Jumat, 18 September 2015

Berbaik Hati dan Bersabar


Oleh : Amin Novianto
 
Baik hati, adakah kita tidak mengharapkannya? Mendapat perlakuan dengan baik hati dari orang lain tentu menyenangkan hati. Begitu juga orang lain yang mendapat sikap baik hati dari kita. Pastilah ia merasa senang berkawan dengan kita.

Lalu siapakah pemberi kebaikan hati kepada manusia itu? Tentu tiada satupun kebaikan itu kecuali datangnya dari Allah. Allah memiliki asma' Al-Barru (Maha Baik Hati). Sebagaimana dalam Al-Qur'an Allah berfirman:

إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ
"Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan dan Maha Penyayang." (QS. Ath-Thuur : 28)
Allah teramat baiknya kepada setiap hamba-Nya. Allah menyayangi,  lembut dan mulia. Dia tak pernah pelit membagi rizki kepada hamba-Nya. Kebaikan Allah ini juga ditambah lagi dengan berbagai keagungan dari asma'-Nya. Mari kita simak sepenggal ayat dalam Al-Qur'an berikut ini:
قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun." (QS. Al-Baqarah : 263)
Dalam ayat ini Allah memiliki asma' Al-Ghaniy dan Halim. Allah menyebut diri-Nya Halim. Allah adalah Dzat yang pemaaf dan penyabar, tidak mudah marah, tidak kesal oleh tindakan bodoh. Seperti apapun perilaku hamba-Nya, Allah tak mudah untuk marah. Sekiranya Allah mudah marah dan kesal oleh tindakan bodoh niscaya tak ada lalgi kehidupan di dunia. Kita tahu bahwa sebagian besar penduduk bumi ini tidak menyembah Allah. Padahal Allah memberi rizki kepada setiap  hamba-Nya. Sudah diberi masih mengingkari.
Itulah Allah, Dia memiliki kesabaran yang tiada terkira kepada hamba-Nya. Mari kita renungkan firman-Nya:
إِنْ يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهْرِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
"Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur," (QS. Asy-Syura : 33)
Nah, kemudian bagaimana kita harus bersabar ketika mendapati perlakuan buruk dari orang lain. Jika membalasnya melebihi dari yang kita terima maka termasuk dari bentuk kezhaliman. Jadi sebaiknya bagaimana?
Mari kita pelajari 3 tingkatan sabar berikut ini:
1. Tingkat dasar, adalah bentuk kesabaran itu diwujudkan dengan memberi balasan yang setimpal. Namun hal ini tidak afdhal
2. Tidak membalas tapi menyimpan rasa "dongkol" di dalam hati
3. Memaafkan dan berbuat baik kepada orang yang berlaku buruk.
Sabar itu sendiri harus dilakukan dengan senantiasa teguh dan berlaku benar. Maka bersabarlah kita dengan sebaik baik kesabaran yang bisa kita lakukan Dengan mengarap pertolongan Allah dan kasih sayang-Nya, semoga Allah senantiasa melindungi dan membimbing kita di jalan yang benar.
wallahu a'lam.


Sumber : Catatan ngaji bersama Ustadz Bagus Priyo Sembodo di Rumah Nah ! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar