Rabu, 05 Oktober 2016

Bukan Pelajar Biasa



Pelajar SMP Muhammadiyah Plus Gunung Pring, Magelang


Oleh: Annafi`ah Firdaus 

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada Mukmin yang lemah, dan pada setiap keduanya ada kebaikan....” (HR. Muslim).
 
Rasulullah mengisyaratkan ada yang lebih utama di antara kita sebagai seorang Mukmin. Sama-sama dalam kebaikan karena beriman, namun ada yang lebih dicintai Allah.
Siapakah mereka?

Marilah kita lihat tulisan Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi dalam bukunya “Dalam Pangkuan Sunnah” tentang maksud dari hadits Mukmin yang dicintai Allah. Beliau menuliskan, Allah mencintai dan menyukai jika hambanya menjadi pribadi kuat, mulia jiwanya, tegak kepalanya, menjaga kehormatan, kuat dalam pemikiran dan tekadnya. Jika ia punya tekad kebaikan, segera akan melakukan tanpa menunda-nunda. Tidak pula tertipu oleh waktu dengan mengerjakan hal yang sia-sia. 

Ya. Rasulullah mengajak umatnya yang telah mendapat kunci pertama pembuka surga: iman, haruslah menjadi Mukmin yang kuat. Mukmin yang seperti dituliskan Yusuf Al-Qaradhawi. Bukan sekadar kuat fisik saja, apalagi jiwanya lemah, kurang bersemangat, malas, sering mengeluh, dan mudah berputus asa dalam perbaikan. 

Nah, untuk menjadikan Mukmin yang kuat, ada hal yang harus senantiasa kita lakukan. Ialah meminta daya dan kekuatan tersebut dari Sang Pemilik Segala Daya. Rasulullah telah meneladankan doa untuk menjadikan diri jauh dari kelemahan. 

”Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari perasaan galau dan sedih; aku berlindung kepadaMu dari kelemahan dan malas; aku berlindung kepadaMu dari penakut dan pelit, dan aku berlindung dari lilitan hutang dan dikuasai orang.” (HR. Bukhari).

Menjadi manusia sekadar manusia sesungguhnya ada ilmunya. Menjadi Mukmin utama yang dicintai Allah, ada ilmu dan caranya. Begitupula, menjadi pelajar yang utama atau “bukan pelajar biasa” ada pula ilmunya. Pelajar yang tidak sekadar memindahkan raga di kelas-kelas mewah ataupun memakai kendaraan yang “wah”. Namun menjadi pelajar yang senantiasa ada “sesuatu” yang kelak ingin kita dapatkan. Dan “sesuatu” itu layak diperjuangkan. Sehingga berpayah-payah belajar, senantiasa menguatkan tekad, dan melawan segala kemalasan pun tak segan-segan untuk dilakukan. 

Ini Mukmin yang dicintai Allah. Ini pelajar yang dicintai Allah. Mau?


@buletinnah
Buletin "Penguat Semangat, Pengobar Belajar" 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar