Selasa, 05 April 2016

Hari H Ujian Nasional SMA/MA/SMK, "Menenangkan" Diri dengan Memahami 5 Fungsi Ujian




Oleh: A. Yusuf Wicaksono

Eh, ada kakak atau adik kita yang mau Ujian Nasional kan? Atau jangan-jangan kamu yang sedang baca tulisan ini? Bagaimana persiapannya? Sudah mantap? Sudah matang persiapannya sehingga siap disantap (hi...hi...)? Semoga. Apalagi bagi saudara-saudara kita (SMA/MA/SMK) besok tanggal 4-7 April. Pastinya tinggal menenangkan diri dengan senantiasa mendekat kepada Allah. Pastinya begitu.

Nah, kakak mau bertanya. Sampai detik ini adakah di antara kalian yang masih bertanya kenapa ujian harus datang? Apa fungsi ujian? Bagi kalian yang semoga tidak sampai stress dan galau tingkat tinggi dalam mempersiapkannya, pasti tau alasannya. Kenapa dia datang? Mengundang pun tidak! Tetapi bagi yang belum “klik” jawaban, kakak akan memberi jawabannya. Ada 5 jawaban kenapa ujian datang dan kakak ambilkan dari buku “Ujian Sukses tanpa Stress” karya Fatan Fantastik. 

Pertama, MENGETES KEMAMPUAN. Yang masuk SMA jurusan IPA, IPS, dan Bahasa tentu ujian adalah sarana mengetes kemampuan di bidang itu. Begitu pula dengan SMK dengan berbagai bidangnya. Ada keahlian bidang listrik, otomotif, tata boga, menjahit, farmasi, atau keahlian yang lain. Maka, sesiapa yang siap, maka beruntunglah ia. Bertemu dengan ujian seperti kawan lama, berjabat tangan pakai senyum terindah. Hasilnya pun, memuaskan dan menunjukkan kemampuan kalian. 

Yang kedua, MENGUKUR KEBERHASILAN. Sekian waktu belajar di sekolah, sudah sewajarnya kalau diadakan ujian. Dengan soal-soal yang diberikan akan ketahuan penguasaan kita terhadap materi pelajaran. Jangan-jangan sama sekali tidak menguasai, atau hanya setengah-setengah atau justru sangat menguasai. Nah itulah gunanya ujian.

Ketiga, ujian adalah PEMBEDA. Maksudnya untuk mengetahui siapa yang paham dan belum paham. Siapa yang tahu dan yang tidak tau. Semoga kamu termasuk mereka yang paham dan tau! Bukankah itu yang kamu mau? Cita-cita profesi tertentu yang selalu diidam-idamkan? Maka jika kamu serius dengan cita-citamu, pastilah ujian akan disambut dengan tenang! 

Berikutnya yang keempat, memotivasi diri untuk LEBIH BERPRESTASI. Yang pingin lulus ujian, pasti semangat belajarnya tinggi. Dan pasti menyiapkan segala keperluannya dengan baik. Bisa dengan belajar, membaca, mengulang pelajaran, latihan soal serta bertanya teman maupun guru. 

Tetapi ada di antara mereka yang demi berprestasi dan lulus sekolah melakukan perbuatan yang tak beradab. Apa itu? Mencontek. Mereka mengabaikan bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat. Mereka membohongi diri sendiri. Mereka membohongi orang tua. Mereka membohongi sekolah dan bangsa. Mereka “mempertaruhkan” masa depannya dengan cara yang tidak baik. Ingatlah, jika nilai itu didapat dari hasil mencontek, maka ijazah yang di dapat tidak barakah. Ijazah untuk mendaftar sekolah kembali atau melamar pekerjaan, hasilnya tidak akan barakah. Mumpung belum terlambat, masih ada waktu untuk bertaubat kepada Allah. Kakak berharap kamu yang membaca bukan termasuk generasi pencontek. 

Yang terakhir; berarti kelima, SARANA DEKAT DENGAN ALLAH. Saat dihadapkan ujian, kita tentu jadi waspada. Yang jarang belajar,  menjadi rajin belajar. Ibadah juga semakin rajin. Di sekolah ada doa bersama, shalat dhuha tak putus-putus, tahajud semakin kuat, dan puasa senin kamis tak pernah bolong. Kedekatan kepada Allah menjadi bukti bahwa di dalam diri seseorang masih ada keimanan. 

Begitulah lima fungsi ujian. Sesungguhnya ujian Nasional atau ujian-ujian yang lain adalah sarana kita untuk menjadi orang yang baik. Rasulullah pernah berkata begini, “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik, niscaya Allah akan menimpakan cobaan kepadanya.” Singkatnya menjadi baik itu harus melalui berbagai cobaan, dan cobaan itu punya persamaan kata; UJIAN. 

Siapa yang ingin lulus ujian dengan nilai barokah? Angkat tangan! Siapa yang ingin hidupnya kelak lebih baik dari hari ini? Angkat tangan! Siapa yang ingin membahagiakan orang-orang yang kita cintai? Angkat tangan! Siapa yang akhir hidupnya ingin merasakan indahnya perkampungan dengan tiada kesusahan dan penderitaan yaitu di Surga? Angkat tangan!

Semoga, kehendak kita yakni hasil yang memuaskan bersesuaian dengan kehendak-Nya. Laahaulaa walaa quwwata illa biLlaah.

#USTS #UjiantanpaMencontek #UNJujur #SuksesUjian #UNjujur #UN2016


Tidak ada komentar:

Posting Komentar