Rabu, 27 April 2016

Keberadaannya Tak Pantas Diabaikan


Oleh: A.K. Hardew

          Tercipta tidak sebagai laki-laki maupun perempuan, tidak butuh minum dan makan, tercipta dari cahaya,  selalu taat pada-Nya dan tidak pernah bermaksiat. Sobat, sudahkah kita mengimani  keberadaan malaikat?

          Iman adalah pengakuan dan pembenaran. Jadi, iman kepada malaikat adalah mengakui dan membenarkan adanya malaikat. Iman kepada malaikat adalah satu di antara pokok akidah. Tidak sempurna keimanan seseorang bila dia tidak mengimani malaikat. Jika iman tidak sempurna, maka neraka adalah tempatnya.

          Di antara kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia; ada kerja-kerja malaikat yang menyertai. Kenapa? Karena ini adalah perintah Allah. Menyampaikan rezeki kepada manusia adalah satu di antara tugas malaikat. Penglihatan, pendengaran, merasakan sejuknya air, merasakan kelezatan makanan, dan dapat menghirup udara segar.  Itu semua adalah kenikmatan dari Allah yang disampaikan oleh malaikat kepada manusia.

          Begitu pun menyampaikan kebenaran. kebenaran (wahyu) yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad disampaikan oleh Jibril dan Jibril adalah malaikat Allah. Sungguh, kita harus tahu, malaikat sangatlah menginginkan manusia untuk berbuat baik, taat, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah.

          Nah, bila semua kenikmatan dari Allah yang kita rasakan disampaikan oleh malaikat, masih pantaskah kita mengabaikannya? Seolah tidak tahu dan tidak mau tahu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar