Kamis, 23 Juni 2016

Pedagang Rugi dan Pedagang Beruntung




Oleh: Annafi`ah Firdaus

Kamu punya pengalaman berdagang? Pernah mengalami kerugian? Kalau iya, bandingkan dengan orang-orang ini. Kalau belum punya pengalaman berdagang, bayangkan saja kamu di posisi itu. Kerugian ini mendatangkan penyesalan sia-sia. Siapakah mereka? Di antaranya, orang-orang ini disebutkan dalam kalam-Nya (Q.S. Yunus: 7-8) yakni mereka yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Allah, merasa puas dengan kehidupan dunia ini, dan lalai terhadap ayat-ayat Allah (yakni tidak mau merenungkannya segala yang ada di alam ini). Allah pun menjanjikan bagi mereka seburuk-buruk tempat kembali. Neraka!

Sangat rugi dan celaka. Karena neraka adalah seburuk-buruk tempatnya kembali dan sebaik-baik tempatnya penyengsaraan. Dikabarkan dalam Al-Qur`an (Q.S. Al-Waqi`ah: 41-54) di neraka mereka disiksa dengan angin yang sangat panas dan air mendidih. Mereka dinaungi asap yang hitam. Tidak ada kesejukan dan tidak ada kesenangan. Karena sesungguhnya mereka dahulu bermewah-mewah dan terus menerus melakukan dosa besar. Suguhan spesial untuk mereka adalah pohon zaqqum, jenis pohon di neraka yang mengakibatkan derita yang luar biasa bagi yang memakannya. Mau tidak mau, malaikat atas perintah-Nya akan memasukkan ke mulut mereka hingga perut penuh dengannya. Setelah itu mereka diminta untuk meminum air yang sangat panas.

Lantas bagaimana mereka yang berdagang dan mendapat keuntungan besar?  Kenapa mereka bisa beruntung? Dikabarkan oleh Allah dalam kalam-Nya (Q.S. As-Saff: 10-11) ada suatu perdagangan yang akan menyelamatkan dari azab yang pedih. Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, berjuang di jalan-Nya dengan harta dan jiwamu. Allah akan ampuni dosa-dosamu, dan kelak akan Allah masukkan di sebaik-baik tempat kembali. Tempat yang tiada penderitaan dan kesengsaraan. Tempat yang dijelaskan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya “Tamasya ke Surga” bahwa kenikmatan di dalamnya tidak bisa dibayangkan. Surga!

Simaklah bagaimana Sahal bin Sa`ad As-Sa`idi berkisah setelah mendengarkan Rasulullah mengisi majelis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. “Dalam majelis tersebut beliau membahas surga hingga tuntas. Pada akhir bicaranya, beliau bersabda, `Di dalam surga, terdapat apa yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan terbayang dalam hati manusia.’ Setelah itu, beliau membaca ayat berikut, ‘Lambung mereka jauh dari tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepadanya’.”

Surga adalah cita-cita. Karena aroma surga bisa dicium dari jarak empat puluh tahun (riwayat Bukhari). Kelak di surga, ada penyeru yang memanggil, “Sesungguhnya sekarang tibalah saatnya kalian sangat sehat dan tidak menderita sakit selama-lamanya. Sekarang tibalah saatnya kalian hidup dan tidak mati selama-lamanya. Sekarang tibalah saatnya bagi kalian tetap muda dan tidak tua selama-lamanya. Sekarang tibalah saatnya bagi kalian bersenang-senang dan tidak sengsara selama-lamanya (riwayat Muslim).

Maka nikmat Tuhanmu mana yang kamu dustakan? Surga itu mempunyai pepohonan dan buah-buahan yang dapat dipetik dengan mudah. Di dalamnya terdapat dua buah mata air yang memancar. Penghuninya bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutera tebal. Bagi mereka yang dahulu bersabar dan bersyukur atas ketetapan-Nya, disediakanlah bidadari-bidadari yang membatasi pandangan serta belum pernah disentuh oleh manusia dan jin sebelumnya. Maka, nikmat Tuhanmu mana yang kamu dustakan?

Apapun yang dikabarkan Al-Qur`an adalah benar. Dan tidak mungkin Al-Qur`an dibuat-buat oleh selain Allah. Al-Qur`an datang dari Rabb yang menjadikan matahari bersinar kala siang dan bulan bercahaya benderang di gelapnya malam. Al-Qur`an datang dibawa malaikat istimewa di antara malaikat-malaikat lainnya; Jibril. Keagungan berikutnya, Al-Qur`an diterima dan disampaikan oleh manusia termulia sepanjang masa, Rasulullah. Manusia tersabar, terpelihara, termulia yang senantiasa khawatir kepada kita apabila kelak manusia yang hidup sezaman dan sepeninggal beliau mendapat azab besar di waktu pertemuan dengan-Nya. Sungguh, tidaklah pantas setiap kita meninggalkan Al-Qur`an.

Ada orang yang berkehendak menjadi pedagang beruntung, ada pula orang yang berkehendak menjadi pedagang rugi. Jalan menuju surga ada. Jalan menuju neraka juga ada. Maka, sungguh beruntung mereka yang sudah berkehendak menjadi pedagang beruntung dan sudah menempuh jalan surga. Bagaimana dengan kehendak dan jalan yang telah kamu tempuh?

Sumber Foto: Instagram @RidwanHd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar