Selasa, 14 Oktober 2014

Ngaji Kamis Pagi di Rumah Nah


 Edisi berbeda kali ini, Kamis, 10 Oktober 2014 yang biasanya ngaji garasi di Rumah Ustadz Fauzil Adhim pindah ke rumah NAH (Jln Gotong Royong No.376 Yogyakarta). Ngaji kali ini, lesehan dan belajar dengan tema pendidikan yakni karakter dan kompetensi bersama Ustadz Fatan Fantastik. Acara dimulai tepat pukul 09.30 WIB sampai menjelang jam 11.00.

“Tujuan sekolah ada dua, membangun karakter dan kompetensi. Apa itu karakter, dan apa itu kompetensi? Karakter adalah kombinasi dari sebuah kualitas yang membuat seseorang berbeda dengan orang lain. Karakter  adalah apa yang tampak dan tidak tampak pada seseorang.” Penjelasan pemateri pagi ini (10/10).

Poin kedua dari tujuan sekolah atau pendidikan adalah kompetensi. Ustadz menjelaskan bahwa kompetensi itu kemampuan seseorang melakukan pekerjaan dengan baik. Kompetensi bukan sekedar bisa, tetapi melakukannya dengan usaha sebaik mungkin (ahsanu `amala).

“Ada tiga jenis kompetensi yang harus kita tanamkan ke peserta didik kita, pertama kemampuan untuk hidup ( Life Competence), kedua kemampuan akademis (Academic Competence), dan ketiga adalah kemampuan bekerja atau berkarir (Career Competence).”
Urip itu butuh ilmu,” lanjut beliau.

                Live Competence itu dibagi menjadi dua yakni Personal Competence dan Social Competence. Kecakapan seseorang untuk mengelola diri, baik berupa kelebihan ataupun kekurangan seseorang untuk menghasilkan manfaat adalah kompetensi pribadi. Sedangkan social competence itu berupa kemampuan seseorang untuk hidup dengan orang lain, diantaranya berkomunikasi dengan baik, atau bagaimana bekerja sama dengan orang lain.”

“Selesaikan dengan dirinya sendiri (Personal Competence) , kemudian baru ke hal Social Competence. Jika Social Competence sudah beres, engkau akan mudah menjawab cita-citamu dan rencana hidupmu kelak. Maka, materi seperti ini harusnya masuk ke dalam lingkungan kurikulum sekolah.”

Kompetensi kedua adalah urusan akademis (Academic Competence). Kompetensi ini dibagi menjadi dua, pertama Learning Attitudes (belajar) dan kedua Learning Skill (keterampilan belajar). Kompetensi pertama Learning Attitudes yang harus ditanamkan oleh pendidik adalah sikap sangat postif terhadap belajar. Bukan sibuk murid itu bisa apa, namun kecintaan, suka, senang, serta minat untuk belajar. Murid suka membaca diutamakan, sebelum bisa membaca.

Kompetensi akademik kedua adalah bagaimana murid memiliki keterampilan untuk belajar (Learning Skill). Dalam hal ini murid memiliki beberapa keterampilan dalam hal belajar, diantaranya berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan teman yang lain.

                Kompetensi terakhir yang harus ditanamkan kepada murid adalah Career Competence. Dalam hal ini, pertama yakni soft skill murid memiliki kualitas yang memungkinkan menjadi pribadi yang produktif, sukses, dan berharga. Semakin hari tambah ilmu, selayaknya mendapati murid yang takut kepada Allah (keagungan Sang Pencipta) serta tambahnya amal shaleh yang dilakukan. Kedua Hard Skill, murid memiliki pengetahuan yang membuatnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi kebutuhan kolektif orang banyak serta keberhasilannya dimasa mendatang.

“Karir harusnya bukan masalah passion, tapi masalah mission. Kalau sekedar gairah, maka tidak akan bertahan lama ketika gairah itu hilang. Mission itu berkaitan dengan apa yang dibutuhkan kolektif atas diri kita. Bukan urusan suka dan tidak suka pada, tapi Allah ridho atau tidak,” penutup oleh Ustadz Fatan ngaji kamis pagi di Rumah Nah. (AF)

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar