Selasa, 21 Juni 2016

Risalah Yang Tak Salah


Oleh: A. K. Hardew

Dengan asma-Nya; Ar-Rahman. Allah mengasihi hamba-hamba-Nya dengan mengutus seorang Rasul. Dan Rasul tersebut membawa risalah yang akan disampaikan kepada umatnya masing-masing. Nabi Daud 'alaihissalam dengan Zabur-Nya, Nabi Musa 'alaihissalam dengan Taurat-Nya, Nabi Isa 'alaihissalam dengan Injil-Nya, dan yang terakhir, penyempurna kitab-kitab yang sebelumnya; Al-Qur'an. Kitab yang diberikan Allah kepada Nabi akhir zaman, Nabi penyempurna keimanan, dialah Nabi kita; Muhammad ShalaLlaahu 'alaihi wa Sallam.

Penuh kemuliaan, tak pantas diragukan, sebagai nasihat, obat, dan pedoman untuk mendapat kebahagiaan; di dunia, maupun di akhirat. Inilah Al-Qur'an, yang harus diimani, tanpa berkata tapi. Al-Qur'an ialah kalamuLlah (perkataan Allah), sebagai mukjizat yang diturunkan kepada Muhammad ShalaLlaahu 'alaihi wa Sallam melalui perantara Jibril 'alaihissalam, diawali surat Al-Fatihah dan diakhiri surat An-Nas ketika sudah berupa mushaf (lembaran-lembaran yang sudah satukan).

Al-Qur'an; kebenaran tanpa kebatilan. Seluruh isi Al-Qur'an adalah kebenaran. Bukanlah kandungan Al-Qur'an bila kebatilan isinya. Dari penciptaan Adam hingga tiba hari pembalasan, telah disampaikan secara jelas oleh Al-Qur'an.

Al-Qur'an; pemberi kabar gembira dan peringatan. Semua kebaikan dan keburukan pasti akan mendapat balasan. Balasan kebaikan adalah surga; surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan lengkap dengan nikmat lainnya; buah-buahan, minuman, dan pendamping surga. Sedangkan keburukan, akan mendapat siksaan. Siksaan yang tiada tara, tiada ampun, dan tiada belas kasih lagi yang datang dari-Nya. Begitulah yang telah dikabarkan oleh Al-Qur'an.

Lantas, dengan segala yang dikabarkan oleh Al-Quran, apa yang harus kita lakukan? Mengabaikan dan mengacuhkan? Atau, mengimani dan mengamalkan? Tentu, mengimani dan mengamalkan-lah yang menjadi pilihan. Karena, memang begitu perintah dari Yang Maha Kuasa. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar