Jumat, 20 Mei 2016

Kamu adalah Sang Pengendara




Oleh: M. Fatan Fantastik 

Ketahuilah, Sahabatku! Hidupmu itu layaknya kendaraan. Pengendaranya adalah dirimu sendiri. Hendak kemana kendaraan itu menuju, tergantung sopirnya. Tergantung sang pengendara. Persis seperti hidupmu. Kemana engkau hendak pergi? Terserah kamu. Kamulah sang pengendara; orang yang mengemudikan kendaraan tersebut.

Hidupmu adalah kendaraan. Sang pengendara, yaitu kamu, yang akan diminta pertanggungjawaban saat mengemudikan kendaraan itu. Kalau kamu melanggar, ya kamu kena tilang. Kamu patuhi rambu-rambu jalan, insyaaLlah kamu bisa melenggang dengan tenang.

Sebagai sang pengendara, berhati-hatilah dalam berkendara. Berkendaralah di jalur yang seharusnya. Patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada. Berilah tanda bila hendak belok kanan maupun sebaliknya. Perhatikan pula hak pengguna jalan lainnya. Tertib berkendara, insyaaLlah aman dan nyaman sampai tujuan.

Sebaliknya; kalau kamu ugal-ugalan, seenak perutmu sendiri, kamu bakal celaka. Kamu bisa mengalami kecelakaan di jalan, bahkan juga membuat orang lain terluka. Atau minimal, diomeli orang dan didoakan yang buruk agar tertimpa sial. Ingat lho, doa orang yang teraniaya mudah dikabulkan Sang Pencipta. Mau hidup susah gara-gara suka bikin orang lain susah? Saya mah ogah! 

Maka, jadilah sang pengendara yang bertanggung jawab. Sang pengendara yang mau merawat kendaraannya, dan berkendara dengan baik dan tertib saat di perjalanan. Ingat! Keselamatanmu berkendara, sangat ditentukan oleh sikap dan kemampuanmu berkendara. 

Begitu pula hidupmu. Keberhasilan hidupmu, sangat ditentukan oleh sikap dan kemampuanmu menjalani hidup yang sesuai dengan aturan Sang Pembuat Hidup. Kamu taati rambu-rambu hidupNya, insyaaLlah hidupmu tentram-bahagia. Dan kelak berbuah hadiah nikmat berlipat di surgaNya. Sebaliknya; kalau kamu ugal-ugalan dan suka melanggar aturanNya, tunggu saja balasanNya. Pilih mana?

Sumber: Fan Page Emfatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar