Jumat, 01 April 2016

Keutamaan Ilmu #4: Mendapatkan Nikmat Khosy-yah


Oleh: M. Fatan Fantastik

Ada takut yang buruk, ada pula takut yang baik. Ada rasa takut yang membuat terpuruk, ada pula rasa takut yang menjadikan kedudukan seseorang naik.  Sebagaimana firmanNya:

“Di antara hamba-hamba Allah yang memiliki khosy-yah kepadaNya, hanyalah ulama(Q.S. Faathir/35: 28).

Ya. Hanyalah ulama, para pemilik ilmu yang sebenarnya, yang akan memiliki nikmat spesial: khosy-yah. Yaitu rasa takut yang lahir dari mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah ‘Azza wa Jalla.

Inilah ilmu yang, kata Abul Qa’qa’ Muhammad bin Shalih Alu Abdillah, “Mengantarkan pemiliknya untuk taat kepada Allah, merasa diawasi olehNya, takut kepadaNya, dalam keadaan ramai maupun sepi”. Sebagaimana ucapan Abdullah bin Mas’ud radliyaLlaahu ‘anhu, “Bukanlah ilmu itu dengan banyaknya riwayat, tetapi ilmu adalah khosy-yah (kepada Allah).” 

Sesiapa yang kian bertambah ilmunya, jelas Abdurrahman As-Sa’di, kian bertambah pula khosy-yah atau rasa takutnya kepada Allah. Inilah rasa takut yang mengarahkan dirinya untuk menjauhkan diri dari maksiat, dan memperbanyak pertemuan denganNya.

Alangkah beruntung orang yang mendapatkan khosy-yah nan istimewa ini. Seumpama pohon yang menghasilkan buah yang ranum lagi manis, yang berbuah di tiap musim. Bertambahnya ilmu yang membuahkan khosy-yah,  akan mengantarkannya meraih kemuliaan teramat besar: keridlaan Rabbnya. Sebagaimana firmanNya dalam al-Quran surat al-Bayyinah ayat 8, “Allah ridla kepada mereka, dan mereka ridla kepada Allah. Yang demikian itu karena mereka memiliki khosy-yah kepada Rabbnya.”

Abdullah bin Ahmad berkata, “Aku bertanya kepada ayahku, ‘Apakah Ma’ruf Al-Karkhi memiliki ilmu?’ Sang ayah yaitu Imam Ahmad menjawab, ‘Wahai ananda! Dia memiliki puncaknya ilmu yaitu khosy-yah (kepada Allah Ta’ala).’”

Pertanyaan penting untuk kita: Sudahkah khosy-yah itu bersemayam dalam dada kita?

Sumber : Buletin Nah #39

Tidak ada komentar:

Posting Komentar