Jumat, 12 Februari 2016

Si Perempuan Penjual Susu



sumber : www.teruskan.com

Oleh : Annafi`ah Firdaus

Alkisah, `Umar bin Khatab seorang khalifah yang tidak membeda-bedakan rakyatnya, baik dari pekerjaannya, keturunan, harta, dan yang lainnya. Suatu malam, ia meninjau keadaan rakyatnya. Sampailah `Umar di suatu rumah. Umar mendengar dua orang perempuan, ibu, dan putrinya yang belum tidur. Ternyata mereka sedang mempersiapkan bahan dagangan yaitu susu untuk dijual esok hari. 

Umar mendengar si ibu meminta anaknya untuk mencampur susu dengan air untuk dijual. Tetapi anak perempuan tidak mau dan menjawab,

“Ibu, apakah engkau tidak pernah mendengar apa yang dikatakan Amirul Mukminin `Umar bin Khatab?”

“Apa yang dikatakannya?” tanya ibu.

“Ia melarang mencampur air dengan susu,” Jawab si anak perempuan ibu.

Mendengar jawaban putrinya, ibu tidak memperdulikan. Si ibu malah kembali menyuruh putrinya untuk mencampur air dan susu. Si ibu yakin bahwa `Umar tidak akan melihat apa yang dilakukannya. Kemudian si anak pun berkata,

“Ibu, jika `Umar tidak melihat kita melakukan itu, Allah yang melihat. Demi Allah aku tidak akan pernah patuh di depannya, sementara aku menentang di belakangnya.”

Mendengar pembicaraan ibu dan sang putrinya, 'Umar sangat senang. Pagi harinya, ia memanggil putranya; Ashim. 'Umar meminta pergi ke rumah si perempuan penjual susu itu untuk menikahinya jika belum menikah. Benarlah, Ashim bin Umar bin Khatab menikah dengan si perempuan penjual susu. Lantas, ia memiliki anak, yang kemudian anaknya menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Lahirlah Umar bin Abdul Aziz, seorang pemimpin yang terkenal keadilan dan shaleh.

Sungguh, Allah Maha Melihat dan Mengetahui apapun yang kita kerjakan. 

Sumber : Buletin Nih #2  




Tidak ada komentar:

Posting Komentar