Rabu, 07 September 2016

Naik Pangkat Karena Ilmu



Oleh: M. Fatan Fantastik 

Hewan berbeda dengan manusia. Tentu saja. Emangnya kamu mau disamakan dengan hewan? 

Tapi, adakalanya hewan itu “naik pangkat” menjadi makhluk yang mulia. Ingat gagak yang “mengajari” Qabil cara menguburkan yang benar? Atau, Hud Hud yang cerdas menyelidiki negeri Saba' ? Keduanya menjadi contoh bahwa hewan bisa diberi tempat mulia karena ilmu yang Allah berikan kepada mereka.

Begitu pula yang tersebut dalam Al-Maaidah ayat  4 : “Mereka menanyakan kepadamu, 'Apakah yang dihalalkan bagi mereka?' Katakanlah, 'Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang-binatang buas yang telah kamu ajarkan dengan melatihnya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepasnya). Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.”

Perhatikanlah.  Hasil tangkapan binatang buas menjadi halal, karena “kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu.” Artinya binatang buas tersebut sudah diajari, sehingga sudah dalam keadaan terlatih untuk berburu. Yaitu binatang yang menangkap buruan dengan cakar atau kuku-kukunya. 

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Wa maa 'allamtum minal jawaarihi mukallibiin  (“Dan [buruan yang ditangkap] oleh binatang buas yang telah kamu ajarkan dengan melatihnya untuk memburu.”) yaitu dihalalkan pula bagi kalian binatang buruan yang kalian peroleh melalui binatang buas yang telah kalian latih. Misalnya: anjing (pemburu), macan, elang dan yang sebangsanya. Sebagaimana hal itu telah menjadi pendapat mayoritas ulama di kalangan Shahabat, Tabi'in dan para Imam.

Sedangkan Tu'allimuunahunna mimmaa 'allamakumLllaahu (“Kamu mengajarkannya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepada kamu”)  yakni jika dia melepaskannya, maka binatang itu akan segera menuju sasarannya. Jika dia menyuruh menangkapnya, maka binatang itupun akan menyelamatkannya dari kematian. Jika ia menangkap buruan, maka ia menangkap untuk tuannya, bukan untuk dirinya sendiri.

Maka, jelaslah bahwa ayat ini menunjukkan kepada kita keutamaan ilmu. Hewan pun bisa “naik pangkat” karena ilmu; apalagi kamu. Iya, kamu. Mau?

Sumber: Buletin Nah #42 

 Desain Gambar: Jagoan Ilyas

@buletinnah
Buletin "Penguat Semangat Pengobar Belajar" 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar