Jumat, 08 April 2016

Menjadi Saksi Kebenaran


Oleh: Muhammad Fatan A. Ulum

Betapa mulia kedudukan orang-orang berilmu. Karena ketaatan mereka kepada Allah berasal dari pemahaman yang benar, Allah pun memuliakan mereka.

Simaklah Zubair ibnul Awwam berkisah. Bahwa pada suatu waktu di Arafah, dia mendengar Rasulullah ShallaaLlaahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat Al-Quran:

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada sembahan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dzat yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Q.S. Ali ‘Imraan, ayat 18); sesudah itu beliau bersabda: ‘Dan aku termasuk satu di antara orang yang mempersaksikan hal tersebut, wahai Tuhanku” (H.R. Ahmad). Kami pun bersaksi bahwa tiada Tuhan yang patut disembah selain Engkau, wahai Tuhanku!

Inilah ayat penting yang menunjukkan keutamaan orang-orang berilmu di sisi Allah. Abul Qa’qa’ Muhammad bin Shalih Alu Abdillah menyampaikan bahwa Allah memintakan persaksian orang-orang yang berilmu untuk sesuatu yang paling agung yaitu mentauhidkan Allah dan mengesakanNya dengan uluhiyah (ibadah). 

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah menyebutkan, dari ayat di atas, ada tiga pelajaran yang bisa diambil berkenaan tentang kemuliaan ilmu dan fadhilahnya, yaitu:
a.       Sesungguhnya Allah menjadikan ulama sebagai saksi, bukan semua orang. Ini menjadi bukti keutamaan mereka.
b.      Allah menyejajarkan antara kesaksian ulama dalam mentauhidkan Allah dan dalam ibadah hanya kepadaNya dengan kesaksian Allah sendiri.
c.       Termasuk bagian dari kesaksian ini adalah tazkiyah (rekomendasi) terhadap ulama dan pembelaan terhadap mereka. Karena Allah tidak akan bersaksi dengan hambaNya kecuali yang ‘udul (adil/taat). 

Nah, mantab kan? Makanya, yuk bersungguh-sungguh belajar. Ilmu akan memuliakan pemiliknya, di dunia dan akhirat. Berangkaatt!!!

Sumber: Buletin Nah #39


Tidak ada komentar:

Posting Komentar