Selasa, 22 Desember 2015

Menepis Blocking Dalam Menulis


leojumianto.faa.im


Oleh : Amin Novianto 

"Tidaklah aku menuliskan satu hadits dalam Jami' ini kecuali aku sudah berwudhu dan shalat dua rakaat."

Kalimat pendek dari Imam Bukhari tersbut disampaikan oleh Pak Fatan dalam pertemuan Sekolah Jum'at akhir Tahun 2015 ini. Pada kesempatan ini, Jum'at (11/12/2015) Pak Fatan mengajak peserta yang hadir untuk mengenali hal-hal yang menjadi penghambat dalam menulis (blocking). Peserta diminta untuk menyebutkan hal-hal yang merintangi dalam menulis. Beberapa hal yang disebutkan oleh para peserta antara lain: apa yang mau ditulis, referensi, menjaga niat,  istiqomah menulis, skill menulis dan kemauan. Setelah itu para peserta diajak oleh Pak Fatan untuk menyederhanakan beberapa hal tersebut. 

Adalah mengenai kemauan dan kemampuan. Pak Fatan menyampaikan bahwa ada yang memiliki kemauan tinggi namun kemampuan masih rendah. Ini tidaklah mengapa, kemampuan masih bisa terus dilatih. Asalkan disiplin, kemampuan lebih mudah digarap. If there is a will, there is a way. Orang yang mau terus belajar dalam menulis lebih siap menerima masukan. Tidak ada penulis besar kecuali pernah dikritik. Munculnya kemauan/tekad/himmah membuat orang siap untuk berlelah payah dalam belajar.  

Nah Sobat, maukah kalian mendapat pahala jariyah dari menulis? Ayo menulis sekarang juga! Dan yang terpenting adalah terus belajar untuk menyajikan tulisan yang bergizi dan bermutu tinggi. Sudahkah menulis hari ini?



Selasa, 15 Desember 2015

Not Only Good Presenter



Oleh : Amin Novianto 

Tampil di depan umum bagi sebagian orang adalah menakutkan. Bagi sebagian yang lain mungkin mengasyikan. Sehingga kedua kondisi ini tak bisa kita bandingkan untuk mencari seperti apa seorang yang tampil di depan umum tidak sekedar baik, namun terbaik diantara yang sudah baik. Bukankah ini penting dipelajari?

Pelajaran berharga ini didapatkan dalam pertemuan Sekolah Jum’at awal bulan Desember ini. Pada kesempatan pertemuan kali ini (04/12/2015) Pak Denis mengajak peserta untuk belajar bagaimana tampil terorganisir. Disampaikan kepada para peserta yang hadir dengan mengambil referensi buku “The Exceptional Presenter.” Peserta diajak mengenal terlebih dahulu tentang ciri seorang presenter yang disebut exceptional.

Apa saja ciri-cirinya? Seorang presenter yang exceptional bernama T.J. Koegel melakukan survey terhadap 6.000 kali workshop selama 15 tahun. Hasilnya, diperoleh enam ciri presenter yang exceptional diantaranya: 1) Organize (tampil terorganisir), 2) Passionate, 3) Engaging, 4) Natural, 5) Understand our audience, 6) Practice. Keenam ciri tersebut bisa disingkat “OPEN UP.” Dalam bahasa Indonesia kita sebut bahwa seorang presenter hendaknya membuka diri.

 Nah, ternyata tampil terorganisir di sini baru salah satu dari enam ciri seorang presenter yang exceptional. Tak bisa dipungkiri bahwa tidak semua orang bisa dengan mudahnya tampil di depan umum dengan terorganisir. Ada yang terkendala dengan materi dan tata urutannya. Ada yang terkendala ketika menghadapi kondisi riil yang berbeda dengan rencana. Ada juga yang terkendala dalam menata alur materi yang akan disampaikan, dan beberapa kendala lainnya. Adakah kalian menemuinya sahabat?

Lalu bagaimana untuk bisa tampil terorganisir? Pada kesempatan ini Pak Denis menjelaskan empat hal yang mendasar untuk tampil terorganisir. Apa saja?
1.      Tujuan
Seorang presenter hendaknya memahamkan kepada audiens tentang tujuan dari kehadiran mereka. Untuk apa?
2.      Memahami kondisi audiens
Untuk dapat memahami kondisi audiens ini maka diperlukan assesment terlebih dahulu. Yakni melakukan observasi terhadap audiens yang akan mendengar penyampaian dari kita. Sehingga penyampainnya bisa tepat sasaran.
3.      Hasil/Keuntungan
Audiens hendaknya diberi penjelasan tentang keuntungan yang akan di dapatkan dari hal yang kita sampaikan.
4.      Rencana tindakan/action plan
Setelah mengetahui apa yang telah disampaikan hendaknya audiens juga tergerak untuk membuat rencana tidakan atau melakukan suatu tindakan dari hal-hal yang kita sampaikan.

Bagaimana sobat? Siapa ingin menjadi The Exceptional Presenter? Marilah terus belajar dengan benar dan cara yang terbaik!

Selasa, 08 Desember 2015

Nih, Buletin untuk Kamu


Assalamu`alaikum Sobat Nih semua dimana pun kaki berpijak. Semoga selalu dalam keadaan sehat, dan semakin cinta sama Allah :)
Nah, Buletin Nih kembali hadir lagi dan siap untuk dinikmati. Ada yang mau?
Serius nih, kalau ada yang mau boleh main ke Rumah Nah.
Kalau Buletin Nih sudah didapat, Sobat akan menemukan kisah Seorang Anak dan Si Penjual Kurma. Kemudian ada karya puisi dari sahabat kita juga. Tentu juga, kita bareng-bareng belajar tentang Tauhid Uluhiyyah.
Sobat mau?

Jumat, 13 November 2015

Nah Edisi 37 Telah Hadir




Assalamu`alaikum para pendamba surga ...

Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan lagi untuk kita berjumpa. Meski lewat deretan kata. Semoga kelak, kita bertatap muka di surga. Aduhai bahagianya.

Nah, dalam edisi ini kami mengajak kamu untuk jalan-jalan. Jalan-jalan yang pastinya akan menambah iman kita. Lantas merenungi, “Apa yang engkau lihat? Apa yang akan kita rasakan? Bukankah Allah selalu mengetahui apa yang kita kerjakan? Lalu dikemanakan Allah?

Dikesempatan ini, kami juga mengajak sobat berkenalan lebih jauh dengan tokoh sejarah Indonesia :  Agus Salim. Sungguh, kita akan mulia dengan ilmu. Mari membaca untuk mendapat ilmu. Silahkan memulai perjalanannya. 

Selamat menikmati :)

Hubungi :  085729392924 (Firdaus) atau 085729329304 (Novianto)
Kantor : Rumah Nah (Jalan Gotong Royong Karangwaru Lor No.376 Yogyakarta)

(Tim Nah) 


Kamis, 29 Oktober 2015

Berbagi Kisah Tentang Guru

Setiap kita yang belajar punya kisah tentang guru. Baik belajar di institusi pendidikan bernama sekolah, maupun di luar sekolah. Sejak kecil hingga sekarang beragam guru kita temukan. Diantara sekian banyak guru, tentu ada kesan tersendiri atas mereka. Ada berbagai kesan baik/menyenangkan dari guru, sehingga ia menjadi guru favorit. Begitu juga ada guru yang kita anggap tidak favorit karena beberapa kesan tidak baik dari guru melekat pada diri kita. Entah kesan tidak baik itu secara personal saja, atau bahkan teman kita dahulu juga bersepakat mempunyai kesan yang sama. 

Guru favorit. Menurut sahabat sekalian seperti apakah model guru favorit? Guru yang menyenangkan? Asyik diajak ngobrol? Bisa jadi tempat sharing? atau apalagi?

Pekan ke-4 bulan Oktober ini (23/10/2015) di acara Sekolah Jum'at JAN berlangsung diskusi dan berbagi pengalaman tentang guru favorit. Hadir sebagai tamu untuk berbagi pengalamannya adalah Mas Yusuf. Seorang mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam di UMY.

Pada kesempatan ini Mas Yusuf menyampaikan pengalaman belajarnya yang menemukan guru favorit dan tidak favorit. Ketika masih SD Mas Yusuf pernah menemui seorang guru yang bisa disebut tidak favorit. Mengapa? Ada sikap tidak baik yang dilakukan oleh gurunya. Ketika Mas Yusuf tidak bisa melaksanakan perintah guru dengan benar, guru mendorong kepalanya. Sikap yang tidak baik ini cukup membekas.

Kemudian di masa SMP Mas Yusuf menemukan seorang guru favorit. Gurunya ini mengajar mata pelajaran matematika. Mengapa sang guru menjadi guru favoritnya? Sebab sang guru ini mampu menjadikan siswanya senang terhadap matematika. Matematika menjadi mudah dipahami dan menyenangkan bagi Mas Yusuf. Selain itu untuk menjadikan siswa yang lain juga terbantu dalam belajar matematika, guru tersebut memberikan les gratis kepada Mas Yusuf dan teman-temannya. Kemudian mereka diminta untuk mengajari temannya yang lain. 

Nah, dari sekilas pengalaman tersebut bagaimana dengan sahabatku semua? Apakah kalian punya kisah yang sama? Atau ada kisah lain dari para guru kalian?

Ada hal penting yang harus kita ingat, meski ada kesan tidak menyenangkan pada guru kita, tetaplah kita harus menjaga adab terhadapnya. Salam pembelajar! (Ano)

Jumat, 23 Oktober 2015

Outbound JAN bersama FTI UII di Bhumi Merapi

(1) Pembukaan kegiatan Outbound FTI UII di Pendopo Bhumi Merapi


Oleh : Annafi`ah Firdaus

Laahaula walaa quwwata illa biLlaah. Sabtu, 10 Oktober 2015 atas izin Allah, untuk kesempatan yang ketiga kalinya Tim JAN mengadakan outbound bersama FTI UII. Peserta berjumlah 40an ini terdiri dari asisten praktikum dan dosen Teknik Elektro Universitas Islam Indonesia. Lokasi kegiatan outbound di Bhumi Merapi Jalan Kaliurang KM 19,5 Yogyakarta dengan tujuan kegiatan menumbuhkan kekompakan dan tanggungjawab antar peserta.

(2) Peserta stretching di area alam Bhumi Merapi
Kegiatan dimulai di Pendopo Pandhawa camp oleh pihak FTI UII. Sambutan dari pihak FTI UII oleh Pak Hendra Setyawan menyampaikan tujuan dari outbound ini adalah agar kita semakin kompak. Beliau berharap juga agar seluruh peserta tetap semangat dan gembira. Selanjutnya forum diberikan kepada pihak JAN. Instruktur utama yaitu Deniz Dinamiz memperkenalkan tim JAN yang akan membersamai peserta selama outbound. Setelah itu, peserta diajak keluar pendopo untuk olahraga pemanasan.

(3) Kelompok peserta menampilkan yel-yelnya
Peserta dibagi menjadi enam kelompok, dengan seluruh peserta putri menjadi satu kelompok. Kemudian masing-masing kelompok diminta menentukan nama kelompok, ketua kelompok, dan yel-yel. Dua kelompok pertama yang sudah berani terlebih dahulu tampil, menuju lokasi highrisk yaitu untuk rapling menuruni tebing Kali Kuning. Sisa kelompok lainnya melakukan land game atau permainan di darat.

(4) Proses tangkap telunjuk "APEL"
Aktivitas permainan land game pertama adalah tangkap telunjuk dalam kelompok ketika instruktur mengatakan APEL. Aktivitas ini menuntut peserta untuk konsentrasi dengan apa yang dikisahkan instruktur sehingga ketika disebutkan APEL peserta harus mampu menangkap telunjuk tangan peserta samping kanannya dan juga telunjuknya tidak ditangkap peserta sebelah kirinya.

Dalam waktu bersamaan, kelompok untuk aktivitas highrisk secara berurutan menuruni tebing dengan pengaman dan alat standar diantaranya sepatu, helm, sarung tangan, dan hardness. Aktivitas ini untuk menguji keberanian peserta untuk melangkahkan kaki menapaki tanah untuk turun ke bawah sekitar 15 meter. 

(5) Salah satu peserta sedang rapling menuruni tebing Kali Kuning


(6) Peserta melakukan permainan "ESTAFET KELERENG"
Aktivitas land game selanjutnya adalah estafet kelereng menggunakan sendok yang harus peserta gigit. Pemindahan kelereng harus dilakukan dengan secara berkelompok sehingga hal ini membutuhkan kekompakan. Satu saja peserta merasa lengah dan putus asa, maka hal ini akan membuat kelompok kesulitan memindahkan banyak kelereng. 
(7) Estafet Kelereng
Aktivitas estavet kelereng pada level kedua dimana peserta harus berpasangan atau bergandengan untuk memindahkan kelereng. Apabila kelereng jatuh, aturannya peserta harus mundur satu langkah. Pada level selanjutnya, dimana peserta berpasangan namun tidak saling berhadapan dan tidak boleh lepas hanya dua kelompok yang berani melanjutkan. Dua kelompok lainnya tidak ikut dan memilih untuk melihat.



(8) Salah satu peserta menggendong anggota dalam Sungai Buaya
Jam 10.25 kelompok yang sebelumnya rapling menuju lokasi aktivitas land game, dan 2 kelompok menuju aktivitas rapling. Pada kelompok ini, aktivitasnya adalah sungai buaya. Peserta harus menyeberangkan kelompoknya di “sungai” menggunakan alas kertas dan harus menjaganya dari “buaya”. Aktivitas ini membutuhkan kekompkan, kegigihan, dan kesabaran untuk berhasil menyeberang menuju garis aman dari “buaya”.  

(9) Suasana ujung susur GOA
Aktivitas land game terakhir dilakukan di Kali Kuning yaitu memindahkan gelang karet menggunakan sedotan. Sedangkan aktivitas SINERGIS yang melibatkan seluruh peserta adalah susur goa. Masing-masing peserta diberikan gelas plastik berisi air yang harus dijaga keutuhannya sampai selesai. Tidak semua peserta ikut karena ada kondisi yang memang tidak memungkinkan sehingga ada 35 peserta yang ikut susur goa. Menyusuri goa tepat jam 11.40 kita mulai. Didalam goa yang gelap serta aliran air yang harus dilewati menuntut semua peserta untuk tetap berjalan dan tentu bertanggungjawab menjaga gelas yang dibawanya. Tepat jam 11.54 seluruh peserta selesai finish.  

Proses penutupan dilakukan setelah shalat dzuhur di pendopo. Seluruh foto dokumentasi kegiatan peserta ditampilkan sebagai sarana pemaknaan aktivitas. Semoga outbound ini semakin menguatkan kekompakan, tanggung jawab, ukhuwah, untuk sampai JANNAH.