Rabu, 28 September 2016

Beginilah Cara Mencintai Rasulullah



Oleh: Annafi`ah Firdaus 

Dihina, dikatakan gila, dianggap tukang sihir, penyair, diusir, bahkan hendak dibunuh. Sangat beratlah penderitaan dan cobaan yang dialaminya itu  selama 23 tahun. Gimana kalau kamu di posisi itu? 

Rasulullah; beliaulah sosok yang sangat menginginkan keselamatan bagi seluruh manusia. Bukan sekadar selamat dari segala bentuk ancaman kesengsaraan dunia, tetapi lebih utama yakni selamat di akhirat. 

Cinta Rasulullah kepada ummatnya, sungguh jauh lebih besar dibandingkan rasa cinta yang sekarang dialami sesama manusia. Lalu, bagaimana dengan kita? Apakah cinta kita kepada Allah dan RasulNya menjadi cinta pertama bahkan utama?

Dalam edisi Buletin Nah ini, kami mengajak Sobat Nah untuk belajar bareng,  terkhusus bagaimana cara-cara untuk mencintai Rasulullah. Beberapa sobat sudah ada jawabannya nih ketika ditanya, “Menurutmu, bagaimana sih cara mencintai Rasulullah?” 

Khoirul, kelas XI, SMK N 2 Yogyakarta, “Kalau menurutku tu, ada banyak cara kak, salah satunya lewat Shalawat Nabi dengan kegiatan hadroh. Mungkin beberapa kalangan menilainya itu bid`ah kak, tapi kalau aku sih ya tak jadikan salah satu cara buat mencintai Rasulullah. Terus juga membaca tarikh perjalanan hidup beliau, meneladani akhlak mulia beliau, sekaligus menjadikan idola terbaik.”

Fitri, Ilmu Komunikasi Islam UIN, Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2014, “Menurutku mencintai Rasulullah itu idealnya dengan meneladani beliau. Meneladani akhlaknya dan apa yang beliau perintahkan. Selain itu, dengan mempelajari Sirah Nabawiyah. Aku suka kisah Haditsul Ifki, salah satunya. Setelah baca itu dari salah satu buku jurnalistik, jadi berpikir bahwa permasalahan media sudah ada sejak zaman dahulu. Ketika mendapat berita harus dicek dulu. Suka juga ketika baca hadits dan buku-buku sejarah. Mengharukan. Terutama waktu Haji Wada`. Rasulullah ShallaLlaahu`alaihi wa Sallam keren banget. Semua permasalahan dan solusi sudah diberi tahu di zamannya sehingga sekarang tinggal melihat atau mempelajari masa lalu. Begitu kak ...”

Rahma, Pendidikan Dokter UGM 2015, “Caranya dengan menjadikan Rasul sebagai teladan, hehe, dan bershalawat Rasul. Meneladani gimana caranya? Sebelum melakukannya ya harus memiliki ilmunya, jadi dengan cara mengetahui dan paham gimana perjalananan hidup Rasul (cara paling simpel adalah baca sirah). Setelah itu ya diamalkan. Dan sebelum cinta rasul ya cinta dulu sama Allah, soale cinta rasul dalam rangka mencintai Allah.”

Pandu, Teknik Informatika Amikom 2015, “Menurut saya kak, salah satu cara yang bisa digunakan untuk menambah kecintaan terhadap Rasulullah adalah dengan banyak-banyak mempelajari Sirah Nabawiyah dan kisah-kisah beliau selama mendakwahkan Islam.”
Begitulah jawaban beberapa Sobat Nah. Secara umum adalah haruslah punya ilmu sebelum beramal, termasuk urusan cara mencintai Rasulullah. Caranya bisa melalui membaca Sirah Nabawiyah, meneladani akhlak-akhlak beliau, dan melaksanakan apa yang diperintahkan. 

Sobat Nah yang sedang membaca, punya jawaban lain? Dengan ikut kajian rutin tentang Rasulullah baik secara nyata maupun maya mungkin? Atau baca buku selain Sirah Nabawiyah? Seperti buku terkhusus membahas bagaimana kehidupan Rasulullah dari bangun tidur sampai tidur lagi. 

Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam bukunya “Syarhu Tsalatil Ushul” ada 5 hal yang wajib diketahui setiap muslim tentang Rasulullah. Apa itu? Pertama, mengenal nasab beliau. Kedua, mengenal umur, tempat kelahiran, dan tempat hijrah beliau. Ketiga, mengenal masa kenabiannya. Keempat, dengan apa ia diangkat menjadi Nabi dan Rasul? Dan terakhir, kelima, dengan apa beliau diutus dan kenapa? 

Nama beliau, haruslah menjadi nama idola utama kita untuk menunjukkan jalan mana yang harus kita pilih. Jalan agar selamat, bukan terlaknat. Agar kita bahagia, bukan sengsara. Mendekat surga, ya, surga!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar