Jumat, 23 Oktober 2015

Outbound JAN bersama FTI UII di Bhumi Merapi

(1) Pembukaan kegiatan Outbound FTI UII di Pendopo Bhumi Merapi


Oleh : Annafi`ah Firdaus

Laahaula walaa quwwata illa biLlaah. Sabtu, 10 Oktober 2015 atas izin Allah, untuk kesempatan yang ketiga kalinya Tim JAN mengadakan outbound bersama FTI UII. Peserta berjumlah 40an ini terdiri dari asisten praktikum dan dosen Teknik Elektro Universitas Islam Indonesia. Lokasi kegiatan outbound di Bhumi Merapi Jalan Kaliurang KM 19,5 Yogyakarta dengan tujuan kegiatan menumbuhkan kekompakan dan tanggungjawab antar peserta.

(2) Peserta stretching di area alam Bhumi Merapi
Kegiatan dimulai di Pendopo Pandhawa camp oleh pihak FTI UII. Sambutan dari pihak FTI UII oleh Pak Hendra Setyawan menyampaikan tujuan dari outbound ini adalah agar kita semakin kompak. Beliau berharap juga agar seluruh peserta tetap semangat dan gembira. Selanjutnya forum diberikan kepada pihak JAN. Instruktur utama yaitu Deniz Dinamiz memperkenalkan tim JAN yang akan membersamai peserta selama outbound. Setelah itu, peserta diajak keluar pendopo untuk olahraga pemanasan.

(3) Kelompok peserta menampilkan yel-yelnya
Peserta dibagi menjadi enam kelompok, dengan seluruh peserta putri menjadi satu kelompok. Kemudian masing-masing kelompok diminta menentukan nama kelompok, ketua kelompok, dan yel-yel. Dua kelompok pertama yang sudah berani terlebih dahulu tampil, menuju lokasi highrisk yaitu untuk rapling menuruni tebing Kali Kuning. Sisa kelompok lainnya melakukan land game atau permainan di darat.

(4) Proses tangkap telunjuk "APEL"
Aktivitas permainan land game pertama adalah tangkap telunjuk dalam kelompok ketika instruktur mengatakan APEL. Aktivitas ini menuntut peserta untuk konsentrasi dengan apa yang dikisahkan instruktur sehingga ketika disebutkan APEL peserta harus mampu menangkap telunjuk tangan peserta samping kanannya dan juga telunjuknya tidak ditangkap peserta sebelah kirinya.

Dalam waktu bersamaan, kelompok untuk aktivitas highrisk secara berurutan menuruni tebing dengan pengaman dan alat standar diantaranya sepatu, helm, sarung tangan, dan hardness. Aktivitas ini untuk menguji keberanian peserta untuk melangkahkan kaki menapaki tanah untuk turun ke bawah sekitar 15 meter. 

(5) Salah satu peserta sedang rapling menuruni tebing Kali Kuning


(6) Peserta melakukan permainan "ESTAFET KELERENG"
Aktivitas land game selanjutnya adalah estafet kelereng menggunakan sendok yang harus peserta gigit. Pemindahan kelereng harus dilakukan dengan secara berkelompok sehingga hal ini membutuhkan kekompakan. Satu saja peserta merasa lengah dan putus asa, maka hal ini akan membuat kelompok kesulitan memindahkan banyak kelereng. 
(7) Estafet Kelereng
Aktivitas estavet kelereng pada level kedua dimana peserta harus berpasangan atau bergandengan untuk memindahkan kelereng. Apabila kelereng jatuh, aturannya peserta harus mundur satu langkah. Pada level selanjutnya, dimana peserta berpasangan namun tidak saling berhadapan dan tidak boleh lepas hanya dua kelompok yang berani melanjutkan. Dua kelompok lainnya tidak ikut dan memilih untuk melihat.



(8) Salah satu peserta menggendong anggota dalam Sungai Buaya
Jam 10.25 kelompok yang sebelumnya rapling menuju lokasi aktivitas land game, dan 2 kelompok menuju aktivitas rapling. Pada kelompok ini, aktivitasnya adalah sungai buaya. Peserta harus menyeberangkan kelompoknya di “sungai” menggunakan alas kertas dan harus menjaganya dari “buaya”. Aktivitas ini membutuhkan kekompkan, kegigihan, dan kesabaran untuk berhasil menyeberang menuju garis aman dari “buaya”.  

(9) Suasana ujung susur GOA
Aktivitas land game terakhir dilakukan di Kali Kuning yaitu memindahkan gelang karet menggunakan sedotan. Sedangkan aktivitas SINERGIS yang melibatkan seluruh peserta adalah susur goa. Masing-masing peserta diberikan gelas plastik berisi air yang harus dijaga keutuhannya sampai selesai. Tidak semua peserta ikut karena ada kondisi yang memang tidak memungkinkan sehingga ada 35 peserta yang ikut susur goa. Menyusuri goa tepat jam 11.40 kita mulai. Didalam goa yang gelap serta aliran air yang harus dilewati menuntut semua peserta untuk tetap berjalan dan tentu bertanggungjawab menjaga gelas yang dibawanya. Tepat jam 11.54 seluruh peserta selesai finish.  

Proses penutupan dilakukan setelah shalat dzuhur di pendopo. Seluruh foto dokumentasi kegiatan peserta ditampilkan sebagai sarana pemaknaan aktivitas. Semoga outbound ini semakin menguatkan kekompakan, tanggung jawab, ukhuwah, untuk sampai JANNAH. 























1 komentar: