Rabu, 25 Mei 2016

Reportase Sekolah Jum`at Training: Tanpa Bakat Pun Bisa Hebat

Seorang anak berusaha menulis (Banjarnegara, 21 Mei 2016)



Bakat, kata ini seolah adalah faktor penentu kesuksesan seseorang dalam bidang tertentu yang spesifik. Misalnya di bidang olahraga dan seni. Seringkali bakat dianggap sebagai modal dasar yang sangat penting. Namun apakah orang yang berbakat bisa dipastikan berhasil? Atau orang yang tidak berbakat pasti gagal?

Seorang bernama Geoff Colvin menulis buku berjudul "Talent is Overrated." Dalam buku tersebut ia menuliskan sebuah konsep yang disebut "Deliberate practice." Nah tema inilah yang menjadi pembahasan dalam Sekolah Jum'at (01/04/2016). Dalam pertemuan ini konsep deliberate practice lebih difokuskan pada bidang public speaking. Lalu bagaimana melakukan latihan ini?

Pada kesempatan ini Pak Denis menyampaikan 2 poin dalam melakukan deliberate practice (latihan penuh kesadaran) yaitu: 
1. Directly 
a. Music model (mengambil satu bagian) 
b. Chess model (latihan per kasus) 
c. Sport model (fokus ke kekuatan dan keterampilan tertentu) 
 2. Part of the work itself (ini biasanya dilakukan dalam dunia bisnis)

Deliberate practice dalam dunia public speaking lebih tepat menggunakan music model. Bagaimana caranya? Dalam public speaking, mendesain dalam sebuah pelatihan kemudian direkam. Lalu melihat hasilnya kemudian mencatat kekurangannya. Hal ini dilakukan berulang kali sampai mencapai standar yang diinginkan. Misalkan ingin berpidato seperti Bung Karno. Maka tidak mungkin bisa persis seperti beliau. Hanya saja yang bisa dilakukan adalah mengambil poin penting dari caranya berpidato kemudian memindahkannya dalam tema yang akan kita sampaikan. Begitu ya?

Deliberate practice bukanlah mesin fotokopi. Tapi ialah jalan yang perlu ditempuh untuk memiliki keunggulan yang spesifik. Tanpa harus punya bakat. Jadi selamat berlatih yang benar dengan giat. Sebab rutin berlatih tapi salah dalam latihan juga akan menghasilkan kesalahan yang sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar