Jumat, 15 April 2016

Apakah Sama?


Oleh: M. Fatan Fatastik

Hidup yang sejati, adalah hidup dengan mengetahui untuk apa dia hidup. Dia tahu maksud dan tujuan hidupnya. Apakah engkau termasuk di dalamnya?

Katakanlah, ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Az-Zumar/39: 9).

Musthofa Dib Al-Bugha menyampaikan bahwa “Adakah sama” maksudnya “tidaklah sama”; meskipun redaksinya berbentuk kalimat tanya, namun ungkapan tersebut bernada negatif.
Dalam tafsirnya, Ath-Thabari menyampaikan: “Katakanlah wahai Muhammad kepada kaummu, apakah sama orang yang mengetahui apa yang akan mereka dapatkan dengan ketaatan mereka kepada Rabb mereka yaitu berupa pahala dan apa yang akan mereka dapatkan dari kemaksiatan yang mereka lakukan kepada Rabb mereka, dengan orang-orang yang tidak mengetahui hal itu. Mereka tidak mengharapkan kebaikan dari kebaikan yang mereka lakukan dan tidak pula mereka takut akan mendapatkan sebuah kejelekan dari perbuatan salah mereka!?

Kemudian, Allah mengingatkan bahwa orang-orang yang mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah dan memikirkannya, mengambil nasehat dan merenungkannya, hanyalah orang-orang yang berakal; bukan orang-orang yang bodoh dan kurang menggunakan akal mereka.”
Sedangkan Ibnu Katsir mengatakan bahwa maksud firman Allah [(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri] adalah khusyu’ ketika sujud dan sholat. Menurut Ibnu Mas’ud ra., kata qanitun berarti orang yang taat kepada Allah dan Rasul. Menurut Ibnu ‘Abbas ra, Hasan, As-Saddi, dan Ibnu Zaid, kata [Pada waktu malam] berarti di tengah gelap malam. 

Maksud firman Allah [Karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?] adalah mereka beribadah dengan rasa takut dan penuh harap. Kedua rasa ini mutlak diperlukan dalam beribadah. Karena itu, Allah menyebutkan, [Karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?] Namun, begitu menghadapi masa sakaratul maut, hendaknya rasa penuh harap lebih memenuhi hati.

Maksud firman Allah [Katakanlah, ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’] bahwa orang yang disebutkan tadi tidak mungkin sama dengan orang yang menyekutukan Allah dan mengajak orang lain agar tersesat dari jalanNya. Maksud firman Allah [Sebenarnya hanya orang-orang yang berakal sehatlah yang dapat menerima pelajaran] bahwa perbedaan antara dua orang itu hanya diketahui oleh orang yang berakal sehat.
Betul. Hanya orang berakal sehatlah yang mengambil pelajaran. Orang berakal, akan memilih hidup sebenar-benar hidup. Hidup dalam terang karena cahaya iman, benderang dalam naungan ilmu, bahagia bersama Allah. Itulah hidup yang sebenarnya. 

Maka, pilihlah yang engkau suka. Hidup dalam terang, atau bergelimang dalam gelap yang pekat. Pilihlah yang engkau mau: hidup dalam iman nan bahagia, atau terus menerus dalam keingkaran nan sengsara... 

Mana yang engkau pilih?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar