Rabu, 28 September 2016

Liputan Lespar September: Berlatih Bijak


  Oleh: Amin Novianto 

Selama masih memiliki anak, setiap orang tua harus selalu berbenah. Bahkan orang tua yang buruk pun bisa menjadi teladan untuk berbenah. Melihat keburukannya membuat seseorang semestinya berpikir bahwa dirinya harus berbenah.
 
Situasi sekitar kita kadang tak menentu. Ada waktu terasa lapang dan nyaman. Ada kalanya suasana terasa menyesakkan dada. Apapun suasananya setiap orang bebas menentukan sikap. Mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Atau bijak bersikap dalam berbagai situasi.

Bijak menyikapi berbagai situasi. Bagi para orang tua penting untuk dimiliki. Setidaknya ada 4 hal yang perlu dimiliki. Keempat hal ini disampaikan oleh Ust. Fauzil Adhim dalam acara "Lesehan Parenting" di Rumah Nah pada hari Rabu (14/092016).

Pertama, persiapan secara pengetahuan dan mental. Adanya persiapan ini membuat orang lebih peka terhadap kesalahannya. Adapun upaya menerapkan ilmu yang dipahaminya, dapat dilakukan dengan berinteraksi dengan para orang tua yang tampak betul kebaikannya.

Kedua, khasya. Keberadaannya menimbulkan dorongan untuk berbenah. Hal ini akan berdampak pada anak. Anak akan terkesan dengan kesungguhan orang tuanya untuk berbenah, meskipun masih ada kekurangan. 

Ketiga, saling menasehati. Idealnya suami-istri saling menasehati. Bukan saling menuntut dan menyalahkan. Saling menyalahkan dapat melemahkan keduanya. Hal ini menyebabkan perilaku submisif. 

Keempat, membuat anak merasa dipedulikan. Merespon apa yang menjadi kebutuhan anak. Jangan sampai anak terbiasa mendapatkan sesuatu yang diinginkannya dengan cara yang buruk. Misalnya meminta dengan menangis keras atau dengan cara lain yang serupa. 

Bijak dalam segala situasi adalah proses pembelajaran tanpa henti. Maka setiap kita baik orang tua maupun calon orang tua harus senantiasa berbenah diri. Setiap hari, setiap saat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar