Selasa, 15 Desember 2015

Not Only Good Presenter



Oleh : Amin Novianto 

Tampil di depan umum bagi sebagian orang adalah menakutkan. Bagi sebagian yang lain mungkin mengasyikan. Sehingga kedua kondisi ini tak bisa kita bandingkan untuk mencari seperti apa seorang yang tampil di depan umum tidak sekedar baik, namun terbaik diantara yang sudah baik. Bukankah ini penting dipelajari?

Pelajaran berharga ini didapatkan dalam pertemuan Sekolah Jum’at awal bulan Desember ini. Pada kesempatan pertemuan kali ini (04/12/2015) Pak Denis mengajak peserta untuk belajar bagaimana tampil terorganisir. Disampaikan kepada para peserta yang hadir dengan mengambil referensi buku “The Exceptional Presenter.” Peserta diajak mengenal terlebih dahulu tentang ciri seorang presenter yang disebut exceptional.

Apa saja ciri-cirinya? Seorang presenter yang exceptional bernama T.J. Koegel melakukan survey terhadap 6.000 kali workshop selama 15 tahun. Hasilnya, diperoleh enam ciri presenter yang exceptional diantaranya: 1) Organize (tampil terorganisir), 2) Passionate, 3) Engaging, 4) Natural, 5) Understand our audience, 6) Practice. Keenam ciri tersebut bisa disingkat “OPEN UP.” Dalam bahasa Indonesia kita sebut bahwa seorang presenter hendaknya membuka diri.

 Nah, ternyata tampil terorganisir di sini baru salah satu dari enam ciri seorang presenter yang exceptional. Tak bisa dipungkiri bahwa tidak semua orang bisa dengan mudahnya tampil di depan umum dengan terorganisir. Ada yang terkendala dengan materi dan tata urutannya. Ada yang terkendala ketika menghadapi kondisi riil yang berbeda dengan rencana. Ada juga yang terkendala dalam menata alur materi yang akan disampaikan, dan beberapa kendala lainnya. Adakah kalian menemuinya sahabat?

Lalu bagaimana untuk bisa tampil terorganisir? Pada kesempatan ini Pak Denis menjelaskan empat hal yang mendasar untuk tampil terorganisir. Apa saja?
1.      Tujuan
Seorang presenter hendaknya memahamkan kepada audiens tentang tujuan dari kehadiran mereka. Untuk apa?
2.      Memahami kondisi audiens
Untuk dapat memahami kondisi audiens ini maka diperlukan assesment terlebih dahulu. Yakni melakukan observasi terhadap audiens yang akan mendengar penyampaian dari kita. Sehingga penyampainnya bisa tepat sasaran.
3.      Hasil/Keuntungan
Audiens hendaknya diberi penjelasan tentang keuntungan yang akan di dapatkan dari hal yang kita sampaikan.
4.      Rencana tindakan/action plan
Setelah mengetahui apa yang telah disampaikan hendaknya audiens juga tergerak untuk membuat rencana tidakan atau melakukan suatu tindakan dari hal-hal yang kita sampaikan.

Bagaimana sobat? Siapa ingin menjadi The Exceptional Presenter? Marilah terus belajar dengan benar dan cara yang terbaik!

1 komentar: