Jumat, 05 Oktober 2012

Berbicara tentang Bicara




Lembaga pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) JAN Inc. kembali berbagi di daerah Bantul. Acara yang diselenggarakan pada Ahad 30 Setember 2012, di Lantai III Gedung Induk Parasamya Bantul, Yogyakarta ini diadakan oleh CDS (Corp Dakwah Sekolah) Bantul. Public Speaking Training yang bertema ‘Speak Up Your Ideas!’ kali ini dibersamai oleh Fatan Fantastik yang merupakan direktur JAN Inc.


“ Alasan menentukan kualitas tindakan”, ujar Fatan Fantastik dalam bahasan pertama. Pembicara pun menekankan niat yang benar dan besar dalam proses training ini (PST, 30/9). Tidak sekedar short  term orientation (berorientasi jangka pendek), namun long term orientation (memiliki tujuan jangka panjang).


“Alat utama Public Speaking adalah kita. Jika kita error, maka yang kita sampaikan error. Jadi yang harus  kita perbaiki adalah karakter diri kita”, ujar pembicara.


“Indeks baca bangsa kita adalah 0,0009 yang berarti rata-rata dalam 1 tahun setiap orang Indonesia tidak menyelesaikan 1 buku. Kalaupun iya selesai, apa yang mereka baca adalah bacaan bermutu? Atau malah komik”, tambahnya.


“Apa-apa yang kita masukkan jika ecek-ecek, maka kualitas pembicaraan kita pun akan ecek-ecek”, imbuhnya. 


Dalam sesi pertama ini, yakni sebelum istirahat dzuhur, ditekankan bagaimana membangun mental dan adab belajar terlebih dahulu. Trainer mengajak peserta untuk membangun kesadaran akan pertanggungjawaban sebagai konsekuensi logis dalam profesi ini. Sehingga menjadi pembicara itu tak hanya asal bicara, tapi juga siap bertanggung jawab dengan segala yang disampaikan.


Dijelaskan pula oleh pembicara aspek-aspek public speaking, yakni mengenai verbal dan non verbal. Latihan pelafalan yang benar, intonasi, pengatuan tempo, menjadikan peserta makin paham aspek verbal yang harus dipelajari. Belajar berekspresi, senyum, kontak mata, gesture &posture yang kesemuanya itu juga dipelajari karena berpengaruh terhadap proses penyampaian pesan.


Di sesi kedua, peserta dibagi ke kelompok-kelompok kecil untuk praktek berbicara. Secara bergantian satu orang tampil, dan yang lain memberikan feedback.

Perfect practices make perfect. Latihan adalah hal yang harus kita lakukan jika memang ingin menjadi public speaker yang benar. Tentu latihan yang benar, bukan latihan yang salah”, ujar pembicara.


Peserta yang hadir, sebanyak 69 orang, tampak sangat antusias mengikuti training dari awal hingga akhir. Mereka menyampaikan bahwa walaupun waktu pelatihan panjang, yakni pukul 09.00 sampai 15.00, berlangsung tidak membosankan. Mereka mednganggap materi training memang sangat pantas untuk dipelajari dan kemudian dipraktekkan. Cara penyampaiannya pun  tidak bikin bosan.


Dituliskan dalam wawancara secara tertulis kepada ketua panitia, Zia Ul Haq (22) acara mengenai alasan mengadakan acara ini adalah Kami menyadari bahwa pelajar Bantul masih sangat sedikit yang mau dan mampu untuk berbicara di depan umum. Padahal sesungguhnya ide dan gagasan yang dimiliki pelajar Bantul tidak kalah pula dengan pelajar kota. Maka dari itu Kami adakan event ini.


Ditambahkan pula oleh Zia tentang harapan acara ini yakni dapat menjalin komunikasi aktif dengan peserta yang hadir pasca acara. Dan Kami akan melakukan follow up dengan membentuk speaking club. Dari club ini kami berharap akan terlahir orang-orang dengan kompetensi akal dan hati yang bagus, serta kemampuan public speaking yang luar biasa.


Naskah : Annafi`ah Firdaus
Foto       : Nur Huda


Tidak ada komentar:

Posting Komentar