Sabtu, 21 Juni 2014

Syaikh Ahmad Khatib Al Minankabawiy : Guru Para Guru, Sahabat Para Pahlawan*





oleh Zudi Saputro

PART 1

Kalian tahu dan kenal sosok KH. Ahmad Dahlan pendiri Persyarikatan Muhammadiyah? Kenal KH. Hasyim Asy'ariy pendiri Jami’ah Nahdhatul 'Ulama (NU)? Pastinya tahu. Kenal tokoh-tokoh Islam lainnya seperti HOS Tjokroaminoto pendiri Syarikat Islam (SI), The Grand Old Man H. Agus Salim, atau Buya HAMKA Ketua MUI yang pertama itu? Pasti juga tahu. Setidaknya, dari buku-buku sejarah yang sudah kita baca sejak SD. Tapi tahu dan kenalkah kamu dengan guru(-guru) mereka? Siapa sih orang yang berhasil mendidik mereka hingga sehebat itu, menjadi tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan bagi negeri penduduk Islam terbesar di dunia ini? Yang ini seharusnya kamu lebih tahu. Jika belum, kamu harus berkenalan. Nah, sejenak mari kita mengenal salah satu tokoh sejarah ini.

Tokoh satu ini barangkali tidak tertulis dalam buku-buku sejarah di sekolah kita. Namun  percayalah, di balik kesuksesan semua tokoh nasional yang kita sebut di atas, nama beliau tersangkut. Beliaulah guru mereka semua. Beliau pantas kita predikati Guru Para Guru.

Nasab yang Mulia
Syaikh Ahmad Khatib lebih dikenal umum sebagai Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau (atau Al Minankabawiy dalam bahasa Arab), yang menunjukkan asal kelahirannya, Minangkabau (Sumatera Barat). Beliau lahir Senin, 6 Zulhijjah 1276 H/26 Jun 1860 M (atau 1855 M), dan wafat di Mekah, 9 Jumadil awal 1334 H/13 Maret 1916 M. Nama lengkapnya ialah Beliau bernama lengkap Al ‘Allamah Asy Syaikhul Ahmad Khatib bin ‘Abdul Lathif [bin ‘Abdurrahman] bin ‘Abdullah bin ‘Abdul’aziz Al Khathib Al Minangkabawi [Al Minkabawiy] Al Jawi Al Makki Asy Syafi’i Al Atsari rahimahullah. Nasab beliau sangat mulia. Dari garis ibu beliau adalah keturunan Tuanku Nan Renceh, tokoh Paderi yang disegani. Dari garis bapak sampai kepada. Khatib Nagari, ulama-bangsawan Negeri Minang. Perpaduan nasab yang mulia ini di kemudian hari nampak bekasnya dalam diri beliau. Beliau menjadi ulama yang kuat dan tegas memegangi prinsip-prinsip dasar Islam dan pro-pembaruan sebagimana para ulama Paderi terdahulu, tetapi juga tidak kehilangan akar tradisonalnya –beliau tetap memilih bermazhab, mazhab Syafii, mazhab yang dianut mayoritas muslimin Indonesia.

Mendalami Agama Islam Sejak Kecil
Beliau mendapat pendidikan awal dari sekolah pemerintah Belanda di Minangkabau selain menerima pendidikan agama dari keluarga sendiri. Kepintaran, kecerdasan, kecemerlangan, serta kesungguhan beliau dalam menunutut ilmu telah nampak sejak usia beliau. Oleh karena itu, keluarganya begitu yakin bahwa Ahmad kecil harus menimba ilmu lebih dalam lagi dari sumbernya langsung, tanah haram.

Menetap di Mekah, dan Tidak Pulang Lagi
Sejak umur 11 tahun, beliau menetap di Mekah. Setelah berada di Mekah barulah beliau mendapat pendidikan agama yang mendalam dari ulama Mekah terutama Sayid Bakri Syatha, Mufti Mazhab Syafi’i Sayid Ahmad bin Zaini Dahlan, Syaikh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Makki dan lain-lain, termasuk mertuanya sendiri, Muhammad Shalih Al Kurdi, pemilik toko buku (kitab) di Mekah.

Menjadi Imam Besar, Khatib, dan Mufti di Mekah 
Ketika dewasa, beliau menjabat sebagai imam dan khatib di Masjidil Haram. Sebagai seorang imam shalat artinya beliau dipercaya oleh pemerintah dan ummat Islam setempat menjadi imam pemimipin shalat jama'ah di masjid kiblatnya ummat Islam itu (terutama saat giliran jamaah Syafiiyah). Berarti bacaan Al Qurannya sangat fasih dan  -tentunya- sangat menguasai bahasa Arab dan ilmu-ilmu Al Quran. Sebagai khatib beliau dipercaya sebagai ulama yang senantiasa mengajarkan Islam di sana alias menjadi gudangnya ilmu Islam. Dan sebagai mufti, beliau siap dimintai fatwa-fatwanya. Julukan Al Khatib yang tersemat dalam namanya ditambahkan ketika beliau resmi diangkat menjadi mufti, maknanya adalah ‘seorang Khatib/Mufti dari Minangkabau. Wuih, hebat, padahal orang Nusantara lho!

Ada yang mau mengikuti jejak beliau? Rajin ngaji yuk! 


*naskah ini dimuat di Edisi Buletin Nah 33
Naskah Part II Syaikh Ahmad Khatib Al Minankabawiy  : Guru Para Guru, Sahabat Para Pahlawan bisa Sobat Nikmati di Edisi Buletin Nah #35 yang akan segera hadir buat Sobat semua !!! Nah !

Admin : AF 
gambar : sufiroad.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar