Rabu, 20 April 2016

Ujian dan Malaikat







Oleh: Tim Saspel

"Malaikat dan ujian. Adakah hubungannya? Tentu ada. Dia makhluk Allah yang ditugaskan sebagai sebagai sebaik-baik pengawas ujian.”

Bayangkan, sobat lagi ujian. Sedang mengerjakan soal matematika. Sebelum masuk ruang ujian, sobat sudah merasa hafal rumusnya, bahkan pakai memejamkan mata pun tak lupa. Tapi, di saat yang dibutuhkan untuk menyelesaikan soal, rumus itu tetiba terbang dan terlupa. Sudah mencoba mengingatnya, tetap saja masih terlupa. Sementara itu, kamu lihat Pak Guru sedang keluar ruangan. Tak ada pengawas ujian. Tak ada yang akan menegur ketika sobat ingin bertanya pada teman di sampingmu yang tengah asyik mengerjakan soal. Bahkan menyontek pun bisa dilakukan. Mana yang yang akan sobat lakukan?

Ngomong-ngomong, tentu sobat sudah tahu; kemana pun, kapan pun, dan dimana pun kita, ada makhluk yang senantiasa mengikuti. Ia nggak pernah bosan dan lelah selalu di sekitar kita. Atas perintah-Nya, apapun yang kita lakukan, dicatat olehnya. Baik perbuatan baik atau buruk, tak pernah luput dan terlupa.

Ya, makhluk itu  namanya malaikat. Dan mereka ada hubungannya dengan ujian. Atas perintah-Nya, malaikat akan mencatat apapun yang kita kerjakan saat ujian. Jujurkah? Mencontekkah? Sungguh-sungguhkah?

Dan kelak, tentu sobat tau, catatan itu sebagai hadiah bagi mereka yang taat pada Allah. Mereka serius dengan ujiannya. Mereka Jujur terhadap dirinya sendiri. Tidak mencontek, meski tak ada yang mengawasi. Tidak bertanya, meski tak ada manusia yang melihatnya. Karena mereka paham, Allah dan malaikat adalah sebaik-baik pengawas. Akan tetapi, akan menjadi musibah besar bagi mereka yang senantiasa melakukan keburukan. Termasuk mencontek ujian dan menawarkan bantuan contekan kepada teman.

By the way, bagaimana persiapan ujiannya? Atau sudah selesai ujian? Apa sih sebenaranya makna ujian yang sedang kamu jalani? Dan menurutmu mencontek itu perbuatan yang bagaimana?

Menjawab pertanyaan itu, boleh kok kamu jawab pertanyaan itu terus kirimkan ke Tim Redaksi Nah. Tapi sebelumnya, untuk tahu jawaban pertanyaan itu, Tim Redaksi Nah sudah survei ke beberapa sobat lainnya (30/1). Beberapa pertanyaan diberikan, kemudian seluruh sobat menjawab pertanyaan itu di selembar kertas. Ini dilakukan di sebuah SMK daerah Kulon Progo, Yogyakarta.

Pertanyaan pertama yang akan kita bahas; apa makna ujian buat kamu? Kita pilihkan dari beberapa jawaban. Dan jawaban terbanyak adalah “Untuk menguji kemampuan dalam belajar.”

Ada yang nggak setuju dengan jawaban itu? Memang benar kan, ujian untuk mengukur kemampuan kita? Kalau nggak ada ujian, kita nggak tau seberapa ilmu yang kita pahami, apalagi dipraktekkan.

Lanjut ke pertanyaan berikutnya; tentang mencontek saat ujian. Ada yang pernah mencontek? Kalau pernah? Masih ada kesempatan minta maaf kepada Allah. Malaikat akan mencatat jika sungguh-sungguh taubat pada-Nya; dengan menyesali dan nggak akan mengulanginya lagi.

Kita tengok dua jawaban pertanyaan itu: “Mencontek itu adalah perbuatan yang tidak baik, apalagi saat ujian. Karena itu perbuatan yang tidak jujur.” Jawaban lainnya: “Menyalahi tujuan ujian.”

Ada yang punya jawaban lain? Nggak setuju sama dua jawaban itu? Perbuatan mencontek memang perbuatan nggak jujur. Baik kepada diri sendiri, sekolah, bahkan kepada Allah yang menciptakan kita. Jika mencontek adalah pilihan, kita tentu nggak bisa mengukur paham dan tidaknya terhadap ilmu yang kita pelajari. Dan mungkin saja, mereka yang berhasil dengan mencontek dan dapat nilai bagus bisa lolos dari pandangan manusia, tetapi tak bisa lolos dari pandangan Allah dan Malaikat-Nya.

Sungguh, meski saat ujian penjaga ujian terkantuk-kantuk sehingga terlalaikan tugasnya menjaga ketenangan dari kegaduhan, ada makhluk yang senantiasa tak mengantuk. Ia selalu sigap dengan tugas dari-Nya. Tak pernah berpaling sedikit pun meski sebentar saja. Dialah malaikat. Tak tampak oleh mata, namun selalu ada dan senantiasa mengawasi kita.

“Beruntunglah mereka yang bersiap-siap. Kapan pun ujian datang, InsyaAllah ia siap berjabat tangan. Mereka yakin apapun hasilnya adalah yang terbaik menurut-Nya. Dan mereka yakin, Allah dan Malaikat selalu mengetahui apa yang mereka lakukan”

Sumber: Buletin Nah #40 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar