengasuh pondok, kegiatan pembelajaran turut dibantu oleh pengajar dari luar, seperti sejumlah mahasiswa.

Rumah Sajada merupakan lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dan pengasuhan anak. Jumlah santri yang belajar di sana, baik yang menginap di pondok maupun yang tidak sekitar 63 orang. Salah satu tujuan dari kurikulum pendidikan yang telah disusun adalah menciptakan generasi yang mandiri dan mencintai diinul Islam. Harapannya, adik-adik Sajada menjadi pribadi yang semangat mempelajari dan mengajarkan al-Quran.

Tak mau ketinggalan untuk berlomba menebar benih kebaikan dan berinvestasi membentuk generasi Rabbani, tim JAN pun dibagi dalam beberapa kelompok pengajar. Semoga ini semua menjadi awalan yang baik untuk menggapai cinta-Nya. Keep Spirit! Terus Melejit!

Selasa, 25 September 2012

Tak Sekadar Belajar Menulis


Assalamu’alaykum sobat NAH! Jumat, 25 September 2012 lalu Sekolah Kepenulisan JAN kembali digelar di rumah NAH! Karangwaru Lor, Yogyakarta. Acara ini dimulai sekitar jam 14.00 hingga 17.00 WIB. Kegiatan Sekolah Kepenulisan yang rutin diadakan pada jumat ketiga setiap bulannya ini dikemas dalam forum diskusi sekaligus penyampaian materi dari pembicara.

Nah, kali ini tema kepenulisan yang diangkat adalah “Sungguh-Sungguh Saat Menulis”.  Harapannya, agar tulisan-tulisan kita tidak berhenti di tengah jalan atau minim “makna” akibat tidak ada kesungguhan dalam menuliskannya. Ada dua pembicara yang dihadirkan dalam Sekolah Kepenulisan minggu lalu. Sesi pertama dibersamai oleh Fatan Fantastik hingga waktu ashar menjelang. Sesi kedua, penyampaian materi dan diskusi dipandu oleh Yusuf Maulana.

Meski jumlah peserta tidak sebanyak biasanya, namun peserta tetap antusias mengikuti proses belajar hingga akhir pertemuan. Sejumlah pertanyaan tentang kendala-kendala menulis pun diajukan kepada pembicara. Nah, berikut sejumlah trik yang disampaikan oleh Yusuf Maulana dalam hal membangun kesungguhan kita dalam menulis. 
1.       Mulai dengan permasalahan yang paling menggelisahkan kita.
2.      Angkatlah permaslahan yang dekat dengan kita, baik dari segi referensi atau tema
3.    Luruskan niat kita. Tanyakan kembali pada diri kita, mengapa kita harus menuliskan tentang suatu hal. Semakin kuat alasannya (tentunya alasan yang baik-baik ya), cenderung semakin memicu semangat kita untuk berbagi dengan orang lain melalui tulisan.

Bagaimana sobat, tertarik untuk belajar lebih dalam tentang dunia tulis-menulis? Boleh banget lho kalau hendak bergabung di Sekolah Kepenulisan JAN. Insya Allah kegiatan tersebut akan diadakan kembali pada minggu ketiga bulan Oktober mendatang. Semoga tetap istiqomah belajar ya sobat. Semangat sampai akhirat! 

Sabtu, 11 Agustus 2012

TUNAS INDONESIA DOMPET DHUAFA BENTUK KEPEDULIAN BANGSA BERSAMA JAN Inc


Masa depan Indonesia yang cerah, dibutuhkan generasi yang memiliki kapasitas karakter kepemimpinan yang baik serta kepekaan social yang tinggi. Keberlangsungan kehidupan bangsa ini, kelak akan terletak di tangan para generasi muda. Untuk itu, Tunas Indonesia sebagai salah satu rencana program Dompet Dhuafa Nasional telah menjadi bentuk kepedulian atas pendidikan di Indonesia. Rencana program ini akan dilaksanakan di 4 titik kota, yakni Jakarta, Surabaya, Bogor, dan, Yogyakarta. Meski bukan solusi komprehensif, namun Dompet Dhuafa mencoba menjadi bagian dari solusi perbaikan atas kualitas pendidikan kita.

Program Tunas Indonesia yang berlangsung di bulan Ramadhan ini, berkonsepkan super camp serta ditujukan bagi 100 pelajar SMA, MAN, SMK dhuafa dan pengurus lembaga sekolah. Dengan menggandeng Lembaga Pelesat Potensi dan Pembelajaran JAN Inc sebagai event organizer, berharap acara akan lancar. Sebagai pembicara Mohammad Faudzil Adhim (seorang penulis buku dan praktisi pendidikan), Fatan Fantasik (penulis buku Bikin Belajar Selezat Cokelat) dan Ahmad Nur Umam (pemilik warung makan bebek goreng Mbah Wongso) diharapkan menghasilkan luaran peserta Tunas Indonesia yang berkarakter, peka, dan mandiri.

Acara akan berlangsung di Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Perkembangan Pertanian (KP4) UGM, Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta, Indonesia tanggal 10 Agustus 2012 sampai 12 Agustus 2012 ***

Sabtu, 30 Juni 2012

TOTALITAS DALAM PILIHAN


Siapa yang belum pernah mendengar kata menulis. Pasti kebanyakan orang sudah tak asing lagi dengan kata tersebut. Apalagi bagi anak kecil sekitar umur 6 tahun. Aktivitas yang tak terpisahkan di bangku sekolah ini menjadi salah satu idaman semua orang agar anak tersebut mampu menulis dengan baik dan benar. Sedang bagi mereka yang sudah tidak anak-anak lagi, seharusnya menjadi learning culture untuk mengikat segala ilmu yang ada disekitarnya.

Menulis menjadi pilihan banyak orang untuk menyampaikan maksud hati dan pikiran. Lihat saja, mulai dari SMS, pasang status di facebook ataupun twetter, ngeblog, ngerjain tugas sekolah ataupun kampus, dan bahkan sudah ada yang menjadi misi hidupnya: menjadi penulis. Kesemuanya adalah pilihan.

Berbicara tentang memilih. Laiqrahafiddin*1. Tidak ada paksaan untuk masuk Islam. Tetapi ketika memang sudah memilih Islam, tentunya ada konsekuensi-konsekuensi didalamnya. Konsekuensi yang menuntut upaya penyempurnaan atas apa yang dipilihnya. Baik berupa perintah maupun larangan yang harus dijalani bagi tiap manusia yang memilihnya. Kemudian bagaimana dengan pilihan hidupnya pula dengan menjadi seorang penulis?

Menulis juga menjadi pilihan. Pilihan yang tak ada paksaan pula. Pilihan yang berlandaskan atas alasan masing-masing. Alasan yang bagi dirinya membuat mungkin itu ghirah untuk tetap bergairah menulis. Menulis yang bagi sebahagian lain menjadi pilihan untuk memberikan arti sebagai dampak eksistensi dan aktualisasi diri. Atau bahkan menjadi sesuatu yang mulia, yakni sebagai sarana memberi kemanfaatan atas dirinya dengan ilmu yang ditulisnya. Memilih pasti ada konsekuensinya, karena memang akan ada pertanggungjawaban atas pilihannya. Misalnya saja niat dan apa yang akan dibagi kepada pembaca.

Imam Syafi`i masih terdengar namanya dimajelis-majelis ilmu atas karyanya: tulisan yang mencerahkan mengenai fiqih. Tahukan sebelumnya Imam Syafi`i sebenarnya memiliki kecenderungan atas syair, namun kemudian beliau memilih fokus bidang fiqih? Kemudian kita mengetahui Zaid bin Tsabit ra. yang telah dipercaya mengemban tugas terbesar dalam sejarah yakni menghimpun Al-Qur`an. Atau siapa yang tak mengenal Imam At-Thabari dengan karyanya Ath-Thabari. Ya kalau tidak mengenal, minimal pernah mendengarnya dan beliau merupakan salah satu sejarawan periode Abbasiyah yang paling berjasa dalam menyusun data-data sejarah umat Islam. Kitab tafsirnya Jami`ul Bayan.  Tidak ketinggalan pula dengan Al-Bukhari, nama yang tidak asing dalam periwayatan  hadist. Menjadi salah satu Imam hadist pada masanya dengan karya yang paling direkomendasikan oleh banyak ulama yakni Jami`ash-Shahih.

Bagi mereka menulis bukan menjadi paksaan. Banyak dari mereka memang menulis menjadi sarana yang memungkinkan mereka akan tetap selalu “hidup”. Hidup dalam naungan amalan yang mengalir atas ilmu yang dikaji dari masa ke masa. Menulis yang hanya diniatkan Allah semata.

Nah bagaimana dengan kita? Apakah pula sudah memiliki alasan (why) kuat mengapa kita menulis. Atau sekedar mengetahui definisi menulis yang harusnya beda antara pemikiran kita dengan anak SD kita belum tahu. Itulah yang harusnya dikuatkan bagi siapa yang menetapkan hidupnya sebagai penulis, yakni MENGAPA menulis. Harusnya kita memiliki passion yang kuat menancap untuk kemudian menjadi penguat berlelah-lelah bahkan berjuang keras untuk menjalani proses itu. Passion yang tak menjadikan menulis sebagai rutinitas belaka. Dan memang ketika alasan menulis itu sudah mendarah daging, Insha Allah segala hambatan apapun akan terlewati. Karena kemenangan itulah yang akan didapatkan bagi mereka yang yakin atas janji Allah. Kemenangan yang didapatkan melalui proses kerja keras dan sesuai tuntunan. NAH! Sudahkah siap dengan totalitas berupa kesungguhan dalam berproses? Mari kita bersiap dan MENULISLAH! Sekarang!

annafi`ahfirdaus

*1Al-Baqarah :256

Sabtu, 19 Mei 2012

Bangkitnya Bangsa Dimulai dari Pemuda

Dalam rangka menapak jejak-jejak kebangkitan bangsa Indonesia, EduGarden KP4 UGM bersama JAN Outrance mengadakan OUTBOUND CAMP: "Bangkitnya Bangsa Dimulai dari Pemuda".

Kegiatan yang sudah dimulai sore ini (19/5) pukul 16.00 sampai dengan besok sore (20/5) 15.00 di kawasan EduGarden KP4 UGM, Kalitirto, Berbah, Sleman ini diperuntukkan bagi siswa/i SMA se-derajat. Dibersamai oleh Muhammad Fatan Fantastik, Arif Jadmiko, S. Si, Adhitya Nur Wicaksana, S. Psi, dan Tim JAN Outrance, peserta akan diajak mengikuti rangkaian acara Kemah Kebangkitan, Malam Kebersamaan, Outbound, dan EduGarden Touring. Semoga bermanfaat...***

Boedi Oetomo

Minggu, 13 Mei 2012

Sekolah JAN 2012

Mari belajar bersama... Hadir di hari JUM'AT setiap pekannya, pukul 14.15 - 17.15 di Rumah NAH!

SEKOLAH TRAINING
(Jum'at pertama)

OUTBOUND SCHOOL
(Jum'at kedua)

SEKOLAH KEPENULISAN
(Jum'at ketiga)

SEKOLAH KEPENDIDIKAN
(Jum'at keempat)

Senin, 07 Mei 2012

Bijak Menghadapi Ujian


Judul               : Ujian Sukses Tanpa Stress!
Penulis             : Fatan Fantastik
Penerbit           : Book Magz Pro-U Media
Cetakan           : ke-3, Desember 2010
Tebal               : 116 halaman

”Ujian yang bikin tidur nggak nyenyak dan makan nggak enak, sudah kadaluwarsa. Ujian yang bikin stress, sampai perlu kompres dengan es, sudah bukan lagi jamannya. Dengan STRATEGI yang pas lagi cerdas, ujian malah membuat kita tancap gas! Raih prestasi papan atas!“ Begitulah sepenggal tagline yang dipampang pada cover depan buku yang bersampul dominan putih. Ujian, bagaimanapun bentuknya, memang tak bisa dilepaskan dari kehidupan seorang manusia. Baik anak kecil maupun dewasa, setiap insan akan dihadapkan pada sebuah ujian untuk menguji mutu dan kedewasaan seseorang.

Jumat, 27 April 2012

Form Pendaftaran Sekolah Kependidikan 2012


BIODATA PESERTA

Nama Lengkap            :                                                                                         Laki-laki/ Perempuan*) 
Asal sekolah/instansi   :
TTL                             :
Alamat Asal                :                                                                                       Telp
Alamat Yogya             :                                                                                       Telp
Handphone/email        :
FB/ sosial media lain   :
Gol. Darah                 :
Hobi                          :
Buku inspiratif            :
Tokoh inspiratif          :
Impian Karir               :
Riwayat pendidikan    :           TK       ………………………………….
                                                SD       ………………………………….
                                                SLTP   ………………………………….
                                                SLTA ………………………………….
                                                PT        ………………………………….
Pengalaman                 :
organisasi

Prestasi                        :
(akademik dan non)

Motto hidup                :

Harapan untuk Sekolah Kependidikan ini          :


Sanggup untuk berkomitmen mengikuti Sekolah Pendidikan minimal ....... kali pertemuan,
yaitu bulan .................................................................................................................

                                                                                               ……..……….., ......................................

                                                                                                                                   
(                                                                  )

Kamis, 26 April 2012

Sekolah Kependidikan 2012

Ingin menjadi PENDIDIK yang berpengaruh?

Bergabunglah bersama:
SEKOLAH KEPENDIDIKAN 2012
(8 Kali Pertemuan)

GRATIS!!!

Setiap Jum'at keempat, pukul 14.15 - 17.15 WIB

Bersama:
  • Mohammad Fauzil Adhim
  • Muhammad Fatan Fantastik
  • Tim Pendidikan JAN

Materi Pendidikan:
27 April - Becoming a Guru, Not Only a Teacher
25 Mei - Building Positive Passion (PP)
22 Juni - PP #1: Obsession
27 Juli - PP #2: Mission
28 September - PP #3: Enthusiasm
26 Oktober - PP #4: Zeal
23 November - Becoming a Passionate Teacher
28 Desember - Action Plan: On Becoming a Guru

DAFTARKAN SEGERA!
Datang langsung ke Kantor JAN
di Jl. Gotong Royong no 376, Karangwaru Lor, Yogyakarta,
atau
Mengisi lembar keikutsertaan yang ada di blog ini
lalu kirim ke kusenjan@gmail.com
atau
Kirim data diri ke twitter @buletinnah
dengan format: PENDIDIKAN_NAMA_asal instansi_email_alasan ikut

CP:
Jee - 0853 2566 8762
Rohmat - 0878 3879 8308

Rabu, 18 April 2012

Pangeran yang Hilang: Fiksi dan Fakta Dalam Bingkai Novel Sejarah


Judul                   : The Lost Prince
Penulis                : Sinta Yudisia Wisudanti
Penerbit              : Gema Insani Press, Cet. 1, Juli 2007
Tebal                  : 258 halaman

Khoja Amir memilih padang keemasan sejauh mata memandang, di mana sejauh mata menjangkau hanya areal putih dan kuning dibatasi selintas melengkung garis hitam memanjang. Bukit berpasir. Lekukan jejak arah angin dan taufan menggila. Bahkan tak tampak bekas tertinggal, seakan jalan ini tak pernah dijamah makhluq hidup sebelumnya. Ia mungkin berada di ujung bumi. Tanah tak bertuan. Tak ada yang coba meributkan wilayah gurun luas yang hanya mendengungkan bisik kematian. Gurun Gobi.

Rabu, 11 April 2012

Rumah Masa Depan


Resensi Buku

Judul       : Potret Kampung Akhirat; Gambaran Indahnya Surga dan Dahsyatnya Neraka
                 (Al-Jannah wan-Nar minal-Kitab was-Sunnah al-Muthohharoh).
Penulis   : ‘Abdurrohman bin Sa’id Al-Qohthoni
Penerbit:  Al-Qowam, Solo (2006)
Tebal      : ix + 98 halaman; 120 x 180 mm

                Inilah buku kesekian tentang surga dan neraka. Ditulis oleh seorang anak muda yang hafidh, yang meninggal dalam usia belia (sekitar 19 tahun) karena kecelakaan.
                Buku yang ditahqiq (diperiksa secara teliti) oleh ayahanda penulis sendiri, DR. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qohthoni, terdiri dari 3 bab. Bab pertama bicara tentang surga dan neraka (definisi dan penjelasannya). Bab ini berisi tentang definisi surga dan neraka, serta nama-namanya. Juga dimana letak surga dan neraka.

Rabu, 04 April 2012

Join with us!!!

BIODATA PESERTA
SEKOLAH KEPENULISAN 2012

Nama

Asal Instansi/ sekolah

TTL

Email & No HP

FB/ twitter/ blog

Motto Hidup

Hobi

Cita-cita

Penulis Inspiratif

Buku/ Karya Inspiratif

Riwayat Pendidikan
TK
SD
SMP
SMA
PT
Pengalaman Organisasi




Apa motivasi mengikuti sekolah ini?

Menurutmu, menulis itu apa?

Mengapa harus menulis?

Apa cita-citamu dalam bidang kepenulisan?

Jenis tulisan apa yang biasa kamu tulis? Fiksi/ non fiksi? Tema-tema yang biasa diangkat?

Pernah menang lomba kepenulisan? Lomba apa?
                                                                     





































Sanggup untuk berkomitmen mengikuti Sekolah Kepenulisan 2012 selama minimal ......... kali pertemuan, yaitu bulan .............................................................................................................................................

Yogyakarta, ............................




( ........................................... )

Sekolah Kepenulisan 2012


Ingin sungguh-sungguh menjadi PENULIS yang menggugah dan mengubah?

Bergabunglah bersama:

SEKOLAH KEPENULISAN 2012
(8 Pertemuan)
GRATISSS!!!
Bersama:
  •     Yusuf Maulana (Editor Pro-U Media)
  •       Deniz Dinamiz (Co. Writer Buku “Bikin Belajar Selezat Coklat” dan “Enak Bener Jadi Orang Pinter”)
  •       Ainun Nahaar (Pimpro Buletin NAH!)
  •       Tim Writing JAN Inc.

Setiap Jumat minggu ketiga, jam 14.15 - 17.15 WIB

Nomor
Tanggal
Materi
1
20 April
Menjadi Penulis yang Bermanfaat dan Berpengaruh
2
18 Mei
Membangun  Positive Passion, Menguasai Competence
3
15 Juni
Menajamkan Visi dan Kekuatan Ideologi
4
20 Juli
Sungguh-sungguh Sebelum Menulis
5
21 September
Sungguh-sungguh Saat Menulis
6
19 Oktober
Sungguh-sungguh Sesudah Menulis
7
16 November
Editing and Corecting : Membuat Tulisan Makin Memikat
8
21 Desember
Menembus Penerbit, Lomba dan Media

Mendaftar?
1.      Datang langsung ke kantor JAN, di Jl. Gotong Royong no. 376, Karangwaru Lor, Yogyakarta, ATAU
2.      Mengisi lembar keikutsertaan di blog ini, lalu kirim ke kusenjan@gmail.com, ATAU
3.      Kirim data diri ke twitter: @buletinnah dengan format: NAMA_instansi_email_alasan ikut

 CP :
Eko - 087738022091