Rabu, 10 Agustus 2016

Perempuan Muslimah dan Ratu Elizabeth


Agenda Outbound JAN, 13 Maret 2016 di Bhumi Merapi

Oleh: Zakiy Zakaria Ali  
(Santri Rumah Sajada, Tim Redaksi Buletin Nih)

Lelaki Inggris berkata kepada seorang syaikh, “Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh berjabat tangan dengan  pria?”

Syaikh menjawab, “Bisakah kamu berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?”

Lelaki Inggris menjawab, “Oh, tentu tidak bisa! Hanya orang tertentu saja yang bisa berjabat tangan dengan ratu.”

Syaikh tersenyum, lalu berujar, “Wanita-wanita kami (kaum Muslimin) adalah para ratu dan ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (bukam mahramnya).”

Lalu si Inggris bertanya lagi, “Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?”

Syaikh tersenyum, lalu mengeluarkan dua buah permen. Ia membuka bungkus permen pertama, dan membiarkan yang satu tertutup. Dia melemparkan keduanya ke lantai yang kotor. Syaikh bertanya, “Jika saya meminta anda untuk  mengambil satu permen, mana yang anda pilih?”

Si Inggris menjawab “Yang tertutup.”

Syaikh berkata, itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami.”

Sobat, tentu pingin sukses. Sukses yang tidak hanya di dunia saja, tetapi di akhirat. 
Pertanyaan sekarang, sudah menutup aurat karena Allah? Hehe.

Referensi:
Ditulis ulang dan diubah seperlunya dari buku “Ketika Kisah Menuturkan Hikmah (Zulfi Akmal, 2014, Pro-U Media)

Sumber Naskah:
Kumpulan Naskah Kusen (Kumpulan Seneng Nulis).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar