Jumat, 13 Mei 2016

Menulis untuk Masa Depan




Oleh: M. Fatan Fantastik

Namanya bunga Sakura. Kebanggaan negeri Matahari Terbit, Jepang. Mekar mewangi pada musim semi, yaitu sekitar awal April hingga akhir April. Nama "sakura" berasal dari kata "saku" (bahasa Jepang untuk "mekar") ditambah akhiran "ra" yang menyatakan bentuk jamak. Dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossoms. Indah dipandang, menggemaskan untuk disentuh. Sayangnya, usianya tak begitu lama. Belum juga musim semi berhenti, sakura telah rontok. Hanya sekira dua minggu usianya. Yang awalnya tampak wah dan “megah”, dalam hitungan pekan hilang berguguran... 

Maka, jangan menjadi penulis model bunga sakura. Saat muncul tampak mempesona, tapi segera rontok ditelan masa...

Namanya bunga Tulip. Kebanggaan negeri Kincir Angin, Belanda. Ia tak bisa hidup di alam terbuka wilayah tropis, karena memerlukan suhu rendah di musim dingin untuk dapat tumbuh dan memperlihatkan indahnya. Tulip dapat dipaksa untuk berbunga lebih cepat dari normal, jika diletakkan di tempat yang suhunya diatur menjadi lebih tinggi. Bahkan, jika bagian bawah kuncup bunga yang belum mekar ditusuk hingga tembus dengan jarum, gas etilen akan diproduksi oleh bunga yang terluka sehingga masa mekar bunga menjadi lebih panjang. Sebaliknya, saat hal yang sama dilakukan terhadap bunga yang telah mekar, malah menyebabkan masa mekar menjadi lebih singkat.
Mau menjadi penulis seperti bunga Tulip? Hanya bisa tumbuh di suhu nan rendah, dan perlu “ditusuk” dulu untuk bisa berkarya lebih lama? Jangan.

Namanya padma raksasa. Atau lebih dikenal sebagai bunga Rafflesia arnoldii. Saat mekar, puspa raksasa ini bisa mencapai diameter 1 meter, dan berat hingga 10 bahkan 11 kilogram. Ia merupakan tumbuhan holoparasit, yaitu tumbuhan yang sepenuhnya tergantung kepada inangnya dalam memenuhi makanannya atau hidupnya. Tumbuhan inang Rafflesia arnoldii merupakan tumbuhan pemanjat atau Liana dari genus Tetrastigma. Biasanya, Liana tumbuh memanjat pada pohon-pohon yang tinggi. Oleh karena itu, Rafflesia arnoldii berada pada habitat dengan vegetasi pepohonan yang sangat tinggi. Secara alami, penyebaran Rafflesia arnoldii ada di ekosistem hutan pantai, hutan tropika dataran rendah hingga hutan hujan pegunungan. Usia bunganya hanya sebentar, sekitar 5 hingga 7 hari. Dari jauh tampak anggun mempesona... Tapi setelah didekati, semerbak baunya busuk luar biasa! 

Jadi? Jangan menjadi penulis seperti Rafflesia arnoldii: mekar sebentar, dan menebar kebusukan.

Lalu?

Menulislah laksana bebunga surga. Tiada kuyu, tiada layu. Abadi selamanya. Nah, bagaimana caranya? Al-Quran punya jawabannya. Simak firmanNya: 

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat”. (QS. Ibrâhîm [14]: 24–25).

Kalimat yang baik seperti pohon yang baik. Pun tulisan yang baik.

Laksana pohon yang baik, tulisan yang baik memiliki akar yang kuat menghunjam, cabang yang tegak menjulang, dan bebuah yang ranum lezat dimakan. Itulah pohon “tulisan” yang kita idamkan: membawa kita kepada kenikmatan-kenikmatan langit (“surga”) yang tiada bandingan.

Pohon seperti apakah itu? Rasulullah, sang teladan terbaik sepanjang jaman, punya jawaban.

Dari Abdullah bin ‘Umar ra. berkata, “Suatu hari, Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya, ‘Kabarkanlah kepadaku tentang sebuah pohon yang perumpamaannya seperti seorang mukmin?’ Maka para sahabat pun menyebutkan jenis-jenis pohon di Badui.’ ” Ibnu ‘Umar berkata, “Terlintas dalam benakku untuk menjawab ‘pohon kurma’, tetapi saya segan menjawabnya karena banyak para sahabat yang lebih tua dariku. Tatkala para sahabat diam, Rasulullah bersabda, ‘Pohon itu adalah pohon kurma.’ ” (HR. Bukhari 1/38 dan Muslim 4/2165 dan ini lafazh Muslim).

Ya. Pohon itu adalah pohon kurma.

Tulisan yang baik laksana pohon kurma. Penuh berkah dan banyak manfaatnya. Buahnya memiliki tempat tersendiri untuk ditanami, memerlukan siraman khusus, serta memiliki akar, cabang dan buah.

Adapun tempatnya yaitu hati seorang mukmin. Di situlah benih dan akarnya ditanam sehingga menumbuhkan batang pohon dan tangkainya. Begitu pula tulisan yang baik. Ia muncul dari hati yang jernih dan bersih. 

Adapun siramannya yaitu wahyu berupa al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Itulah siraman pohon tersebut, ia tidak akan bisa hidup dan tumbuh kecuali dengan siraman tersebut. Pun tulisan yang baik: referensinya terjaga, bersumber dari Al-Quran dan Sunnah Nabi Saw. nan mulia, serta referensi lain yang tidak menyelisihi kedua sumber utama.

Adapun akarnya yaitu rukun iman yang enam dan rukun yang paling tinggi adalah iman kepada Allah. Tulisan yang baik, lahir dari rahim iman. Karena sang penulis paham, tiap kata yang terukir akan dipertanggungjawabkan.

Adapun cabangnya yaitu amal shalih serta ketaatan padaNya. Pun tulisan yang baik. Ingin menghasilkan tulisan yang berkualitas? Dekati Dia, dengan amal-amal yang dicintaiNya. Amal-amal shalih itu akan menyatu dengan goresan pena kita, ketikan 'keyboard' kita, menghasilkan rangkaian kata yang akan mengokohkan ketaatan padaNya. 

Adapun buahnya yaitu semua kebaikan dan kebahagiaan yang diraih seorang mukmin di dunia dan akhirat. Begitu pula tulisan yang baik: insyaaLlah akan membawa dampak dan akhir yang baik di dunia, apalagi di akhirat.

Imam Abu Hatim as-Sijistani menyampaikan, “Pohon kurma adalah tuannya para pohon, diciptakan dari tanah Nabi Adam. Allah telah menjadikannya sebagai perumpamaan untuk kalimat lâ ilâha illaLlâh. Maka sebagaimana lâ ilâha illaLlâh adalah tuannya ucapan, demikian juga pohon kurma dia adalah tuannya pohon.”

Semoga demikian pula tulisan kita. Kita berdoa kepada Allah Ta’ala, agar Dia Menjadikan tulisan-tulisan kita laksana pohon kurma; yang tumbuh-besar di dunia, dan berbuah lebat kelak di surga firdausNya.

 Foto: IG @emfatan
Sumber: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=482487065274287&id=476773022512358

Tidak ada komentar:

Posting Komentar