Kamis, 02 Juni 2016

Kisah Sukses: Anak Yang Takut Berbuat Dosa

  


Oleh: M. Chazim 
(Santri Rumah Sajada)

Pernahkah teman-teman menghitung berapa kali kira-kira dalam sehari kalian menyakiti orang tua, saudara, teman? Berapa kali kira-kira kalian meninggalkan kewajiban? Alangkah baiknya jika setiap hari kita mengingatnya, supaya kesalahan itu tidak terulangi lagi, lalu bisa memperbaiki diri. Seperti tokoh kita yang satu ini. Sejak kecil sudah dikenal sebagai anak yang takut berbuat dosa kepada Allah. Ia juga dikenal sebagai anak yang cerdas dan pandai. Memang ya, ciri khas orang yang berilmu adalah takut mendurhakai Allah.
           
Namanya Rabi' bin Khutsaim. Seorang ulama tabi'in terkemuka, murid sahabat Nabi Abdullah bin Mas'ud. Di samping rajin belajar, Rabi' membiasakan shalat malam setiap hari. Ia sering mengingat kesalahannya di siang hari, lalu menangis karena menyesal, dan takut kepada Allah.

Suatu kali, ibunda beliau terbangun di tengah malam dan melihatnya masih berada di tempat ia shalat. Ibunya menegur, “Wahai anakku Rabi', tidakkah engkau tidur?” Ia menjawab, “Bagaimana bisa tidur seseorang yang takut siksa?” Melelehlah air mata di pipi ibu yang telah lanjut usia dan lemah itu, lalu didoakanlah putranya agar mendapat kebaikan. Itulah kebiasaan Rabi` sejak kecil.

Rasa takut Rabi' terhadap neraka diceritakan oleh seorang temannya, “Suatu hari kami pergi menyertai Abdullah bin Mas'ud ke suatu tempat bersama Rabi' bin Khutsaim. Tatkala perjalanan sampai di tepi Sungai Eufrat dan melewati suatu perapian besar tempat membakar batu bata, kami melihat apinya menyala berkobar-kobar, sehingga terbayang akan kengeriannya. Jilatan apinya berkobar dengan dahsyatnya, gemuruh suara percikan apinya, dan gemertak batu bata yang sudah dimasukkan ke dalamnya.”

Teman Rabi` melanjutkan cerita, “Tatkala melihat pemandangan itu, Rabi' terpaku di tempatnya, lalu tubuhnya menggigil karena ingat neraka, lalu beliau membaca firman Allah Ta'ala: ‘Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka dengan di belenggu, mereka di sana berteriak mengharapkan kebinasaannya’ (QS. Al-Furqan: 13).”

Sobat, semestinya kita juga takut jika kelak dimasukkan ke dalam neraka. Yuk jangan lagi sengaja berbuat dosa dan menyakiti orang lain. Satu lagi pesan dari beliau adalah agar kita selalu ikhlas dan tidak mengharapkan pujian orang dalam beramal. Karena jika kita beramal karena selain-Nya, semua akan sia-sia di mata-Nya

(Naskah Kisah Buletin Nih #8)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar