Kamis, 29 Oktober 2015

Berbagi Kisah Tentang Guru

Setiap kita yang belajar punya kisah tentang guru. Baik belajar di institusi pendidikan bernama sekolah, maupun di luar sekolah. Sejak kecil hingga sekarang beragam guru kita temukan. Diantara sekian banyak guru, tentu ada kesan tersendiri atas mereka. Ada berbagai kesan baik/menyenangkan dari guru, sehingga ia menjadi guru favorit. Begitu juga ada guru yang kita anggap tidak favorit karena beberapa kesan tidak baik dari guru melekat pada diri kita. Entah kesan tidak baik itu secara personal saja, atau bahkan teman kita dahulu juga bersepakat mempunyai kesan yang sama. 

Guru favorit. Menurut sahabat sekalian seperti apakah model guru favorit? Guru yang menyenangkan? Asyik diajak ngobrol? Bisa jadi tempat sharing? atau apalagi?

Pekan ke-4 bulan Oktober ini (23/10/2015) di acara Sekolah Jum'at JAN berlangsung diskusi dan berbagi pengalaman tentang guru favorit. Hadir sebagai tamu untuk berbagi pengalamannya adalah Mas Yusuf. Seorang mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam di UMY.

Pada kesempatan ini Mas Yusuf menyampaikan pengalaman belajarnya yang menemukan guru favorit dan tidak favorit. Ketika masih SD Mas Yusuf pernah menemui seorang guru yang bisa disebut tidak favorit. Mengapa? Ada sikap tidak baik yang dilakukan oleh gurunya. Ketika Mas Yusuf tidak bisa melaksanakan perintah guru dengan benar, guru mendorong kepalanya. Sikap yang tidak baik ini cukup membekas.

Kemudian di masa SMP Mas Yusuf menemukan seorang guru favorit. Gurunya ini mengajar mata pelajaran matematika. Mengapa sang guru menjadi guru favoritnya? Sebab sang guru ini mampu menjadikan siswanya senang terhadap matematika. Matematika menjadi mudah dipahami dan menyenangkan bagi Mas Yusuf. Selain itu untuk menjadikan siswa yang lain juga terbantu dalam belajar matematika, guru tersebut memberikan les gratis kepada Mas Yusuf dan teman-temannya. Kemudian mereka diminta untuk mengajari temannya yang lain. 

Nah, dari sekilas pengalaman tersebut bagaimana dengan sahabatku semua? Apakah kalian punya kisah yang sama? Atau ada kisah lain dari para guru kalian?

Ada hal penting yang harus kita ingat, meski ada kesan tidak menyenangkan pada guru kita, tetaplah kita harus menjaga adab terhadapnya. Salam pembelajar! (Ano)

1 komentar: