Selasa, 01 April 2014

Training USTS SD Muh. Sidoarum


Training Ujian Sukses Tanpa Stres (USTS) di SD Muhammadiyah Sidoarum dalam rencana awalnya dimulai pukul. 08.30, namun karena alasan beberapa hal, maka pelaksanaan training diundur. Training diadakan hari Jumat, 21 Maret 2014 lalu.

Pukul 09.30-10.00 peserta mengisi biodata terlebih dahulu. Proses pengisian biodata dibantu oleh wali kelas, Ibu Mia beserta tim JAN (Mega).

Pukul 10.03, Master of Training (MOT) (Adi Kurniawan) membuka sesi training. Setelah mengucap syukur dan sholawat, MOT bertanya kepada peserta, “Ini yang di sini kelas berapa?”
“Kelas enaam...” jawab anak-anak serentak.
“Kalau sudah kelas enam, berarti sebentar lagi...?” MOT bertanya kepada peserta
“Luluuus, “jawab sebagian dari mereka. Sebagain yang lain menjawab, “Ujiaaan.”

MOT kembali bertanya kepada peserta, setelah lulus, ingin melanjutkan ke SMP mana. Beberapa anak menjawab dengan antusias di awal. Meski tidak terlalu jelas karena ditimpali dengan suara  teman-temannya yang juga menjawab. Kemudian salah satu siswa ditunjuk oleh MOT untuk menyebutkan SMP yang ingin dituju. Peserta tersebut menjawab, “SMP 2 Godean.” Sampai sesi ini, beberapa anak terlihat tidak memperhatikan dan mengobrol dengan temannya sendiri.

Setelah berdialog dengan peserta, MOT memperkenalkan tim yang saat itu berada di kelas (Adi dan Mega). Setelah itu, MOT turut memperkenalkan lembaga JAN yang merupakan gabungan dari nama JAN dan NAH. “Apa arti jannah?” tanya Adi.
“Surga,” jawab siswa putri dengan lirih. Lalu Adi bertanya kembali apa artinya jannah hingga tiga kali. Kemudian pada jawaban ketiga kalinya peserta menjawab dengan suara lantang.

Pukul 10.07, MOT memberikan permainan tangan agar konsentrasi anak terpusat. Lalu diajarkan yel-yel untuk melatih kekompakan siswa. Jika MOT berkata, “SD Muhammadiyah Sidoarum”, maka siswa putra menjawab “Oh Yes!”. Sedangkan untuk siswa putri menjawab dengan kata, “Wow, Keren”. Setelah diberikan instruksi, percobaan yel-yel pun dimulai. Di sini, diuji kekompakan dan kelantangan peserta. Karena cukup lantang suara mereka, beberapa anak dari kelas sebelah tertarik untuk mengamati aktivitas dari pintu masuk yang terbuka.

Instruksi selanjutnya ditujukan untuk melatih konsentrasi siswa. Anak-anak diberikan sejumlah instruksi untuk kemudian melakukan instruksi yang telah disebutkan, seperti memegang dahi, rambut, hidung, mata, atau anggota tubuh yang lain. Konsentrasi anak sempat buyar karena ketika MOT memberikan instruksi untuk memegang hidung, maka yang dicontohkan adalah memgang anggota tubuh yang lain. Instruksi yang dibuat bervariasi dan dengan ritme yang cepat di akhirnya cukup membuat sebagian anak-anak tidak percaya diri karena ikut-ikutan gerakan temannya. Sebagian diduga anak tidak terlalu paham dengan instruksi yang dijelaskan.

MOT melanjutkan dengan pemberian jargon baru. Ketika MOT berkata “Ujian”, maka peserta harus menjawab “Yes!”. Kalau diucapkan kata, “Juara”, maka dijawab “Saya”. Sedangkan jika dikatakan “Surga”, maka dijawab “Masuk”.  Setelah menguji kekompakan dan ketepatan jargon, MOT mengarahkan peserta untuk tepuk satu jari apabila ingin menjadi orang yang sukses. Kemudian, jika ingin sukses belajar, maka tepuk dua jari. Sukses dunia dan akhirat, maka tepuk lima jari. Anak-anak pun melakukan tepuk sesuai dengan instruksi.

Sebelum diserahkan kepada trainer, MOT bertanya kepada peserta, “Ujian...” Maka dijawab “Siap!” Karena masih belum kompak, MOT bertanya agi, “Ujiaan..” Peserta menjawab dengan lebih kompak, “Siaap!” Jargon diulang hingga tiga kali dan peserta menjawan dengan lantang dan kompak, “Siaaap!”

Pukul 10.15 trainer (Fatan Fantastik) masuk ke ruangan.
“Yang siap ujian, rapikan tempat duduk. Yang siap ujian, silakan duduk yang rapi,” seru Fatan Fantastik. Peserta pun merapikan tempat duduk dan bersiap mengikuti training.
“Siapa yang mencuri, tangannya akan dipotong. Siapa yang kakinya digunakan untuk menendang temannya, maka kakinya akan dipotong. Siapa yang lidahnya suka digunakan untuk berbohong, maka lidahnya akan dipotong oleh malaikat,” seru Ustadz Fatan dengan lantangnya.
Peserta terpaku mendengarkan seruan trainer yang penuh intonasi.
Peserta kemudian ditanya, “Pilih mana, surga atau neraka?” Semua peserta menjawab, “Surga”.
Kemudian trainer menegaskan bahwa ujian tidak hanya di dunia saja. Tetapi besok di akhirat ada ujian kubur. Anak-anak kemudian ditanya, di mana letak ubun-ubunnya? Kemudian anak-anak memegang ubun-ubunnya. Kemudian trainer menekankan bahwa ada malaikat yang senantiasa mengawasi kita. Orang boleh tidak tahu apa yang kita lakukan, tapi Allah Maha Tahu. Trainer menguatkan peserta tentang orang-orang yang  hebat karena memegang keimanannya. Tanpa iman, orang yang kita anggap hebat, tidak ada apa-apanya di mata Allah.

Pukul 10.25, Ustadz Fatan, sang trainer menyebutkan bahwa, “Menyontek itu merusak otak.” Meski tidak ada yang tahu apa yang kita kerjakan hari ini, tetapi siksa kubur itu adalah siksa yang paling berat. Malaikat siap menyiksa dengan cambuk api. Jika kita tidak beriman, di dalam kubur akan diberi teman dengan bau busuk. Besok di kubur, kita akan ditanya tiga pertanyaan, siapa tuhan kita, apa agama kita dan siapa nabi kita. Anak-anak menjawab dengan kompak ketika pertanyaan ini dilontarkan kepada mereka.

Trainer menekankan bahwa ujian di akhirat kelak adalah ujian tentang sholat. Untuk itu, Ustadz Fatan menegaskan bahwa ketika sholat, kita tidak boleh mengganggu teman di sekitar kita. Peserta tertawa ketika trainer memperagakan contoh sholat yang tidak sungguh-sungguh dan gampang diganggu setan. Iblis, bapaknya setan diusir Allah dari surga karena kesombongannya. Untuk itu, anak-anak ditekankan untuk tidak sombong kepada Allah, salah satunya dengan menyembah Allah melalui sholat. “Malaikat tidak terpana dnegan harta dunia. Kalian sholat apa ga, itu baru keren!” seru sang trainer.

Pukul 10.34 Ustadz Fatan melanjutkan dengan cerita bagaimana kelak seseorang akan dicabut nyawanya. Orang yang beriman, akan merasakan sakit saat nyawanya dicabut. Namun demikian, mereka yang beriman bisa masuk surga. Sedangkan bagi orang yang kafir, akan disiksa terlebih dahulu oleh malaikat sebelum nyawanya dicabut. “Besok semua mati. Tapi kapan? Allah yang lebih tahu.”

“Ketika ada siksa kubur, semua makhuluk bisa mendengar, kecuali jin dan manusia,” seru Ustadz Fatan. Di alam kubur, orang-orang mukmin sudah bisa merasakan nikmatnya buah keimanan. Surga yang kelak akan mereka diami telah diperlihatkan kepada mereka. Mereka pun berdoa, “Ya Allah.. segera kiamat ya Allah...” Anak-anak pun tertawa mendengarkan permintaan kiamat yang selama ini banyak mereka takutkan.
Berbeda dengan kaum kafir. Di dalam kubur mereka sudah ditunjukkan tempat mereka kelak setelah kiamat adalah di neraka. Maka dari itu orang-orang kafir berdoa, “Jangan kiamat Ya Allah...”

Trainer menekankan kembali bahwa sholat itu mengahadap Allah, maka kita harus menghormati. Kalau sholat kita diganggu orang, maka kita dapat pahala. Maka kalau kita belum taubat, Allah akan memberikan balasan kepada kita. Trainer juga menekankan untuk menyempurnakan wudhu, tidak boleh buru-buru. Trainer mengatakan bahwa berdasarkan penelitian, wudhu dapat lebih menyehatkan tubuh kita. “Make up paling murah namanya wudhu. Kelak seluruh bagian tubuh yang terkena air wudhu akan bercahaya. Dan di surga kelak, kita akan mendapatkan suami surga yang tingginya tiga puluh meter” anak-anak pun sontak tertawa. “Tenang, kalia besok tingginya juga tidak akan segini,” ucap sang trainer menenangkan.

“Pilih surga apa neraka?” tanya sang trainer ketika jam menunjukkan pukul 10.43. Semua kompak menjawab, “Surgaaa...”
“Sukses atau stres?” lanjut sang trainer.
“Sukseeess...” jawab anak-anak.
“Kita ini masih bodoh. Karena itu harus belajar,” seu Ustadz Fatan.

Seketika, sang trainer mengeluarkan sebotol kecil minyak wangi dari kantong bajunya. Salah seorang  peserta yang duduk di bangku depan, Rizki, diolesi minyak wangi pada bajunya oleh sang trainer. Dikatakan kepada anak-anak, “Malaikat Allah suka yang wangi. Tapi kalau wanita, Cuma sekadar untuk menghilangkan bau badan,” ucap Ustadz Fatan. Rizki yang bajunya diolesi minyak wangi menciumkan bajunya kepada teman-temannya setelah ia mencium wangi baju yang diolesi parfum.

“Besok kalian akan outbound dengan tali. Meniti tali yang tingginya sekitar sepuluh meter di atas tanah. Seperti jembatan shiratal mustaqim yang diibaratkan sehelai rambut yang dibelah tujuh. Bagi yang beriman, akan mudah melewatinya. Tapi mereka yang tidak beriman, maka akan kesulitan menyeberanginya.” Sang trainer pun mengingatkan peserta untuk mempersiapkan diri untuk besok paginya dan tidak tidur terlalu larut.

“Gitu ya adik-adik sekalian. Hidup Cuma sekali. Kelak ketika mati hanya ada dua pilihan. Pilih nikmat, atau siksaan. Ketika di akhirat, pilih surga atau neraka,” seru sang  trainer pada pukul 10.49. Trainer mengingatkan untuk mengurangi ucapan-ucapan kotor. Karena ketika kita mengucap bismillah, maka pahala akan dicatat oleh malaikat. “Besok di surga, kentut dan keringat kita kan wangi. Di surga, ada game yang diciptakan Allah dengan canggih. Di surga, ada minuman dan makanan paling enak.”

Pukul 10.53, triner menyerukan anak-anak untuk duduk dengan baik. Trainer juga mencontohkan cara duduk orang-orang calon masuk rumah sakit jiwa. Anak-anak pun tertawa melihat tingkah sang trainer yang ekspresif dan penuh humor. “Jadi, jangan meniru cara duduk orang yang gagal. Kalau ingin berhasil, ubah cara duduk kita.” Anak-anak pun mengubah cara duduk mereka yang tadinya beberapa kurang tegap. Anak-anak pun diajari bagaimana cara bernafas yang sehat, yaitu bernafas menggunakan perut. Peserta pun mempraktikkan latihan nafas panjang.

“Siapa yang siap untuk sukses angkat tangannya!” seru Ustadz Fatan pada puul 10.55. Anak-nak pun menganggat tangan kanan mereka tinggi-tinggi.
“Yang siap lulus ujian, katakan saya.”
“Saya,” jawab sang anak-anak kompak.
“Yang ingin sungguh-sungguh belajar, katakan saya!”
“Saya,” seru peserta.
“Ya Allah, saksikanlah ya Allah.” Ucap sang trainer mengakhiri sesi acara.




Observer: EM


Tidak ada komentar:

Posting Komentar