Rabu, 26 Oktober 2016

Kamu Sekolah di Mana?




 Oleh: Annafi`ah Firdaus 

Pertanyaan itu pasti populer bagi siapapun. Baik kepada kita yang masih jomblo (eh...), atau kepada yang sudah nikah karena berwajah muda sehingga terlihat “berwajah anak sekolahan” hehe.

Serius.

Oke kita serius. Kalau pertanyaan itu ditanyakan kepadamu, pasti menjawab “Aku sekolah ini, kelas segini.” Bagi yang kuliah, “Sekarang di fakultas ini dan semester segini.” Ya. Kebanyakan di antara kita pasti akan menjawab seperti itu. 

Bagi Warna Negara Indonesia, sangat bisa dihitung tahunnya masa sekolah. Mulai dari TK, bahkan sekarang “Play group”. Semisal dihitung mulai usia 3 tahun sudah masuk kelas bermain yang diidentikan dengan sekolah, dihitung sampai SMA dulu saja. Adalah 3 tahun KB, 1 tahun TK, 6 tahun SD, 3 tahun SMP dan 3 tahun SMA. Semua ada 16 tahun. Rata-rata selama enam belas tahun anak-anak Indonesia sekolah. Ini dihitung kasar. Tidak menghitung apakah ada yang tidak tamat atau ada yang “tinggal kelas”. 

Selama beberapa tahun itu, kita hampir tiap hari di sekolah. Kita mengeluarkan segala daya baik berupa harta, bahkan raga untuk berada di sekolah.  Berangkat pagi-pagi, sampai siang bahkan malam menjelang. 

Lalu, apa sebenarnya sekolah. Sekadar tempat bergedung yang memiliki beberapa kelas, kursi dan mejanya, serta papan tulis beserta kapurnya? Apa itu saja? 

Kalau kita ke sekolah, atau sedang sekolah, sejatinya definisi pergi ke sebuah gedung berikut pernak-pernik sekolah memang tidak salah. Karena sesuai dengan KBBI disebutkan ada 3 hal definisi tentang sekolah. Pertama, sekolah adalah bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran. Kedua, ada waktu atau pertemuan ketika murid diberi pelajaran. Dan ketiga, adalah usaha untuk menuntut kepandaian (ilmu pengetahuan). 

Dengan melihat definisi KBBI tentang sekolah, sebenarnya ada sesuatu yang kadang salah dari diri kita. Bersekolah sekadar menuju bangunan bertuliskan nama sekolah serta bangunan berkelas-kelas. Padahal tidak seperti itu. Kita sekolah ada hal yang utama bahkan mulia untuk dikerjakan. Yaitu sebagai usaha untuk menuntut atau mencari kepandaian (ilmu pengetahuan). 

Sekali lagi, kita bersekolah di bangunan bagus serta memiliki sarana prasarana yang lengkap memang disebut “kita sekolah”. Tapi, ada yang lebih penting yaitu ilmu dijadikan bahan pembicaraan dalam suatu kumpulan. Ada usaha dalam mendapat ilmu.

Kamu sekolah di mana? Di tempat-tempat mewah tapi pemilik ilmu (guru) tidak ditinggikan? Atau di tempat bersarana prasarana lengkap tapi para murid lebih mementingkan nilai tinggi dengan mencontek? 

Ah, sekolah. Jangan galau sekolah di mana. Jika sudah berada di suatu tempat yang “baik” untuk menadah ilmu, kenapa harus berpindah? 

Ayo, sekolah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar