Senin, 21 September 2015

Madrasah di Masjid Fatimatuzzahra #1

Alhamdulillah, ucap syukur kami kepada Allah SWT. Pada hari Ahad 20 September 2015 kami kembali bisa menyambangi sebuah tempat di Kabupaten Banjarnegara. Tepatnya di Desa Simbang, Kecamatan Mandiraja ada sebuah masjid bernama Masjid Fatimatuzzahra. Kami mulai membantu kegiatan di sana sejak bulan September 2014. 

Semenjak tahun lalu hingga hari ini telah terhitung 8 kali pertemuan kami dengan beberapa warga di sekitar masjid Fatimatuzzahra. Adapun kegiatan kami di sana membersamai para pemuda dan beberapa orang bapak/ibu dalam acara "Madrasah Pendidik dan Madrasah Anak." Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menjadi investasi amal kami dalam pengembangan pendidikan di sana. 

Di pertemuan ke-8 ini ada hal spesial kami rasakan. Memang secara jumlah peserta yang hadir di kegiatan Madrasah Pendidik tak sebanyak biasanya. Namun maasya Allah, mereka yang hadir adalah orang-orang yang tak pernah absen dari kegiatan ini. Peserta yang hadir antara lain ada 2 orang remaja putri dan 2 orang bapak serta seorang remaja putra. Sehingga pada pertemuan kali ini ada penyesuaian aktivitas bersama peserta.

Para peserta Madrasah Pendidik diajak berkumpul di ruang tamu rumah Bp. Taufik. Di sana para peserta diajak untuk berdiskusi tentang berbagai macam hal terkait lingkungan Desa Simbang. Selain itu juga para peserta diajak untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan saran dan masukan mengenai desain kegiatan yang dapat merangkul masyarakat sekitar untuk menjadi lebih baik. Lalu bagaimanakah kegiatan selanjutnya? insyaAllah akan kami setelah kegiatan bulan depan berlangsung. (ANo)

Jumat, 18 September 2015

Berbaik Hati dan Bersabar


Oleh : Amin Novianto
 
Baik hati, adakah kita tidak mengharapkannya? Mendapat perlakuan dengan baik hati dari orang lain tentu menyenangkan hati. Begitu juga orang lain yang mendapat sikap baik hati dari kita. Pastilah ia merasa senang berkawan dengan kita.

Lalu siapakah pemberi kebaikan hati kepada manusia itu? Tentu tiada satupun kebaikan itu kecuali datangnya dari Allah. Allah memiliki asma' Al-Barru (Maha Baik Hati). Sebagaimana dalam Al-Qur'an Allah berfirman:

إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ
"Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan dan Maha Penyayang." (QS. Ath-Thuur : 28)
Allah teramat baiknya kepada setiap hamba-Nya. Allah menyayangi,  lembut dan mulia. Dia tak pernah pelit membagi rizki kepada hamba-Nya. Kebaikan Allah ini juga ditambah lagi dengan berbagai keagungan dari asma'-Nya. Mari kita simak sepenggal ayat dalam Al-Qur'an berikut ini:
قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun." (QS. Al-Baqarah : 263)
Dalam ayat ini Allah memiliki asma' Al-Ghaniy dan Halim. Allah menyebut diri-Nya Halim. Allah adalah Dzat yang pemaaf dan penyabar, tidak mudah marah, tidak kesal oleh tindakan bodoh. Seperti apapun perilaku hamba-Nya, Allah tak mudah untuk marah. Sekiranya Allah mudah marah dan kesal oleh tindakan bodoh niscaya tak ada lalgi kehidupan di dunia. Kita tahu bahwa sebagian besar penduduk bumi ini tidak menyembah Allah. Padahal Allah memberi rizki kepada setiap  hamba-Nya. Sudah diberi masih mengingkari.
Itulah Allah, Dia memiliki kesabaran yang tiada terkira kepada hamba-Nya. Mari kita renungkan firman-Nya:
إِنْ يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهْرِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
"Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur," (QS. Asy-Syura : 33)
Nah, kemudian bagaimana kita harus bersabar ketika mendapati perlakuan buruk dari orang lain. Jika membalasnya melebihi dari yang kita terima maka termasuk dari bentuk kezhaliman. Jadi sebaiknya bagaimana?
Mari kita pelajari 3 tingkatan sabar berikut ini:
1. Tingkat dasar, adalah bentuk kesabaran itu diwujudkan dengan memberi balasan yang setimpal. Namun hal ini tidak afdhal
2. Tidak membalas tapi menyimpan rasa "dongkol" di dalam hati
3. Memaafkan dan berbuat baik kepada orang yang berlaku buruk.
Sabar itu sendiri harus dilakukan dengan senantiasa teguh dan berlaku benar. Maka bersabarlah kita dengan sebaik baik kesabaran yang bisa kita lakukan Dengan mengarap pertolongan Allah dan kasih sayang-Nya, semoga Allah senantiasa melindungi dan membimbing kita di jalan yang benar.
wallahu a'lam.


Sumber : Catatan ngaji bersama Ustadz Bagus Priyo Sembodo di Rumah Nah ! 

Selasa, 01 September 2015

Sekolah Jumat Pendidikan Bulan Agustus 2015

Sekolah Jum`at Pendidikan 

Oleh : Amin Novianto

Jum'at 28/08/2015, berlangsung sekolah jum'at dengan tema pendidikan di rumah Nah. Pada kesempatan ini peserta yang hadir diajak untuk berdiskusi tentang pendidikan. Ada 2 poin penting yang menjadi bahan diskusi pada kesempatan ini. apakah itu? Pertama, adalah mengenai indikator kesuksesan dalam pendidikan. Kedua Faktor penentu suksesnya pendidikan. 

Pada kesempatan ini peserta banyak terlibat aktif dalam menyampaikan pendapatnya masing-masing, sehingga pada saat diskusi berakhir didapatkanlah beberapa jawaban tentang indikator suksesnya pendidikan dan faktor penentu suksesnya pendidikan. Berhubung masih diperlukannya tanggapan dari para guru yang ahli dalam bidang pendidikan maka hasil dari diskusi tersebut belum bisa kami bagikan dalam tulisan ini. Melalui diskusi ini diharapkan dapat memberikan sebuah awalan bagi peserta. Sebuah awal untuk semakin terus belajar mengenai pendidikan. Sebab, apapun profesi kita sejatinya proses pendidikan itu senantiasa kita lakukan. Paling minimal adalah mendidik diri sendiri, bukankah begitu? Nah!