Kamis, 18 Oktober 2012

How to be a Great Public Speaker


Dedicate your speech to Allah.” Penggalan kalimat inilah yang harusnya menjadi ruh dalam proses public speaking. Tak hanya sekadar mempesona dalam menyampaikan materi pembicaraan;  perlu ada alasan mendasar yang harus dipahami oleh seorang pembicara atau public speaker sebelum “ribut” dengan hal-hal teknis. Teknis itu penting, tapi ada yang jauh lebih penting: tujuan yang tinggi dan niat yang lurus. Fatan Fantastik dalam Public Speaking Training (PST) di Auditorium Kampus I UAD Ahad (13/10) lalu, menekankan pada pentingnya niat dan tujuan dalam setiap proses belajar yang kita jalani. Termasuk dalam belajar tentang public speaking.
Baik buruknya public speaking seseorang ditentukan oleh pribadi masing-masing diri kita. Apa yang masuk dalam otak, akan berpengaruh dalam setiap kata yang keluar dari mulut kita. Apa yang kita pelajari dalam hidup ini, akan berpengaruh dalam tingkah laku kita sehari-hari. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana kita bersikap dan bertindak menghadapi sebuah masalah. Untuk itulah seorang public speaker perlu memiliki tujuan jangka panjang dalam melakukan public speaking. Berbicara di depan umum adalah proses untuk belajar berbagi kebaikan, bagi sesama dan diri kita.
Acara yang dihadiri oleh 100 lebih peserta ini terselenggara atas kerjasama JAN Training Team dan Kelompok Studi Psikologi UAD, Insight Community. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30-15.00 WIB ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, peserta dibekali dengan poin-poin yang harus dipersiapkan oleh public speaker sebelum, saat dan setelah public speaking. Sesi selanjutnya, peserta dituntut untuk praktek berbicara di depan umum dalam kelompok-kelompok kecil.
Peserta tampak antusias sejak awal sampai akhir pelatihan. Semoga forum ini menjadi pemicu semangat semua pihak yang terlibat untuk terus menerus belajar. Sebagaimana yang disampaikan pembicara di akhir sesi kedua,”This is not the end. This is a beginning.” Berakhirnya public speaking training ini adalah awal untuk memanfaatkan apa yang telah didapatkan dalam kehidupan nyata; serta terus menyalakan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Semoga.  

Naskah   : Eko Megawati
Foto       : Tim JAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar