Rabu, 24 Agustus 2016

Tak Sekadar Hidup




Oleh: Wahyu Setyawan

“Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.”
-Buya Hamka-

Kutipan di atas saya temukan ketika melangkahkan kaki pertama di gerbang utama kampus (saya) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, tepat ketika membaca di papan LCD yang berada di depan gedung kembar; gedung yang diberi nama A.R. Fachruddin A dan B. Sekilas mungkin hanya tulisan yang dipampang, kemudian dijalankan agar terlihat oleh umum dan menarik. Namun jauh itu semua, tentu pihak kampus ada maksud dan tujuan. Ya, tentu agar orang-orang yang melintas dapat mengambil nilai dari masing-masing kata bijak.

“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. At-Taubah: 105)
Ada pesan dari Allah kepada Rasul-Nya untuk disampaikan kepada kita; umatnya. Apa pesan itu? Ya. Kita diperintahkan bekerja, namun tak hanya sekadar untuk bekerja, kemudian menikmati apa yang telah dikerjakan. Tapi, ada sebuah pesan penting dan bahkan inilah tujuan perintah itu, yakni apa yang kita kerjakan kelak pula akan kembali ke diri kita masing-masing.

Mulailah sekarang kita lihat pekerjaan kita dari sisi dimana Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Sudah sesuai dengan standar Allah? Sudah halalkah pekerjaan kita? Dari mana hasil yang kita dapatkan? Apakah dari yang halal atau yang haram? Sudah sesuaikah dengan yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan?

Lalu, untuk apa pekerjaan yang kita lakukan? Apakah hanya memenuhi kebutuhan hidup semata? Memenuhi perut-perut yang kelaparan? Memenuhi nafsu-nafsu dunia? Yang tak pernah puas akan apa yang diusahakan?Sebagaimana pula kera bekerja, hanya untuk kebutuhan perutnya; tanpa ada tujuan hakikat hidup.

Inilah yang perlu kita perhatikan. Yaitu menaikkan standar-standar dari apa yang kita kerjakan. Maka kalaulah bekerja, janganlah sekadar bekerja. Kalaulah mengajar, tak sekadar mengajar. Kalaulah berdagang, tak sekadar menjual apa yang diperdagangkan. Akan tetapi memperhatikan juga halal dan haramnya untuk orang lain. Juga, melihat nilai-nilai barakah yang ada di dalamnya, serta mengharap ridha Allah semata. Agar apa yang kita kerjakan kelak dapat kita banggakan di hadapan-Nya, dan menjadi nilai tambahan tersendiri atas apa yang kita kerjakan.

Wallahu a’lam bishowab



Tidak ada komentar:

Posting Komentar