Minggu, 30 Agustus 2015

Catatan Sekolah Jum`at Menulis*



Sumber : www.kupasbuku.com

Oleh : Annafi`ah Firdaus

Jum`at, 14 Agustus 2015

Menulis adalah proses yang “bisa” tentu dengan izin Allah, karena terbiasa. Kalau kita ingin bisa menulis, maka mulailah dari sekarang. Kemudian di “kulino”-aken. Menulis kemudian diistiqomahkan dan konsisten, dalam keadaan apapun, tetaplah menulis. Ada pepatah, “Writing tresno jalaran seko kulino”

Lagi, bisa nulis karena TERPAKSA atau DIPAKSA, baru BISA, lantas BIASA. Maka, menulis sebenarnya bukan masalah bakat dan tidak bakat. Namun masalah “mau” atau tidak? Kalau mau, namun belum bisa, maka paksalah. Kita paksa diri kita untuk menulis, maka semoga Allah izinkan bisa untuk menulis, lantas kita akan biasa untuk menulis.
Jadi menulis harus dibiasakan. Ulama hebat menyalin dari karya orang lain. Al-Bukhari menyalin tulisan dari Rosulullah. Kita bisanya apa? Menulis apa? Ya sudah TULISLAH.

Kita mulai tetapkan targetnya :
1.    Bisa Nulis
Semua butuh proses untuk melakukan. Jangan menggunkan cara INSTANT. Mari kita paksa, semoga akan menghasilkan peningkatan.
2.    Referensi
Kualitas tulisan kita bergantung pada apa yang kita baca. Maka penting mencari referensi yang benar dalam menjadikan “gizi” bagi tulisan kita.
3.    Belajar pada orang
4.    Dengan pengalaman, pengalaman setiap bulan meningkat. Pengalaman-pengalaman akan membuat orang waspada. Ingat, kualitas diatas kuantitas

Ketika kita betul betul ingin bisa menulis, maka hal yang harus kita lakukan adalah MENYEDIAKAN WAKTU. HARUS DIPAKSA UNTUK MENYEDIAKAN WAKTU DAN MENULIS. Lakukanlah dengan senang dan bahagia. Hal ini seperti orang tidak bisa menghafal Al-Qur`an karena dia tidak dapat menyempatkan waktu untuk hafalan. Begitu pula dengan menulis.


Berawal dari kata BISA. Apa yang kamu bisa kamu tulis. Agar kamu bisa menjadi bisa maka :
1.    Daya ketuk atau daya dobrak
Tuangkan dengan melibatkan perasaan ke dalam tulisan. Bisa dalam bentuk Blog (diary online), twitter (menceritakan dalam bentuk yang pendek) atau fasilitas yang lain. Kemudian latih agar kita bisa kokoh yaitu dengan NIAT. Untuk apa kamu menulis? Karya besar ada karna lurusnya niat. Karya yang besar ayat ayat cinta. Laskar pelangi bukankah menjadi tulisan yang fenomenal? Hal ini berawal dari niat.
2.    Daya isi, tulisan bergizi, ada isinya yang dapat dimanfaatkan oleh pembaca. Gizi dan thoyibnya makanan bergantung pada bahannya. Bila ingin tulisannya bergizi maka mencari referensi-referensi yang bergizi
3.    Daya ubah, niatnya yang jelek tidaka kan mengena di hati. Belajar menulis cara yang baik dan benar (EYD, majas)


Niat terjaga, dilengkapi dengan referensi disempurnakan dengan kata-kata yang indah. Menulis ulang karya-karya terbaik akan membuat kita memahami kata dan ketajaman dalam memilih kata. Nah, siap menulis? (af)

*Materi ini disampaikan oleh Ustadz M. Fatan Fantastik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar