Selasa, 22 April 2014

Talkshow Pendidikan : Ingin Menjadi Pendidik yang Berhasil dan Barokah?


Mendidik adalah tugas kita bersama.


Ada 3 istilah yang dianggap mewakili kata "pendidikan": tarbiyah, ta'lim, ta'dib. Mari kita mengingat kembali yang pertama: tarbiyah.  Nah!

Cukup banyak ulama atau penulis yang membahas tentang pengertian tarbiyah. Satu di antaranya adalah Dr. Ali Abdul Halim Mahmud. Dalam kitabnya, "Tarbiyah Khuluqiyah", Dr. Ali Abdul Halim Mahmud menyampaikan beberapa pengertian tarbiyah. Mari simak penuturannya. 

Beliau menuturkan: Kata tarbiyah berasal--atau bahkan masdar--dari akar kata "rabbun". Huruf [ra'] dan [ba'] menunjukkan kepada 3 makna dasar: 1) Memperbaiki sesuatu dan berdiri di atasnya. 2) Menekuni sesuatu dan menempatinya. 3) Menggabungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain.
Tarbiyah ialah membimbing seseorang dengan memperhatikan segala apa yang menjadi urusannya & menggabungkan semua aspek-aspeknya hingga ia matang & mencapai batas kelayakan untuk dididik jiwanya, akhlaknya, akalnya, fisiknya, agamanya, rasa sosial-politiknya, ekonominya, keindahannya, dan semangat jihadnya 

Dr. Ali Abdul Halim Mahmud menambahkan, saat menafsirkan kata "ar-Rabb", kebanyakan kitab tafsir menyampaikan: "Ar-Rabb" berasal dari kata "At-Tarbiyah", yakni: menumbuhkan sesuatu tahap demi tahap sehingga mencapai batas kesempurnaan. Dikatakan: "rabbahu" (mengurusnya), "rabbaahu" (mendidiknya), dan "rabbabahu" (menjadikannya terurus) 

Kata [rabbani] seperti tersebut dalam banyak kitab tafsir bermakna: "orang yg membimbing orang lain dengan ilmu-ilmu yang kecil sebelum yang besar". Dr. Ali Abdul Halim Mahmud menyampaikan bahwa tarbiyah Islamiyah beda dengan tarbiyah yang tidak Islami. Menurut beliau, tarbiyah Islamiyah ialah pranata sosial rumusan Islam yang memberikan pengaruh efektif melalui 3 lembaga.

Apa saja 3 lembaga yang sangat penting dalam tarbiyah Islamiyah tersebut yaitu: keluarga, masjid, sekolah. Dalam pengertian yang sempit, keluarga hanya mencakup kedua orang tua, saudara, dan karib kerabat. Dalam makna yang diperluas, "keluarga" juga mencakup: tetangga, sahabat, dan masyarakat sekitar. Sedangkan peran MASJID, tentulah sangat penting dlm tarbiyah Islamiyah. 


Bukankah ia adalah tempat yg paling Allah cintai di bumi? Tentu saja, kita tak bisa menyepelekan peran teramat penting SEKOLAH dalam tarbiyah Islamiyah. Termasuk di dalamnya komponen-komponen sekolah, seperti: tenaga pendidik-pengajar, beragam buku, sarana-prasarana, & kurikulum. 

Pendidik adalah salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Lantas bagaimana agar sekolah menjadi salah satu tempat terbaik dalam proses tarbiyah? Pendidik mendidik anak sekolah dengan berhasil dan barokah. Nah, di talkshow ini mari kita berbincang bersama Bapak Mulyono ( Guru Berprestasi Nasional 2013) Kamis, 1 Mei 2014 di Omah Dakwah Pro U Media. Di bersamai juga oleh M Fatan Fantastik & Deniz Dinamiz akan dimulai pukul 08.00-11.45. Siapkan dirimu !!!

Sumber : Kultweet @emfatan #3T


Selasa, 15 April 2014

KUSEN : Yuk Jaga Niat Menulis


Apa itu kusen? Nah, itu adalah sebuah forum dari Tim Writing NAH untuk saling menguatkan dan menajamkan pena.  Forum saling berbagi ilmu agar senantiasa selalu istiqomah dalam dunia kepenulisan. Forum yang berharap tidak hanya menjadi forum rutin mingguan saja, namun menjadi sarana bersama untuk beribadah kepada Allah. 

Sama sama membuang sampah, namun bisa berbeda nilai di mata Allah. Karena apa? Yap benar, urusan niat. Urusan niat adalah urusan kita kepada Allah dan kita. Semua akan sirna, kecuali bagi mereka yang selalu menujukan segala aktifitasnya hanya untuk Allah, untuk Surga. 

Setiap amal bergantung kepada niatnya. Begitu yang diterangkan oleh Al-Imam an-Nawawi dalam hadist Arba`in an-Nawawi yang menjadi kitab rujukan umat muslim dibumi untuk semakin dekat dengan Allah. Termasuk menulis. Kita menulis untuk apa? Untuk siapa? Setiap penulis ada niatnya. Maka bagi setiap penulis adalah apa yang diniatkannya. Ketika sebatas dunia, ya kholas. Selesai dapat dunia saja. 

Sebagai contoh, penulis berniat akan menyelesaikan naskahnya sebagai modal menikah, atau untuk tenar best seller. Nah, itu juga termasuk kholas. Selesai sampai disitu saja. Padahal ada Surga yang menanti apabila semua itu untuk Allah. Namun bagaimana jika kita ingin agar lelahnya, ribetnya, kompleks capeknya tidak sia-sia? Jawabannya adalah meniatkan menulis untuk Allah. Urusan dunia akan menjadi efeknya.
Sesuatu yang paling susah memang menjaga niat. Agar ia tetap lurus, tak tergoda riya`, agar selalu tidak mengharapkan penilaian-penilaian makhluk. Bagaimana agar terjaga? Berikut yang bisa dilakukan. 

Pertama, selalu kuatkan dengan doa. Allah lah sebaik-baik tempat memohon dan meminta. Tempat terbaik mengokohkan hati kita. So, selalu ingat Allah ya disaat kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun. 

Kedua adalah Ta`lim. Tentu jika kita ingin melakukan sesuatu yang benar, termasuk niat yang baik itu gimana, maka wajib kita mengilmui apa itu niat yang benar. Mari merapatkan diri dalam majelis Allah. 

Ketiga adalah berdekatan atau memiliki komunitas yang baik. Terlebih komunitas yang lurus agar saling mengingatkan dan menguatkan. Nah, bagi tim writing NAH, KUSEN (kumpulan seneng nulis) adalah salah satu majelis untuk belajar. 

Keempat adalah berbagi ilmu kepada orang disekitar kita tentang niat. Semoga apa yang kita katakan, juga menjadi penjaga untuk diri kita agar selalu meluruskan niat. 

Terakhir adalah menuliskan. Tiada pekerjaan lain seorang penulis selain menulis. Agar kita tak telupa, agar kita selalu ingat. Menuliskan nilai atau pesan kebaikan untuk minimal diri kita sendiri. 

Niat yang benar adalah IKHLAS, tidak bercampur kehendak selain untuk Allah. Maka, apabila kita menulis di cela, ataupun di puji itu tak akan berpengaruh. Tulisan kita tak banyak yang komentar (missal di blog atau twitter atau FB tak akan berpengaruh pada kita. Tetap menulis dan tetap menulis. Hanya untuk Allah dan Surga. Nah !!!

Annafi`ah Firdaus,
Kusen JAN, Selasa 8 April 2014

Kelas PST : Menjadi Pembicara yang Berpengaruh


Jadi Pembicara yang Berpengaruh?
Ikuti! Public Speaking Training bersama JAN Training
dgn Trainer FATAN FANTASTIK

Jum'at, 18 April 2014
08.00 - 11.30
Tempat di Rumah NAH (bisa dilihat diposter)
HTM 12rb
CP : 087838730913

Selasa, 08 April 2014

Sekolah Kepenulisan : Apa yang kita tulis? “Menyulut Inspirasi Menulis”






Atas biaya CIA, David Mc Clelland pernah melakukan penelitian untuk mengetahui semangat berwirausaha pada berbagai bangsa yang berbeda. Mc Clelland kemudian menyimpulkan bahwa semangat wirausaha sangat dipengaruhi oleh kebutuhan untuk beprestasi (need for achievement). Kesimpulan ini diambil setelah Mc Clelland melakukan analisis dengan teknik proyeksi terhadap cerita anak dari bangsa yang ditelitinya. 

Apa yang bisa kita ambil dari penelitian Mc Clelland? Bacaan-khususnya cerita anak-sangat mempengaruhi mental orang yang membacanya. Pengaruh bacaan ini akan terus membekas menjadi satu komponen kepribadian. 

Kalau ingin mengubah sebuah bangsa-sekurang-kurangnya teman kita sendiri-caranya antara lain dengan mengubah bacaan mereka. Ini juga berarti bahwa siapapun yang menginjakkan kakinya didunia kepenulisan berarti telah meletakkan ujung penanya suatu sikap mental, suatu ideologi, suatu keyakinan, suatu harapan, dan sekurang-kurangnya suatu pernyataan. 

Untuk itu, mari kita saling berbagi ilmu dan visi-misi. Dalam rangka menajamkan pena, untuk membawa kebaikan meski cuma sebutir. Meski cuma untuk teman-teman kita sendiri. Meski hanya untuk hal-hal yang sepele. Yuk ikut sekolah kepenulisan :) (af)

Tantanglah dunia dengan penamu !!!
Hidupkanlah zaman dengan tulisanmu !!!
Satu langkah telah kita mulai !!!