Kamis, 17 Maret 2016

Reportase Sekolah Jumat : Saat Grogi Menghampiri



Sekolah Jum`at Pekan Pertama : Training


Oleh : Amin Novianto  

Sobat, pernah merasa deg-degan tak karuan? Keringat bercucuran. Badan gemetaran, lidah kaku tiada kata terucapkan? Kemudian, apa yang tersimpan dalam ingatan lenyap dalam satu kedipan (rasanya kok berlebihan ya?).

Satu kata yang menjadi masalah ketika tampil di depan orang lain adalah grogi. Ada yang tidak sepakat? Dan setiap orang yang mengalaminya, mempunyai ekspresi yang berbeda. Ada pula yang sama. Lalu bagaimana kita berupanya mengatasinya?

Yak, di kesempatan Sekolah Jum'at pekan pertama bulan Maret ini, Pak Denis berbagi tentang empat langkah dalam menghadapi rasa takut. Sobat, grogi berkait dengan perasaan takut. Sehingga dari ketakutan itu bisa memunculkan berbagai ekspresi. Jadi, mari kita ketahui empat langkah dalam menghadapi rasa takut tersebut.
 
1. Mengetahui ketakutan yang dimiliki
Ini merupakan langkah penting sebelum langkah yang lain. Jadi kita harus benar-menar mengenali sebab-sebab munculnya rasa takut atau hal-hal yang membuat takut.

2. Patahkan ketakutan yang dimiliki
Syarat terlaksananya pematahan ketakutan dengan baik adalah dapat mengenali ketakutan yang dimiliki. 

3. Arahkan ketakutan yang dimiliki
Rasa takut hendaknya tertuju pada apa yang harus ditakutkan. Bukan menakuti suatu hal yang harus dilakukan. Untuk itu perlu persiapan, antara lain:
- Melatih dengan bersungguh pada dua menit awal moment
- Gunakan catatan yang dapat membuat perasaan nyaman
- Latih selama tiga menit awal bicara
- Jangan menyampaikan segala hal. Menjadi lebih baik bila menyampaikan hal-hal yang pokok selama 2/3 waktu yang tersedia, dan 1/3 sisanya disampaikan ketika adanya pertanyaan yang diajukan oleh peserta.
- Menggunakan teknik fisik: bernafas secara dalam, berjalan dengan tempo yang nyaman, satu jam sebelum tampil, sangat dianjurkan untuk tidak makan besar, hindari konsumsi kopi dalam waktu yang berdekatan dengan saat tampil, hindari minuman yang bersoda, hindari konsumsi es sebelum tampil, hindari konsumsi beberapa produk susu, dan mengkonsumsi buah-buahan yang memiliki kadar asam yang tinggi

4. Mengumpulkan dan memasrahkan rasa takut
Rasa takut ini hendaknya kita pasrahkan semata hanya kepada Sang Pencipta alam raya ini. Karena kebaikan amal kita akan terlengkapi dengan munculnya rasa takut, harap dan cinta. Jadi tidaklah patut kita menakuti makhluk-Nya. 

Nah, bagaimana sobat? Sudah siap praktek? Mengubah grogi menjadi semangat menginspirasi perbaikan diri. Selamat mencoba!

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar