Jumat, 30 Mei 2014

Dicari: Sekolah yang Sungguh-Sungguh Mendidik! #Part 1



Kamis, 29 Mei 2014, pukul 08.28 empat orang peserta putri dan dua orang peserta putra duduk dengan tenang di deretam kursi barisan depan. Dengan seksama, mereka menyimak pembukaan acara talkshow pendidikan sesi pertama.

Kali ini, ada yang berbeda dengan acara talkshow pendidikan yang pernah digelar JAN sebelumnya. Meski masih memilih lokasi yang sama, lantai 3 Omah Dakwah Pro-U Media, acara talkshow pada kesempatan ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dijadwalkan pukul 08.00-11.30, sedang sesi kedua adalah pukul 13.30-17.30.

Acara dibuka oleh MC, Irfan Idris dan dilanjutkan dengan pembacaan kalam Illahi oleh Akha. Host pada acara talkshow sesi pertama ini adalah Denis Dinamis. Ditunjuk sebagai pembicara utama pada kesempatan ini adalah Ustadz Bagus Priyosembodo.

Host memberikan pengantar tentang kapasitas daya ingat serta pemantik dengan pertanyaan-pertanyaannya terkait sekolah, tujuan dibangun sekolah, serta pertanyaan lainnya. Pukul 09.16, host mempersilakan pembicara utama sesi pertama.  

Ada banyak manusia Istimewa di dunia ini. Jumlahnya ratusan bahkan ribuan. Sedangkan di antara mereka, ada 25 orang yang dikabarkan kepada kita. Kita mengenal mereka dengan sebutan “Nabi”. Ustadz Bagus memulai penyampaian materinya.

Di antara manusia istimewa ini ada manusia yang derajatnya lebih istimewa lagi. Yakni Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad. Kemudian di antara manusia yang lebih istimewa ini ada yang lebih istimewa lagi, yakni Nabi Muhammad SAW.

Sejurus kemudian, ustadz Bagus bertanya kepada audiens, “Kalau berbicara mengenai Nabi Nuh A.S. apa yang teringat?” Kapal, banjir, dan fragmen tentang tenggelamnya orang-orang kafir mungkin akan memenuhi benak kita. Tapi ada satu hal yang patut kita pelajari dari kisah hidup Nabi Nuh. Nabi Nuh adalah nabi yang putranya bahkan menjadi kafirin. Orang yang seharusnya sangat terpukul, lebih terpukul dari seorang guru yang muridnya menjadi  seorang penjahat. Nabi Nuh adalah orang yang gigih. Beliau berdakwah ratusan tahun, meski pengikutnya tidak sebanyak dengan Nabi Muhammad yang diberi usia 63 tahun.

Lalu, ketika kita berbicara mengenai nabi Ibrahim A.S. apa yang akan teringat? Api, dibakar tidak hangus, mungkin itu yang lebih banyak diingat dari kisah-kisah Nabi Ibrahim. Kemudian, Ustadz Bagus mencoba memantik daya pikir peserta dengan menyinggung konsep Character dan Competence yang telah diterangkan host sebelumnya.

Kemudian peserta merespon dengan menyebutkan berbagai sifat yang mereka kenal tentang sosok nabi Ibrahim. Seorang peserta di barisan depan menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim adalah sosok yang cerdas. Kemudian ia menyampaikan tentang kisah Nabi Ibrahim AS ketika mencari hakikat Tuhan.

Dari pernyataan seorang peserta tentang kisah pencarian hakikat Tuhan oleh Nabi Ibrahim ini kemudian dibantah oleh Ustadz Bagus Priyosembodo. Beliau menyampaikan bahwa kisah itu tidak benar. Banyak mufasir yang mengatakan bahwa kisah di dalam Al Qur’an terkait pertanyaan tentang Tuhan adalah bahasa Nabi Ibrahim untuk mengedukasi ummatnya. Hal ini bukan menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim sedang kebingungan tentang siapa Tuhannya.
Pertanyaan selanjutnya terkait kehidupan Nabi Musa AS. Beberapa peserta tertawa kecil saat Ustadz Bagus mempertanyakan apakah mereka akan menyampaikan tentang ular dan tongkat? Ustadz Bagus mengulas mengenai pendidikan nabi Musa AS yang saat itu belum ada sekolah. Disebutkan bawha ada pelajaran penting yang terkandung di dalam AL Qur’an. Apa itu? Ketika Musa bertemu dengan dua perempuan. Nabi Musa terpercaya tidak menggoda perempuan.

Ustadz Bagus kemudian beralih untuk membicarakan tentang nabi Isa AS dan langsung dilanjutkan dengan membahas Nabi Muhammad SAW. “Siapa gurunya Nabi Muhammad, sekolah dimana, kurikulumnya seperti apa?” tanya Ustadz Bagus. Lalu, diajukanlah pertanyaan yang lebih mendasar, “Nabi Muhammad punya sekolah atau tidak?” Audiens menjawab, “Tidak!”

“Nabi Muhammad belajar atau tidak?” tanya Ustadz Bagus kemudian.
“ Ya!” jawab peserta serentak.
“Berarti nabi Muhammad adalah orang yang belajar tapi tidak sekolah,” Ustadz Bagus menyimpulkan.

“Pagi hari ini kita sampai pada perkataan bahwa seseorang bisa giat belajar tanpa sekolah. Contohnya adalah Rasulullah SAW. Kemudian, banyak orang menjadi istimewa tanpa lulus dari sekolah tapi mereka semuanya belajar.” Kurang lebih kalimat-kalimat itu yang kemudian ditekankan oleh Ustadz Bagus di sesi awal pembicaran tentang di manakah sekolah yang benar-benar mendidik.

Tempat Nabi Muhammad SAW belajar adalah dalam asuhan Halimah, Abdul Mutholib, dan Abu Tholib. Dari sini kemudian bisa ditelusuri sifat-sifat dari masing-masing tokoh tersebut. Selain nama-nama penting orang-orang yang berpengaruh mendidik Rasulullah,  ada 3 lingkungan penting, yaitu lingkungan Bani Sa’d, lingkungan Abdul Mutholib dan lingkungan Abu Tholib.

Lingkungan Bani Sa’d adalah lingkungan bahasa yang fasih dan bersih dari kekacauan. Dari sini kita perlu kita mencermati bahwa jikalau kita ingin seorang anak tumbuh dengan baik maka perhatikanlah apakah anak tersebut tumbuh dalam lingkungan yang berbahasa baik.

“Itukan para nabi, yang tanpa kita cari formuliasinya ia akan menjadi orang yang luar biasa, “ tutur Ustadz Bagus. Lalu kita lihat orang-orang baik setelah para nabi dan Rasul. Abu Bakr, Utsman bin Affan, Sa’d bin Abi Waqosh. Nama-nama ini adalah orang yang luar biasa di sisi Rasulullah.
Abu Bakr, orang yang kalau mengimami menangis, orang yang kalau tidak punya uang tetap tegar, dermawan, sahabat yang utama. Pertanyaan utamanya adalah, sekolahnya Abu Bakr ada dimana?

Selanjutnya ada 10 nama yang berderet dijamin masuk surga. Kembali kita bertanya, dimana sekolah orang-orang luar biasa ini? Atau  kita tingkatkan ke pertanyaan selanjutnya, bagaimana proses belajarnya?

Ustadz Bagus kemudian berkata, “Baik, kita akan beralih ke negri sendiri. Terlepas beliau ini baik atau buruk.” Peserta talkshow diminta menyebutkan tokoh-tokoh Indonesia yang mereka anggap baik. Audiens ada yang menjawab, Ratu Sima, Gadjah Mada, Pangeran Diponegoro, Kyai Mojo, Hamka, RA Kartini, dan lain-lain.

Ustadz Bagus kemudian memberikan selingan dengan menyampaikan lagu yang harom diperdengarkan kepada anak-anak. Yakni lagu “Balonku”. Kata beliau, lagu  “Balonku” mengajarkan anak-anak tidak tawakal ‘alalloh. Balon pecah satu saja hatinya sangat kacau. Tentu ini sifat yang tidak terpuji.
Kembali ke tokoh, Ustadz Bagus meminta audiens yang menyebutkan nama Ratu Sima untuk menerangkan seperti apa Ratu Sima. Peserta, Zudi, menyebutkan bahwa Ratu Sima adalah penguasa yang cerdas, menghukum keluarga sendiri dengan potong tangan, seorang penguasa kerajaan.
Ustadz Bagus kembali bertanya kepada Zudi, “Siapa gerangan Gadjah Mada?” Ustadz Bagus menyebutkan, “Hayam Wuruk adalah mentor dari Gadjah Mada”.

R.A. Kartini adalah akhwat yang “belum jadi”. Dikatakan bahwa R.A. Kartini sering disebut membuka jalan terang karena berani menyerukan pendidikan untuk kaum perempuan. Tapi R.A. Kartini belum mewujudkan sekolah yang bermutu. “Kartini adalah murid dari K.H Sholeh Darat. Jadi Kartini ini satu guru dengan K.H Hasyim Asy’ari dan K.H. Ahmad Dahlan,” seru Ustadz Bagus.

Bicara tentang Pangeran Diponegoro, maka tidak bisa lepas dari Kyai Mojo. Kyai Mojo adalah seorang guru yang telaten mengurus santri-santrinya. Diponegoro di akhir perjalanan hidupnya disebutkan Ustadz Bagus, “sedikit menyimpang”. Hal ini kemudian membuat Kyai Mojo sedikit menjauh dari Pangeran Diponegoro. Tempat yang pernah di singgahi pasukanya pangeran diponegoro atau santrinya Kyai Mojo kita jumpai menjadi tempat yang religius.

Ustadz Bagus menunjukan buku “Sejarah Pendidikan ISLAM” kemudian beliau menjelaskan bahwa banyak manusia yang istimewa dan ‘jadi’ tanpa sekolah. Jadi keliru kalau ada orang yang mengatakan harapan satu-satunya untuk menjadi manusia istimewa adalah jalan sekolah. Di dalam buku Prof. Ahmad Salabi, ada satu bab yang ditempatkan di bab awal mengenai tempat-tempat untuk memberi pelajaran. Dan beliau menyebutkan dalam kitabnya ini ‘tempat-tempat belajar sebelum sekolah didirikan.’ Beliau menyebutkan yang pertama Kutab kalau zaman dahulu diselenggarakan di masjid, sekarang disebut sebagai TPA. Berikutnya adalah Toko Kitab, Rumah Para Ulama’, Salon Kesusastraan (Sanggar Sastra), padang pasir, masjid.

“ Harusnya Masjid, Toko Kitab, Rumah para ulama’ itu menjadi tempat sumber ilmu pengetahuan. Sudah saya sebutkan tempat-tempat yang jika orang hadir di situ bisa pandai tanpa tempat itu disebut sebagai sekolah, “ tutur Ustadz Bagus.

Tempat belajar yang baik antara lain adalah berhubungan dengan orang yang ahli ‘ilmu. Maka seseorang itu bisa menjadi istimewa tanpa sekolah asalkan dia ini belajar secara sungguh-sungguh kepada ahli ilmu. Demikian pula sebaliknya, seseorang yang masuk kedalam sekolah tapi tak ada hubungan baik dengan ahli ilmu atau ada tapi tak belajar dengan baik, maka dia tidak akan menjadi orang yang baik meskipun dia rajin sekolah. Karena rajin sekolah itu tidak sama dengan rajin belajar.

Dalam Quran Surat Al-A’la disebutkan bahwa kosakata dalam Islam, dalam hal ini yang merujuk pada Al-Quran, istilah yang sesuai untuk pengajar adalah mu’alim. Tempat di mana proses pengajaran berlangsung disebut dengan majelis ta’lim.

Ustadz Bagus bertanya, “Murid yang pertama bernama siapa?” Jawabannya adalah, Adam.
Adam dan para malaikat diuji oleh Alloh. Malaikat diuji dengan pertanyaan tentang sesuatu yang belum pernah diberitahukan atau diajarkan kepada malaikat. Ujian ini bukan untuk mengetes sajauh mana pengetahuan malaikat, melainkan untuk menunjukan bahwa malaikat itu tidak tahu atau dalam istilah negatifnya adalah bodoh. Sedangkan ujian yang ditujukan kepada Nabi Adam adalah, untuk mengetahui sejauh mana Nabi Adam memahami apa-apa yang telah diajarkan oleh Allah kepadanya. Yaitu saat Allah menyuruh Adam menyebutkan benda-benda yang belum diajarkan kepada malaikat.

Murid adalah orang yang hadir dalam mejlis ilmu untuk mendapatkan kebaikan.
Ada beberapa jenis orang yang hadir di majelis ilmu:
Hadir tetapi tidak sadar
Hadir tetapi tidak berfikir
Hadir, berfikir tetapi tidak berkemampuan belajar.

Syarat belajar adalah memiliki modalnya, yaitu modal otak dan alat (bahasa).
Kalau ada orang yang hadir tapi tidak menyukai gurunya apa yang akan terjadi?
Ustadz Bagus kemudian bertanya kepada seorang peserta, “Kalau ada murid tidak suka dengan gurunya, bisakah orang ini menguasai pelajaran itu?” Banyak audiens yang mengatakan masih memungkinkan.

Ustadz Bagus bertanya lagi, “Kalau murid tidak percaya kepada guru, bisakah sukses belajar?”
Tidak mungkin.
“Murid percaya sama guru tapi tidak suka sama gurunya, mungkin berhasil atau tidak?”
“Bisa atau mungkin.” Seorang murid bisa berhasil dengan alasan mutlak adalah seorang murid percaya dengan gurunya. Seseorang itu bisa menjalani sesuatu yang tidak disukai. Maka, ketika akan menikahi seseorang perhatikan apakah orang ini bisa dipercayai atau tidak. Bukan karena alasan mencintai atau tidak. Demikian pula dalam mencari sekolah dan dalam menyekolahkan anak, patutkah sekolah dan guru-guru di sini untuk dipercaya (dalam hal mengajar dan mendidik)?

Mengajar dan mendidik itu berbeda. Ada orang yang mampu mengajar tapi tak mampu mendidik. Ketika seseorang memiliki ketrampilan menguasai bahan ajar dan menguasai metode mengajar maka orang ini layak menjadi pengajar yang baik.
Ustadz Bagus juga menyampaikan tujuan pendidikan yang benar. Karena di sinilah yang akan menjadi pembeda besar.

Pukul 10.50. Sesi tanya jawab dipersilakan oleh host. Beberapa audiens bertanya kepada Ustadz Bagus priyo sembodo.
Berikut ini adalah point dari pertanyaan:
1.bagaimana kalu kita tidak percaya dengan sekolah, lalu bagaimana sikap kita?
Jawaban ustadz Bagus:
a.Homeschooling
à orang tua membuat sekolah dirumah dengan pengelola dan pengajar bisa orangtua anak sendiri.
b.Unschooling
àmenolak sistem persekolahan. Dirumah juga tidak sekolah. Belajar tanpa sekolah. Ada berbagai macam variasinya misalnya berbentuk seperti bajak laut yang tidak terstruktur.
c.Comunity Schooling
à sekumpulan orang tua yang tidak menyetujui sekolah dengan gaya umum, kemudian bekerjasama dengan keluarga yang lain untuk mendirikian sekolah terbatas dengan maksud sesuai orang tua dengan lingkungan yang terbatas.

Tapi ketiga hal ini harus ada benang merahnya, yaitu:
1.Belajar sungguh-sungguh, 2.Ahli ilmu, 3.Disiplin.
Sekolah itu bisa dipercaya ketika sekolah itu bisa menghantarkan kepada tujuan pendidikan. Maka, kita perhatikan apakah dia pensukses atau penggagal tujuan kita.

Satu diantara indikator keunggulan Sekolah Dasar adalah sebagai berikut:
Seluruh lulusan:
a.Hafal Juz 30 dengan lancar dan benar.
b.Sholat dengan baik dan mandiri. Bisa sholat subuh tanpa susah dibangunkan, sakit tetap sholat.
c.pantang dusta dan mencuri- ghosob.
Hal diatas adalah pencapaian standard di sekolah itu. Jangan tertipu dengan nama sekolah, tapi perhatikan hakikatnya.

2.Hadits, “ajarkanlah anak-anak kalian ketika mereka berusia 7 tahun. Pukul mereka ketika mereka berusia 10tahun.” Dalam hal ini maka usia 7 tahun sudah diperintahkan untuk sholat tapi tidak diberikan sanksi. Kalau ada yang memberikan sanksi, maka hal ini menyelesihi sunnah. Kalau usia sudah 10tahun tapi belum mau sholat boleh diberi sanksi yang bersifat edukatif.

3.sifat Halimah As Sa’diyah. Penyayang, fasih dalam berbahasa, sederhana, miskin. Anak-anak yang ditumbuhkan serba fasilitas akan menjadikan pribadi yang lemah. Kepandaian orang yang perlu ditumbuhkan sampai nanti adalah yang bisa survive dan berbahagia dalam kesederhanaan. Penggunaan bahasa yang buruk adalah satu diantara 10 indikator buruknya karakter dan runtuhnya peradaban bangsa.

Pukul 11.33, host menyatakan bahwa karena keterbatasan waktu maka jikalau ada pertanyaan bisa melalui email pakbagus09@gmail.com atau @orangawam1

Allah SWT berfirman, “Tidaklah kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku.” Maka sekolah harusnya mengacu pada hal ini, mendukung hal ini.
Seorang anak dilahirkan atas fitrah, maka tanggung jawab seorang anaorang tualah yang meyahudikan dia, memajusikan dia, menasranikan dia. Maka kalau kita mendidik anak kita, jauhkanlah dari nilai nasrani, yahudi dan majusi. Hari ini banyak orang tua mendidikkan nilai-nilai yahudi, nasrani dan majusi tanpa sadar, bahkan menyerahkan dengan ikhlas untuk dididik demikian. Bahkan di sekolah islam sekalipun.



Diolah dengan perubahan seperlunya dari naskah observasi Fauzan Permadi
Admin: EM

Rabu, 28 Mei 2014

Kilas Balik Agenda JAN: April 2014

Assalamu’alaykum sobat.. Tak terasa Bulan Mei sudah mau berakhir. Apa saja yang sudah kita lakukan sebulan atau dua bulan terakhir ini? Semoga senantiasa diberi keberkahan di setiap aktivitasnya. Jangan lupa, kembali diluruskan niatnya agar selalu untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Alhamdulillah.. hari demi hari, kian bertambah saudara dan mitra kerja JAN. Di Bulan April lalu, tercatat ada sembilan instansi yang mempercayakan JAN sebagai tim training atupun instruktur outbound bagi kegiatan mereka. Tentu saja, selain bekerjasama dengan mitra kerja eksternal, JAN turut memfasilitasi berbagai kegiatan bagi sobat semua yang mau belajar. NAH! Yuk kita simak aktivitasnya.

No
 Tanggal
Acara
Mitra Kerja
1
04 April 2014
Sekolah Training
Umum
2
04 - 05 April 2014
Outing Kelas IX
SMP N 5 Yogyakarta
3
05 April 2014
Training USTS
SMP IT Abu Bakar Yogyakarta
4
11 April 2014
Sekolah Kepenulisan
Umum
5
12 April 2014
T raining USTS
SD Muhammadiyah se-Gamping
6
12 April 2014
T raining USTS
SD Nogotirto
7
18 April 2014
Sekolah SDM
Umum
8
18 April 2014
Public Speaking Training JAN
Umum
9
18 April 2014
Training Motivasi
SD IT Jabal Nur
10
18 April 2014
Doa Bersama USTS
SMP IT Abu Bakar Yogyakarta
11
23 April 2014
Outing USTS Kelas VI SD
SD Ngaran Mlese, Klaten
12
25 April 2014
Sekolah Pendidikan
Umum
13
26 April 2014
Outing Murid dan Guru
SD Girisekar
14
26 April 2014
Doa Bersama
SD Muhhammadiyah Sidoarum
15
27 April 2014
Outing TPHP
Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM

Cek juga foto-fotonya ya..

 Fatan Fantastik memberikan motivasi siswa Kelas VI SD Muhammadiyah se-Gamping



Nikita (SD Muhammadiyah 1 Mlangi) bercita-cita menjadi pengacara



Denis Dinamis membuka sesi Outing di Pendopo KP4







Peserta outing TPHP tampak antusias dalam aktivitas kelompok





Uji kekompakan tim dengan game estafet kelerenga


Keseimbangan adalah hal penting dalam permainan transfer tongkat




Admin: EM

Selasa, 27 Mei 2014

Berkelana Ke Langit Dunia

 
 Ketika telah sampai di langit dunia, Jibril berkata kepada penjaga langit,”Bukalah”.
”Siapakah engkau?” Penjaga langit bertanya.
“Ini Jibril”.
”Apakah ada orang lain yang bersamamu?” Sang penjaga kembali bertanya.
”Ya. Aku bersama Muhammad SAW”, jawab Jibril.
“Apakah ia diutus kepada Allah?”
“Ya”.
Maka pintu pun dibuka. Rasulullah bersama Jibril lalu naik melewati langit dunia. Saat itulah mata Rasulullah tertumbuk pada sosok seorang laki-laki yang sedang duduk di sana. Di sebelah kanannya terdapat sekumpulan orang. Di kirinya juga ada sekumpulan orang. Anehnya, jika lelaki itu melihat ke kanan, ia tertawa. Jika menengok ke kiri, ia mencucurkan air mata.

Belum hilang keheranan Rasulullah, lelaki itu menyapanya,”Marhaban bin-nabiyyish shaalih wal ibnish shoolih. Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan anak orang yang shalih”.  Rasulullah bertanya kepada Jibril, ”Siapakah orang ini?”  Jibril menerangkan,”Ini adalah Adam. Kumpulan orang yang ada di sebelah kanan dan kirinya adalah arwah anak keturunannya. Orang-orang yang berada di sebelah kanannya adalah para penduduk surga. Sedangkan yang berada di samping kirinya adalah para warga neraka. Jika melihat ke kanan, ia tertawa. Jika melihat ke kiri, ia mencucurkan air mata”.
Olala... Dimanakah posisi kita? Di sebelah kanan, alias (calon) penghuni surga? Atau di sebelah kiri alias cikal bakal kayu bakar neraka? Apakah engkau tahu jawabannya?

Fatan Fantastik

Percik Fantastik
(Naskah Buletin NAH edisi 4 )




Gambar : wallpapergos.blogspot.com
admin : af

Kamis, 22 Mei 2014

Sekolah Jumat Pendidikan : Memenuhi Tiga Dasar Kebutuhan Anak

Sumber : demibahagia.net

 "Pada pokoknya, tidak ada anak yang nakal. Kitalah yang salah didik sehingga mereka menjadi nakal. Tak ada anak yang lahir dalam keadaan nakal. Tetapi kita tak boleh menutup mata atau menyangkal bahwa kenakalan itu ada. Sesungguhnya, eufimisme hanya menyulitkan kita menemukan akar masalahnya. Memahami setiap sebab kenakalan akan memudahkan kita menentukan langkah yang tepat sesuai dengan sebab kenakalannya." (Moh Fauzil Adhim)





"Yuk Ikuti dan berburu ilmu tentang mendidik anak!"
*Sekolah Kependidikan*
 Bersama Ustadz M. Fauzil Adhim,
Jumat, 23 Mei 2014
Pukul 15.45-17.30

"Memenuhi Tiga Dasar Kebutuhan Anak"
di Rumah Nah
Gratis!!
Terbuka untuk umum

Alamat Rumah Nah :
Karangwaru Lor, jalan Gotong royong no.376, Yogyakarta
Selatan batas kota jalan Magelang, stasiun TVRI Jogja
Konfirmasi kehadiran ke: 08994540777
Tempat terbatas!!

Admin : AF
Twiiter Buletin Nah - @buletinnah

Selasa, 20 Mei 2014

Talkshow : Dimana Sekolah yang Sungguh-Sungguh MENDIDIK berada?

Sekolah adalah salah satu tempat penting untuk melakukan pendidikan. Tempat berkumpulnya tenaga pendidik-pengajar, beragam buku, sarana-prasarana, & kurikulum. Seperti sudah kita pahami, mendidik bukan sekedar memindahkan ilmu saja, tetapi nilai nilai kebenaran. Lantas, dimanakah sekolah itu? Sekolah yang sungguh-sungguh mendidik? NAH

 
Admin : AF

Jumat, 09 Mei 2014

Public Speaking Training "Menjadi Pembicara yang Berpengaruh"


Berbicara tak cukup dengan sekadar mengeluarkan buih-buih kata yang keluar dari mulut kita. Berbicara juga ada ilmunya lho, sobat. NAH! Perlu kehati-hatian agar perkataan kita tak berakhir dengan sia-sia. Perlu memperdalam ilmu agar untaian kata yang kita sampaikan adalah kebenaran yang sarat hikmah.

Penasaran dengan ilmunya?
Yuk ikuti!

PUBLIC SPEAKING TRAINING
bersama JAN Training team dan Fatan Fantastik
Kamis, 15 Mei 2014
Pukul 08.00-11.30 di Gedung G-100 Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM)
HTM Rp12.000,-

Pendaftaran:
Ketik PST_Nama_Instansi kirim ke 087838730913



admin: EM

Selasa, 06 Mei 2014

Sekolah Jumat Kepenulisan "Rasulullah : Inspirasi Menulis"


Orang kalau sudah senang, maka perilakunya akan terlihat. Termasuk urusan senang menulis. Ia akan bahagia dengan menulis, begitu pula bahagia karena menulis.

Sekolah Jumat Kepenulisan hadir untuk Sobat yang senang Menulis !!!
Jumat, 9 Mei 2014
Bersama M Fatan Fantastik
Jam 15.45 - 17.30
di Rumah NAH !!!
GRATISSSS yaa Sobaat !
Info : 0857 2932 9304

Buruan daftakan dirimu yaa Sobat NAH !!
Jadi ikhtiar didamba Surga !!
JAN !
NAH !
  Admin : AF

Romansa Ranadhan




Mari kita lihat kawan
Di masjid-masjid kan kau jumpai 3 waktu sungguh berbeda dari biasa

kapan itu?
Sebelum mentari terbit
Berbondong orang datang ke masjid
Tunaikan 2 rakaat subuh

Selepas mentari tenggelam
Umat Islam bersama-sama melepas lapar dan dahaga
Berdoa pada Rabbnya
Telah basah kerongkongan
Telah hilang dahaga
Dan telah diterima amal
Insya Allah...

Kemudian kita jumpai pula
11 atau 23 rakaat sholat sunnah berjamaah usai sholat isya ditunaikan
Berbeda dari biasanya bukan?

Dan kiranya itulah sekeping fragmen di Bulan Ramadhan
Mari siapkan iman dan sehatnya badan
Memohon dengan sepenuh pengharapan
Agar Allah mengampuni segala dosa dan kesalahan
Agar hidup senantiasa terjaga dalam iman dan ketaatan


Penulis: Am1nov
Admin: EM
Sumber gambar: http://sundayshomari.com/2011/08/01/ramadhan-karim/