Senin, 08 Oktober 2012

It’s Just Not about Deliver


“Seorang trainer sejati adalah mereka yang sangat senang untuk belajar, tidak senang yang instan.” Begitulah sepenggal pernyataan yang disampaikan oleh Fatan Fantastik dalam Sekolah Training, Jumat (5/10) lalu di Rumah NAH, Karangwaru Lor Yogyakarta.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.15-15.15 ini dibagi menjadi dua sesi materi. Materi pertama disampaikan oleh Fauzan Permadi mengenai esensi dari proses “deliver” dalam sebuah training. Ibarat sebuah teko yang diisi dengan teh, maka saat dituangkan dalam gelas juga akan keluar teh. Begitu pula ketika kita mengisi teko dengan madu ataupun susu, maka ketika dituang dalam wadah akan mengeluarkan hal yang sama dengan apa yang kita isikan. Di sinilah pengetahuan dan referensi seorang trainer sangat diperlukan sehingga dapat memberikan yang terbaik kepada audiens.

Selanjutnya, sesi kedua dipandu oleh Fatan Fantastik. Dalam forum ini pembicara lebih banyak menekankan pada tujuan dari sebuah proses training. Seorang trainer seringkali terjebak pada hal-hal yang berbau teknis dan melupakan elemen-elemen yang lebih penting, seperti halnya alasan mengapa training diadakan dan capaian yang ingin dihasilkan.

Sebelum trainer disibukkan oleh bagaimana design dan kiat-kiat berbicara di dalam forum, ia semestinya terlebih dahulu memiliki passion atau kecintaan terhadap apa yang ia sampaikan. Sebuah sesi training selayaknya dijadikan sebagai “noble mission”, suatu tugas yang mulia. 

Sebagaimana seorang guru yang dengan semangat memiliki hasrat untuk mencerdaskan anak didiknya, seorang trainer pun perlu memandang bahwa tugasnya tidak hanya sebatas menyampaikan materi. Namun lebih daripada itu, pemahaman tentang trainer dan kegiatan yang dilakukannya harus diarahkan pada tujuan yang jauh lebih agung daripada sekadar hubungan pembicara dan pendengar. Training adalah sebuah usaha untuk  berbagi kebaikan kepada orang lain, dengan tak lupa mengingatkan kepada diri sendiri.

Tak kalah pentingnya, seorang trainer yang baik adalah mereka yang dengan adil mengakui kelemahan dan kelebihannya. Mereka akan mengatakan dengan jujur mana yang menjadi keahliannya dan bagian mana yang bukan bidangnya. Seorang trainer yang baik adalah mereka yang tidak mengklaim dirinya serba bisa. Mereka adalah orang-orang yang “tahu diri” dengan kemampuan dan kapasitasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar