Jumat, 04 Oktober 2013

Petarung Sejati*

 
           Bukan Ken, Ryu, ataupun Guile dalam Street Fighter. Bukan pula Wong Fei Hung si Jet Lie dalam Once Upon A Time in China. Ataupun si Jacky Chan dengan Drunken Master-nya. Tapi, kamu!! Lho Kok?!

            Iya!!Kamulah petarung itu! The Fighter! Tapi, bukan mirip si Drunken itu lho?! Trus mau bertarung ngelawan siapa? Teman! Orangtua! Atau guru karena kamu dapat nilai jeblok! Eits, jangan salah!

            Petarung sejati tidak harus suka kelahi. Apalagi kelahinya sama orangtua, adik, teman, atau bapak ibu guru. Bukan itu. Itu namanya Jagoan Kesorean. Saudaranya Pahlawan Kesiangan. Beraninya sama orangtua. Beraninya sama teman sendiri. Beraninya sama wanita. Coba kalau berani, pergi ke Palestine sana. Bantu anak-anak sana yang lagi ngelawan zionis Israel. Bawa ketapel atau bawa batu. Tunjukkan aksimu!

            Kalau kamu ngerasa jagoan atau ingin jadi jagoan perhatikan sini. Kata Rasulullah Saw: orang kuat itu bukan orang yang sukanya berkelahi. Tapi? Mereka yang pandai mengendalikan hawa nafsunya ketika marah. Jadi, kalau kamu merasa jagoan tapi tidak bisa mengendalikan hawa nafsu ketika marah, berarti kamu belum bisa disebut jagoan.  

Kenapa?! Lha iya! Ngelawan diri sendiri saja belum bisa. Mana bisa ngelawan musuh. Kamu tahu perang Badar? Itu lho perang penentuan antara kamu muslimin dan kaum kafir Mekah. Mengapa dinamakan perang penentuan?! Karena saat itu jumlah pasukan muslim baru sedikit. 300-an orang. Sedangkan lawannya 1000 orang. Senjatanya pun lebih lengkap.

Yach, betul-betul penentuan. Dan kalau sampai kalah atau hancur, habis riwayat. Sampai-sampai Rasulullah Saw merengek-rengek di hadapan Allah. Memohon janji-Nya. Lantas, apa yang terjadi? Tentara langit berupa 3000 malaikat dikirim oleh Allah ke medan badar.

            Perlu kamu tahu juga. Pada saat itu bulan Ramadhan. Bayangkan?! Sudah perang, puasa lagi. Kalau dinalar tidak nyambung ya? Sudah lemes, laper, disuruh tempur dengan musuh yang gemuk-gemuk dan seger-seger. Tapi, rupanya itulah kekuatan kaum muslimin. Ketika berhasil mengalahkan nafsunya dengan puasa, mereka jadi dekat dengan Allah. Dan pertolongan pun datang. Merekapun menang! Betul-betul menang.

Unik ya?! Kalau diibaratkan. Sudah jumlahnya sedikit, peralatan perangnya cuma pisau dapur, tapi kok bisa mengalahkan yang senjatanya lebih lengkap? Mungkin kalau saat itu ada pengamat perang, mereka akan berkata: mimpi kali yee..!

            Tapi itu semua bukan mimpi. Kenyataan. Mereka adalah jagoan-jagoan badar. Mereka menang dalam perang. Setelah sebelumnya mengalahkan dirinya sendiri. Mereka melawan nafsunya. Nah, itulah jagoan sejati. Bukan sekedar berani berantem, tapi juga berani mengendalikan diri. Ibarat kata pepatah: musuh jangan dicari. Ketemu jangan lari. Artinya: petarung sejati tidak pernah takut kepada musuh segede apapun melebihi takutnya kepada Allah. Sebaliknya ia pun tidak segan-segan menahan dirinya dan mengendalikan kemarahannya. Itulah petarung sejati!

Fadlan el Qossam
           
*tulisan diambil dari bank Naskah NAH redaksi #5
Gambar : republika.co.id
@annafiahfirdaus

2 komentar:

  1. kece lah pokoknya ! orang sukses itu orang yang bisa menaklukan diri sendiri. Cihuuuuyyyy ^_^

    BalasHapus