Kamis, 14 April 2016

Menjadi Anak Sesedap Coklat





Oleh: A.Yusuf Wicaksono
 Sedaaaaap!!!

Warnanya menggoda. Bentuk pas; tidak lebih atau kurang. Apalagi rasanya; pasti juara. Sungguh, betapa sedap roti ini dipandang mata. Bagaimana, mau coba?

Sedap di mata? Saya jadi teringat sebuah potongan kalam Allah, "Qurrota A'yun" atau cahaya mata. Dan yang seperti inilah anak yang diharapkan oleh orang tuanya. Menjadi "cahaya mata" bagi mereka.

Saya juga teringat kembali, kisah seorang pemuda yang dicari-cari Umar bin Khaththab, lantaran dia pernah disabdakan oleh Rasulullah saw. Begini potongan sabda beliau, "Apabila engkau bisa meminta dia untuk memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah."

Ya, dia adalah pemuda dengan doa yang pasti akan dikabulkan oleh Allah. Makanya, tidak salah jika Umar begitu semangat mencari pemuda ini. Untuk apa? Jelas; memohonkan ampun bagi diri sang Amirul mu'minin, diri beliau sendiri.

Namanya Uwais bin Amir, sering kita kenal dengan Uwais al Qarni. Ya, dia memang pemuda istimewa. Ibarat roti tadi begitu sedap dipandang mata, dan dia pasti menjadi cahaya mata bagi orang tuanya.

Betapa tidak, keinginan besar bertemu Rasulullah dia batalkan demi sang ibu yang membutuhkan dirinya di rumah. Perjalanan jauh sudah dilalui, pintu rumah Rasulullah juga sudah diketuk. Tetapi sungguh sayang, sang kekasih yang ingin ditemui ternyata belum berada di rumah; Rasulullah pergi. Lantas apakah dia akan menunggu di Madinah? Atau menyusul Rasulullah pergi? Tidak. Dia putuskan untuk pulang ke negerinya demi ibu tercinta. Ya demi ibunya. Meskipun keinginan bertemu itu sudah lama mengusik benaknya, namun keputusan Allah pasti lebih baik dan pasti terbaik.

Wahai penuntut ilmu. Muliakanlah; ibumu, ibumu, ibumu, bapakmu. Begitulah agama ini mengajarkan. "Ridha Rabb ada pada keridhaan orang tua, dan kemarahan Rabb ada pada kemarahan orang tua," begitu Rasulullah bersabda. Dan telah dibuktikan oleh Uwais, keridhaan ibu sangat di utamakan, Allah pun juga akan ridha padanya.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita menjadi cahaya mata orang tua kita? Betapa ruginya manusia meski dia cerdas, berilmu, terkenal, nilai 100, lulus UN, ijazah A semua, namun tidak berbakti kepada ibu bapak. Na'udzubillahi min dzalik.
#USTS #belajar

Sumber: Mengolah dari akun instagram @dik­_yusuf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar