Selasa, 10 Juni 2014

Ilmu, Siapakah Kamu?





Part I
Oleh M Fatan Fantastik 

Pernah bertanya kepada para murid sekolah (SD, SLTP, atau SLTA) tentang alasan mereka bersekolah? Atau, pernahkah engkau bertanya kepada dirimu sendiri: untuk apa aku sekolah/kuliah? 

Saya sudah melakukannya dalam beberapa kesempatan. Jawaban yang saya dapatkan beragam. Sebagian besar, adalah jawaban mengambang. Tak jelas. Kadang, bahkan cenderung sekenanya. Termasuk ada yang menjawab,”Sudah takdir!” 

“Untuk mencari ilmu!” (beberapa menyebutkan “Untuk belajar”) adalah satu diantara jawaban yang paling sering muncul. Belajar apa? Mencari ilmu apa di sekolah atau tempat kuliah? Tambah bingunglah mereka, para siswa yang sudah bertahun-tahun sekolah itu. Maka, ketika pertanyaan khusus ditanyakan, “Mengapa kamu belajar matematika?”, jawabannya ada yang ‘mencengangkan’: karena jadwalnya memang begitu. Kalo Senin jam ketiga, jadwalnya pelajaran matematika…

Maka, makin tak jelaslah bagi banyak pelajar alias penuntut ilmu, untuk apa menuntut ilmu. Apa tujuan sebenarnya dari menuntut ilmu. Sangat mungkin karena mereka sendiri bingung, apa itu ilmu. (Apakah engkau juga begitu?). Padahal pemahaman yang salah tentang ilmu, sangat mungkin akan menyeret mereka ke niat yang menyimpang, hingga penempuhan jalan yang bisa membawa mereka ‘nyemplung’ ke neraka jahannam!

Maka, perlulah kita paham dan mengerti apa sesungguhnya ILMU itu.
Ilmu berasal dari kata ‘alima-ya’lamu yang berarti mengerti, mengetahui, atau benar-benar memahami.
Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin (dalam kitab “Kitaabul ‘Ilmi”, yang diterjemahkan menjadi “Panduan Lengkap Menuntut Ilmu”):

Secara bahasa, al-‘ilmu adalah lawan dari al-jahlu (kebodohan); yaitu mengetahui sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dengan pengetahuan yang pasti. Secara istilah dijelaskan oleh sebagian ulama bahwa ilmu adalah ma’rifah (pengetahuan) sebagai lawan dari al-jahlu (ketidaktahuan).  Ulama lain mengatakan bahwa ilmu itu lebih jelas dari apa yang diketahui.  Adapun yang dimaksud disini, adalah ilmu syar’i, yaitu ilmu yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya berupa keterangan dan petunjuk. Ilmu inilah yang mendapat pujian dan sanjungan bagi para pemiliknya. 

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari:  “Siapa yang Allah kehendaki ada kebaikan pada dirinya, maka Allah akan menjadikannya paham tentang ilmu agama”.


NAH!


Tulisan berjudul "Siapakah Ilmu" Part II karya M Fatan Fantastik bisa Sobat nikmati di Buletin Nah Edisi 34 yaa. Kalau takut kehabisan, buruaan !!! Ke Rumah Nah dan gratis untuk Sobat semua naa ..

Admin   : AF
Gambar : http://ristyrahmawaty.staff.stainsalatiga.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar