Kamis, 12 Mei 2016

Tak Peduli Pintu Tertutup





Oleh: A. Yusuf Wicaksono

Siang terik itu tampak sebuah rumah dengan pintu tertutup rapat. Ya, wajar bukan. Siang hari waktu yang tepat untuk merebahkan badan. Akan tetapi melihat pintu yang tertutup, tidak menyurutkan semangat seorang pemuda yang satu ini. Pemuda yang pernah mendapat doa Rasulullah, "Ya Allah, berilah dia kepahaman tentang agama ini dan ajarkanlah kepadanya takwil." Pemuda ini bernama Abdullah bin Abbas. Putra dari paman Rasulullah, Abbas bin Abdul Muththalib.

Singkat cerita, ketika Abdullah bin Abbas melihat pintu rumah sahabat Rasulullah itu tertutup. Maka kain yang dia bawa dibentangkan guna menunggu sang pemilik rumah keluar. Dia duduk di atasnya ditemani hembusan angin siang yang membawa debu. Tahukah kalian, putra Abbas ini menginginkan ilmu dari sang pemilik rumah, tepatnya adalah hadits. Dan demi memuliakannya, maka putra Abbas tidak mau mengganggu istirahat gurunya itu.

Penantian akhirnya terjawab. Pintu yang awalnya tertutup dibuka pemilik rumah. Guru yang dinanti sudah beranjak dari istirahatnya, lalu menemui Abdullah bin Abbas. Dia pun berkata, "Wahai sepupu Rasulullah, apa yang membuatmu datang kesini? Mengapa engkau tidak memintaku menemuimu?" "Tidak, aku lebih berhak untuk datang kepadamu," jawab putra Abbas. Kemudian dia bertanya sebuah hadits kepada guru yang dinantinya itu.

Dan kelak Abdullah bin Abbas menjadi ulama terkemuka di masanya, dihormati serta dipercaya.

Sungguh mulia pemuda ini
Demi sebuah hadits
Dia muliakan pemilik ilmu; mu'allim.

Keterangan gambar:
Pintu di Museum Pangeran Diponegoro, Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar