Kamis, 24 Maret 2016

Kyai Dahlan: Berilmu untuk Diamalkan



sumber : suaramuhammadiyah.com
Oleh : M. Chazim*

            Dalam pengajian rutin shubuh, Kyai Dahlan mengajarkan tafsir al-Ma`un secara berulang-ulang selama beberapa hari tanpa diganti surat lainnya. Salah seorang murid yang bernama Sujak, bertanya kepada Kyai Dahlan, “Mengapa bahan pengajian tidak bertambah-tambah dan hanya mengulang-ulang al-Ma`un?”

            Mendengar pertanyaan itu, Kyai Dahlan kembali bertanya kepada muridnya, “Apakah kalian sudah benar-benar mengerti akan surat al-Ma`un?” Para murid serentak menjawab bahwa mereka bukan hanya sudah benar-benar mengerti, tapi sudah hafal. Kyai lalu bertanya kepada muridnya, “Apakah arti ayat-ayat yang sudah dihafal tersebut sudah diamalkan?”

            Para murid pengajian itu menjawab dengan bertanya lagi,
“Apanya yang diamalkan, bukankah surat al-Ma`un sudah seringkali dibaca saat menjalankan shalat?” Kyai Dahlan menjawab bahwa bukan itu yang dimaksud diamalkan, tapi apa yang sudah dipahami itu dipraktikan dan dikerjakan.

            Dalam pengajian itu, Kyai Dahlan memerintahkan para muridnya untuk mencari orang miskin di sekitar tempat tinggalnya masing-masing. Jika mereka menemukan orang miskin dan anak yatim, Kyai meminta agar dibawa pulang ke rumahnya masing-masing untuk diminta mandi, diberi pakaian yang baik, diberi makan, dan minum, serta tempat tidur yang layak.

            Pengajian pagi itu kemudian ditutup dan Kyai Dahlan memerintahkan agar para muridnya segera melakukan apa yang sudah
dijelaskan kepada mereka.

*Siswa Kelas 2 SMP 1 Muhammadiyah Godean
Sumber : Buletin Nah #39
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar