Rabu, 30 Maret 2016

Kita dan Al-Qur`an



Oleh : Annafi`ah Firdaus dan Pewaris Negri

Assalamu`alaikum Sobat Nah! Salam semangat dan berbenah! Salam bahwa Allah itu berjumlah satu. Allah yang nggak punya anak dan bukan merupakan anak siapapun. Allah yang selalu melihat dan mengawasi apa yang kita kerjakan, dimanapun berada. Alhamdulillah setelah sekian lama tidak bersua, semoga menjadi pertemuan yang barokah yah!

Sobat Nah pernah sendirian di rumah karena bapak ibu sedang ada urusan di luar? Kemudian mati listrik alias lampu mati, sehingga semua ruangan jadi gelap? Apa yang sobat lakukan? Tentu mencari lilin atau obor sebagai penerang kan? Coba kalau pas nggak punya lilin, semua gelap. Kesimpulannya? Kalau kita ingin berjalan akan kesulitan sehingga tubruk sana dan tubruk sini.

Nah sobat ini, seperti halnya Al-Quran. Al-Quran adalah cahaya bagi seluruh manusia, baik laki-laki atau perempuan. Tak memandang pula manusia berumur kecil maupun berumur dewasa. Jadi bisa dibayangkan kalau kita nggak mau bahkan malas baca Al-Quran? Cahaya itu akan mati sehingga kita nggak tau apa yang disukai Allah, dan apa yang nggak disukai Allah.

Nah perlu sobat tau juga, bahwa membaca Al-Quran seperti halnya kita adalah pedagang. Allah adalah pembelinya. Kok bisa begitu? Allah akan memberikan ganjaran kepada kita, muslim dan muslimah yang mencintai Al-Quran dan terus membacanya. Nggak tanggung-tanggung Allah memberikan balasan. Ganjaran setiap hurufnya dibalas oleh Allah satu kebaikan, terus dilipatkan jadi 10 kebaikan. Perlu sobat tau, Alif Lam Mim itu ada 3 huruf. Jadi, Allah akan balas dengan berapa kebaikan? Yap, 3 dikali 10 sama dengan 30 kebaikan. Hitung aja 10 huruf? 100 huruf? 1000 huruf? Wah!!! Rugikan kalau masih malas membaca Al-Quran?

Al-Quran adalah petunjuk hidup buat seluruh manusia dibumi. Kita ibaratkan ia adalah kompas yang fungsinya buat menunjukkan arah utara dan selatan. Tapi kalau Al-Quran? Adalah petunjuk untuk kita jalan ke Surga Allah, bahkan juga jalan bertemu sama Allah. Al-Quran juga membawa kabar gembira bagi kita semua yang yakin sama Allah itu ada. Salah satunya adalah bagi siapapun yang menempuh jalan ilmu karena Allah, maka Surga baginya. Sekolah kita karena Allah kan? Nah lagi, kelak ketika datang hari kiamat, Al-Quran juga akan datang untuk memberikan syafa`at bagi para pembaca setianya untuk dimasukkan ke Surga.

Pertanyaannya, hari ini sudahkah membaca Al-Quran? Atau lebih lebih suka nonton televisi sehingga nggak sempet baca Al-Quran? Atau yang nge-game jadi lupa waktu belajar, bahkan baca Al-Quran? Padahal kalau sobat tau keutamaan baca Al-Quran, dijamin akan menyesal ketika nggak baca Al-Qur`an.

Dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu'anhu, Rasulullah ShallaLlaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, “Bacalah al-Qur'an! Sesungguhnya kelak ia akan datang pada hari kiamat untuk memberikan syafa'at bagi penganutnya(HR. Muslim).

Jadilah engkau pembelajar Al-Qur'an yang hebat!

Sobat Nah! Besar keyakinan ini bahwa kalian semua pasti sangat tergoda akan hadits Rasulullah yang menyebutkan, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur'an.”

Namun, tentu saja untuk menjadi generasi terbaik ini syarat dan ketentuan yang berlaku pasti ada. Karena nggak semua pembelajar Al-Qur'an bisa meraih karunia terbaik dari Allah tersebut. Kok bisa?

“Dan tidaklah Al-Qur'an itu menambah pada mereka yang zhalim selain kerugian”
(Q.S Al-Isra': 82).

Menurut As-Sa'di dalam tafsirnya, At-Taysiirul-kariimi Ar-Rahmaani fi tafsiiri kalaamil manaan menyebutkan bahwa yang dimaksud sebagai orang-orang yang zhalim dalam ayat di atas adalah mereka yang berinteraksi dengan Al-Qur'an namun tak membuahkan keimanan kepada ayat-ayatnya dan tak berujung pada amal nyata.

Dalam keseharian kita bisa temukan bahwa ada orang-orang yang mereka belajar Al-Qur'an selama bertahun-tahun namun tak diiringi dengan perbaikan akhlak dan amal yang semakin meningkat. Justru yang demikian hanya mengundang celaan dari orang-orang sekitarnya.

Ada komentar yang keluar dari lisan mereka, “Tuh lihat! Yang ngaji tahunan aja belum tentu kelakuannya bener, mendingan nggak ngaji aja sekalian”.

Pernah mendengar komentar seperti itu? Semoga bukan malah pelakunya ya. “Terus, kita mesti gimana dong? Apa nggak usah ngaji aja sekalian?” Yang begini nih yang bikin kita makin jauh dari generasi emas Islam.

Maka harusnya dibalik, “ Yang belajar Al-Qur'an saja belum tentu baik, apalagi yang nggak”. Dan solusi terbaiknya sebelum kita belajar Al-Qur'an, ilmui dulu apa yang harus kita persiapkan untuk menggapai hidayah Allah lewat Al-Qur'an. Mau tahu?

Secara garis besarnya ada 3 hal yang paling pokok harus kita usahakan. Niat yang benar, dan ikhlas untuk Allah, mengimani isinya dan mengamalkannya. Untuk masalah niat, ini adalah point yang paling penting. Kalau kamu belum bisa memantapkan niat dan masih belum kenal tujuanmu belajar Al-Qur'an, banyaklah bertanya pada para ustadz tentang niat yang bagaimana yang harus dimiliki seorang pembelajar Al-qur'an. Intinya banyakin ngaji buat membangun dan memantapkan tujuanmu. Kalau nggak ngerti, bertanya!

Yang kedua adalah seputar mengimani isinya. Prosesnya akan sangat termudahkan bila dalam belajar Al-Qur'an, kamu juga berusaha mentadabburi isinya dan mengamati alam sekitar lalu menarik setiap ibrah dan pembelajarannya. Sampai akhirnya kamu menemukan bahwa setiap ayat di dalam Al-Qur'an adalah benar adanya.

Buat yang masih sekolah dan kuliah pas banget! Pelajaranmu di sekolah atau kampus bisa kamu jadikan sarana memahami isi Al-Qur'an, tentunya ini juga butuh bimbingan dari para Ustadz yang mumpuni. Lagi-lagi jalannya juga lewat ngaji. Dan untuk point ketiga, ini butuh usaha.

Salah satu cara yang bisa kamu pakai untuk mewujudkannya adalah dengan menggunakan metode “Mutaba'ah yaumiyyah”. Dari setiap kajian yang kamu ikuti, ambil intisarinya berupa daftar amalan yang dianjurkan oleh Al-Qur'an, bikin daftarnya dan jadwalkan dalam setiap aktivitasmu.

Sudah tahu kan rahasia menjadi pembelajar Al-Qur'an yang hebat? Kalau kita adalah seorang muslim dan atau muslimah, patut dipertanyakan kalau sampai sekarang masih malas untuk baca Al-Quran dan tentu nggak mau belajar. Kalau merasa sulit, ayok segera belajar sehingga kita tak tertinggal dengan sobat Nah lainnya. Kalau kita mengaku cinta Islam dan cinta Allah, maka salah satu buktinya adalah mencintai Al-Quran dan membacanya.

Sumber : Buletin Nah #35



Tidak ada komentar:

Posting Komentar