Rabu, 27 Juli 2016

Kisah: Nabi Yunus dan Ikan Paus


Oleh: M. Chazim 

Sobat sudah pernah mendengar kisah Nabi Yunus? Beliaulah utusan Allah untuk menyerukan hanya menyembah Allah dalam beribadah. Akan tetapi kaumnya tidak menerima dakwah Nabi Yunus. Justru semakin larut dalam kekafiran. Nabi Yunus pun pergi meninggalkan kaumnya dengan marah. Sehingga bertemu dengan suatu kaum penumpang sebuah kapal. Mereka pun membawa serta Nabi Yunus.

Setelah Nabi Yunus naik dan masuk ke dalam kapal, tak lama kemudian kapal oleng, miring ke kanan dan ke kiri. Kemudian ada salah seorang dari penumpang kapal tersebut bertanya, “Mengapa kapal yang kita tunggangi seperti ini?” Para penumpang menjawab, “Kami tidak mengerti penyebabnya.” Orang itu malah berkata, “Tetapi aku tahu apa penyebabnya, yakni ada di antara penumpang kapal ini yang durhaka kepada Tuhannya, sementara itu Demi Allah, kapal ini tidak bisa berjalan tenang sebelum orang yang durhaka itu kalian tenggelamkan ke dalam laut.”

Para penumpang kapal berkata, “Demi Allah, jika engkau wahai Nabi Allah yang harus dilemparkan, maka kami tidak akan melakukannya.” Nabi Yunus berkata, “Kalau demikian adakanlah undian, siapa yang kena undian dialah yang harus dilemparkan!” Mereka pun mengundi dan jatuh pada nama Yunus. Undian dilakukan sebanyak tiga kali, dan nama yang keluar selalu saja Yunus.

Kemudian Nabi Yunus dilemparkan ke dalam laut. Allah pun mengutus ikan paus untuk menelannya tanpa menyakiti dan meremukkan tulangnya serta membawa ke dasar laut. Kemudian atas ilham Allah, Nabi Yunus berdo'a di dalam perut ikan paus,

“...Maka dia menyeru dalam keadaan sangat gelap: bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang-orang yang zhalim.” (Q. S. Al-Anbiya': 87).

Allah pun mengabulkan doa Nabi Yunus. Ikan paus atas perintah Allah memuntahkan Nabi Yunus dan kemudian Nabi Yunus terdampar di pantai. Begitulah atas kuasa-Nya, Allah selamatkan Nabi Yunus meski seakan kematian sudah dekat. Bagaimana dengan sobat? Pernah dalam keadaan putus asa? Jangan pernah berputus asa terhadap pertolongan Allah ya.

Sumber: Buletin Nih #9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar