Selasa, 31 Mei 2016

Lagi Belajar Tentang Omega-3? Belajarlah dengan Omega-3!




Oleh: Annafi`ah Firdaus 

Kalau tubuh manusia, terutama otak tidak mendapat asupan omega-3 yang cukup, akan timbul berbagai masalah kesehatan. Tidak hanya secara fisik, bahkan gangguan mental seperti; kesulitan memusatkan perhatian, autis, kepikunan, bahkan depresi.

Tentu sebagai seseorang yang memutuskan menjadi pembelajar sejati tidak akan mengabaikan masalah ini. Mungkin masih ada yang kesulitan memusatkan perhatian? Atau sering lupa prinsip-prinsip pokok setiap mata pelajaran? Bahkan sampai tingkat depresi saking banyaknya muatan materi yang  sedang kamu pelajari? Nah, bisa jadi salah satu faktornya adalah makananmu; kurang asupan omega-3.

Lantas apa sebenarnya omega-3? Mengapa omega-3 menjadi sangat penting untuk tubuh manusia terutama otak kita? Dalam buku berjudul The Health Habbits, dr. Giky Karwiky dan Doni Osmon menuliskan bahwa omega-3 adalah bahan yang sangat mempengaruhi otak. Terutama jenis omega-3 yang paling penting bagi otak; DHA. Unsur penting ini memegang peran penting dalam menekan stress oksidatif (proses yang akan membuat sel-sel rusak akibat terkena radikal bebas semisal sinar ultraviolet). Tanpa ada usaha melawan radikal bebas dalam tubuh kita, berarti kita membiarkan sel-sel rusak, termasuk sel pada otak.

Perlu diketahui, sel pada otak memiliki keunikan dibanding sel-sel tubuh lain. Sel pada otak tidak mengalami regenerasi atau tidak akan kembali normal apabila rusak. Satu sel rusak, maka sel otak berkurang satu. Dan apabila ini terjadi perlahan sepanjang umur, masa tua bisa jadi berteman dengan kepikunan. Bukankah ternyata kepikunan bisa dicegah? Salah satunya; perhatikan asupan makanan yang masuk dalam tubuh kita.

Omega-3, termasuk kandungan di dalamnya; DHA tidak diproduksi dari tubuh. Keberadaan dalam tubuh bergantung asupan makanan yang masuk. Dan perlu ditekankan lagi, mendapat asupan omega-3 terbaik bukan dengan suplemen, melainkan dari makanan. Apa itu? Ikan.

Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan agar kamu dapat memakan darinya daging yang segar (ikan)” (Q. S. An-Nahl [16]: 14).

Sumber utama asam lemak omega-3 adalah ikan dari laut. Di antaranya; ikan salmon, tuna, tongkol, bawal, sarden, dan kembung. Sedangkan jenis ikan air tawar yang bisa jadi menu makanan kita adalah ikan mas, mujaer, gurame, lele, dan nila.

Asam lemak omega-3 mudah rusak karena proses pemanasan (seperti penggorengan). Memasak ikan dengan penggorengan dapat menjadikan minyak terserap ke dalam daging ikan dan justru kandungan penting ikan termasuk omega-3 hilang selama penggorengan. Mengolah ikan sebaiknya dengan metode pepes, kukus, dipanggang, atau ditim. Mengkonsumsi ikan segar lebih sangat disarankan sedangkan mengkonsumsi ikan di dalam kaleng yang memiliki kandungan tinggi bahan pengawet sangat tidak disarankan.

Sebagai pembelajar sejati, tentu kita harus memperhatikan makanan yang kita konsumsi. Terutama dari segi kehalalannya dan manfaat bagi tubuh. Dengan izin Allah, kita berdoa semoga diberikan ilmu dan kepahaman yang baik. Nah, salah satu usahanya adalah menjaga akal kita (otak) sehingga dapat berfikir secara optimal. Jadi, tunggu apalagi selain segera merencanakan menu makanan yang harus kita makan? Pastikan kaya nutrisi omega-3 ya!

Foto: www.kaskus.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar